Saya tahu Silcot Maximizer Cotton dari nonton salah satu video Youtube, terus saya penasaran, sebenarnya ini produk macam apa, karena kata Youtuber yang saya lupa namanya bilang ini sejenis kapas yang bisa bikin produk skincare yang teksturnya cair seperti toner, hydrating toner, essence, atau serum lebih meresap ke dalam kulit. Tapi pada saat saya nonton videonya, saya merasa produk ini seperti tisu tipis.

Setelah saya mencari tahu di internet, review Silcot Maximizer Cotton ini kebanyakan bagus-bagus. Jadi saya tergiur dengan pendapat perempuan-perempuan lain yang sudah menggunakannya, jika produk ini bikin irit skincare. Ah, masa? 

Akhirnya saya coba beli di Guardian Blok M Plaza. Harganya Rp29.000. Di Blok M Plaza itu kan ada 4 drug store, yakni Century, Boston, Watson, dan Guardian. Nah di tiga tempat pertama itu kosong, bahkan ada salah satu SPG di tempat tersebut yang ngga tahu Silcot Maximizer Cotton itu apa. 

Kayaknya memang belum banyak juga yang tahu, ya. Silcot Maximizer Cotton ini sebenarnya kapas yang teksturnya  mirip sponge. Fungsinya untuk membantu meresapkan cairan skincare dan bisa dijadikan sebagai  masker wajah kayak sheet mask gitu.

Oke langsung aja ya ke review Silcot Maximizer Cotton berdasarkan pengalaman saya. 

Kemasan Silcot Maximizer Cotton

Review  Silcot Maximizer Cotton dari segi kemasan terbuat dari kardus karton berbentuk kotak berwarna biru tua. Untuk membukanya juga cukup mudah, tinggal kletek sisi depan Silcot Maximizer Cotton yang ada tulisan "open" terus ikuti arah pembuka kemasannya maka kamu bisa melihat isi produknya. Ngga ribet pokoknya.


Yang membuat saya suka dengan produk ini adalah kemasannya yang mudah dibuka dan ditutup lagi setelah digunakan, jadi akan tetap higienis. Beda kan kalo bungkusan kapas pada biasanya yang kalo udah dibuka ngga bisa ditutup lagi, jadi rentan banget kena kotoran atau berdebu.  

Kalo mau nutup lagi, tinggal masukin aja bagian yang tulisan open-nya ke selipan yang ada di depan kotak Silcotnya.

Untuk penyimpanannya setelah dibuka, selain harus ditutup kembali, jangan sampai produk ini terkena paparan suhu tinggi dan sinar matahari langsung. 
Tuh bisa di tutup rapat, ya
Kemasan Silcot setelah ditutup kembali. Jadi lebih higienis, kan.

Di belakang kemasannya, ada keterangan lengkap cara pakainya. Jadi kamu bisa ikuti petunjuk 
penggunaannya biar hasilnya maksimal, ya. 

Klaim  Silcot Maximizer Cotton

1. Dapat 2x meresapkan cairan skincare dengan maksimal ke wajah dibandingkan produk Silcot lainnya
2. Bisa digunakan dengan cara ditepuk-tepuk maupun dijadikan masker wajah walau cairan yang dituang ke Silcot Maximizer Cotton sedikit
3. Teksturnya lembut dan halus

Tampilan Isi 






Sekilas bentuknya seperti kapas pada umumnya, cuma ada lengkungan di pinggir kedua sisinya. Bentuk ini pas di pakai di bawah mata kalo kita mau jadiin Silcot Maximizer Cotton sebagai eye mask. 

 Silcot Maximizer Cotton terbuat dari bahan pulp, rayon (kain yang dibuat dari serat yang berasal dari alam) yang lembut dan halus. Jadi, kayaknya Silcot cocok untuk semua jenis kulit termasuk sensitif dan kering. 

Dalam penggunaannya, produk ini hanya diperuntukkan bagi pemakaian skincare yang teksturnya cair ya. Bukan sebagai pembersih makeup. Kalo kamu menggunakan Silcot sebagai pembersih makeup pertama kali, itu jadinya kurang bersih, karena kurang enak kalo dipakai dengan cara digeser-geser gitu.

Mending, kalo membersihkan wajah pakai cleansing oil, atau micellar water pakai kapas biasa aja. Sedangkan kalo untuk mengaplikasikan skincare setelah membersihkan wajah, baru pakai Silcot. Jadi menurut saya, ngga sama sekali meninggalkan kapas. Kalo dalam pemakaiannnya muncul berbagai masalah, harap hentikan pemakaiannya. 

Isi  Silcot Maximizer Cotton ada 40 pcs (80 lembar) karena bisa dibagi dua dengan menyobek bagian 'jahitan'. Ukuran dari 1 lembar  Silcot Maximizer Cotton itu 70x58 mm. Jika dibandingkan dengan kapas, Silcot memiliki ukuran yang lebih besar. 

Tekstur dan Aroma

Seperti yang saya bilang di atas, kalo teksturnya itu mirip sponge. Tapi ini lebih lembut, padat, datar,  empuk, tidak berserabut, tidak lengket, tidak mudah sobek jika ngga digosok terlalu kencang, dan memiliki pori saat masih belum dituang cairan skincare. Nah, kalo sudah dibasahi dengan skincare, tampilannya jadi lebih mirip  kertas, tisu tipis gitu. Dari segi aromanya, seperti bau kain dan tidak mengganggu sama sekali. 

Cara Menggunakan Silcot Maximizer Cotton

Untuk menggunakannya, mirip kayak kita pakai kapas aja.  Jadi tuangkan produk ke kapas sedikit aja. Terus tinggal ditap-tap ke wajah secara merata. Untuk membantu agar si produk skincare menyebar ke Silcot, lipat aja satu lembar Silcot jadi empat (jadi berbentuk kecil), terus tekan sedikit. Pas Silcot dibuka produk skincare jadi nyebar rata ke Silcot yang mau dipakai.

Di kemasannya, ada anjuran cara pemakaian Silcot. Jadi jari tengah dan jari manis ada di belakang Silcot. Sementara jempol, jari telunjuk, dan kelingking ada di depan bagian Silcot.



Terus kalo mau dijadikan masker, tinggal tempel-in di wajah. Kamu bisa ambil dua lembar silcot terus belah jadi 4 lembar. Satu ditempel di dahi, dua lainnya di pipi kanan dan kiri, satu lagi di dagu. Kalo mau hidung juga ditempeli Silcot, tinggal potong satu lembar Silcot. Kalo ngga mau memotong Silcot, kapas ini bisa dipanjangkan juga. Terus kamu bisa diamkan selama kurang lebih 15 menit. Selama menunggu Silcot Maximizer Cotton ini, kamu bisa melakukan aktivitas lain kayak baca buku, nonton video, dan lainnya deh. 

Ini contoh aja  ya. Saya menjadikan Silcot jadi masker dan menunggu 15 menit hingga si toner benar-benar meresap. 

Tapi, nih kalo kamu ngga mau jadiin Silcot sebagai masker, mending pakai satu lembar aja untuk pakai produk skincare. Jadi kamu belah deh sisi sebelahnya dan dismpan untuk pemakaian selanjutnya. Biar irit, sayyy heheheh. 

Apakah Klaim-nya Sesuai?

Menurut saya iya, banget. Saya merasa cairan yang tinggal di Silcot jadi lebih sedikit daripada kapas biasa, bahkan kering setelah kita menggunakannya. Jadi bisa dibilang cairan skincare yang kita pakai benar-benar meresap ke kulit. Teksturnya yang tidak berserabut juga ngga akan bikin produk ini tertinggal di wajah setelah menggunakannya. Terus saya cuma netesin toner 3-4 tetes sudah bisa membasahi hampir seluruh permukaan Silcot.

Bisa dilihat juga kan, Silcot lebih besar daripada kapas

Beli Silcot Maximizer Cotton di Mana?

Selain drugstore, sekarang Silcot Maximizer Cotton sudah ada nih di minimarket. Kemarin, saya sempat lihat Silcot ini di Indomaret. Harganya lebih murah sedikit, yakni Rp28.500. Di online shop juga udah ada, kayak di Sociolla, Tokopedia, dan lain-lain. 

Dari review Silcot Maximizer Cotton saya di atas, ngga usah saya jelasin lagi, lah ya, betapa bergunanya produk asal Jepang ini. Buat kamu yang belum coba, buruan deh biar skincare kamu makin irit dan manfaat dari skincare bisa makin maksimal di wajah kamu. 
Saya yakin dari pembaca blog rahmawatieka.com yang mayoritas adalah perempuan setuju kalau salah satu produk makeup mata yang tidak boleh ketinggalan adalah maskara. Produk ini tuh penting banget buat bikin mata kita jadi lebih cantik, segar, dan lebih menyala. Bahkan untuk sebagian perempuan yang memiliki mata sipit atau kecil bulu mata yang lentik dan tebal bisa membuat mata nampak besar.

Sebagian orang juga menganggap, mata bisa mencerminkan isi hati seseorang. Seperti ungkapan dari Audrey Hepburn "The beauty of a woman must be seen from in her eyes, because that is the doorway to her heart, the place where love resides," Ada juga yang mengatakan, "Inner beauty is great but a little mascara never hurts."

Jadi udah jelas dong mata menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan saat berdandan. Saya sendiri termasuk perempuan yang malas untuk memakai bulu mata palsu. Terus saya juga termasuk orang yang nggak mau terlalu ribet harus apply atau touch up berkali-kali maskaranya. Jadi saya pikir, saya harus menemukan maskara yang bisa bikin bulu mata saya lentik seharian.

Saya sendiri sudah mencoba berbagai maskara tapi sayangnya nggak ada yang sampai membuat bulu mata saya lentik tahan lama. Seringnya kalau kena air wudhu, maskaranya luntur dan berjatuhan di bawah mata gitu dan bulu mata jadi 'loyo' lagi.


Nah setelah mencari ke sana ke mari maskara yang bagus dan juga bisa bikin bulu mata lentik tahan lama, akhirnya jatuhlah pilihan ke Diorshow Iconic Overcurl Mascara. Saya tahu ini berkat keisengan saya googling produk makeup mata yang dipakai Meghan Markle kok bisa punya bulu mata yang lentik banget tanpa eyelash extention. Eh ternyata dia cuma mengandalkan dua produk ini aja Diorshow Iconic Overcurl Mascara dan Shu Uemura Eyelash Curler untuk tampilan sehari-harinya.

Tapi saya tidak langsung memutuskan beli begitu saja. Saya cari tahu dulu apakah dua produk ini memang benar-benar bagus atau hanya menang nama saja. Dari sekian banyak komen atau review yang saya peroleh, mostly bilang dua produk ini memang bagus banget.

Yaudah setelah yakin dan melihat isi dompet yang mencukupi, saya langsung memutuskan membelinya di counter Sephora Indonesia di Mal Taman Anggrek.

Tuh bagus kan bulu matanya? hehehe

 Shu Uemura Eyelash Curler



 Saya sudah mencoba berbagai penjepit bulu mata dari beberapa merek, dan baru ini yang 'nendang' hasilnya.



Jadi, Shu Uemura Eyelash Curler ini terdapat bantalan dari silikon yang empuk banget dan saat menjepit bulu mata, juga nggak terasa sakit. Hasilnya bisa melentikkan bulu mata yang terlihat natural. Pegangannya kuat dan tidak perlu terlalu lama menekan jepitnya, sudah bisa menunjukkan hasil yang bagus. Kalau di saya, cukup dua kali jepit, bulu mata langsung naik.

Saya beli di counter Sephora di mal Taman Anggrek harganya Rp380.000. Eitss jangan meringis dulu. Meski harganya lumayan mahal tapi produk ini juga ngasih  bonus  satu bantalan karet yang kuat. Jadi kita bisa gonta-ganti deh bantalannya. Tapi saya udah makai sekitar 4 bulan, belum pernah ganti bantalannya hehe.

Shu Uemura Eyelash Curler di Sephora juga ada yang ukuran kecilnya. Gunanya untuk mempermudah menjangkau bulu mata yang di ujung mata yang kecil-kecil dan sulit dijangkau sama penjepit bulu mata yang besar. Saya lupa deh harganya berapa. Kalau nggak salah seratus ribuan.



Buat kamu yang punya mata kecil, Shu Uemura Eyelash Curler bisa membantu melentikkan bulu mata secara merata. Untuk bagian bulu mata ujung dalam mata yang kecil-kecil memang harus hati-hati menjepitnya. Jangan lupa bantalannya dibersihkan berkala dengan oil eye makeup remover untuk menghindari kotoran menumpuk dan merusak alat ini.

Cara Membedakan Shu Uemura Eyelash Curler Asli atau Palsu 

Saking terkenalnya Shu Uemura Eyelash Curler ada juga lho versi palsunya yang biasanya di jual di online shop. Cara membedakannya bisa dilihat dari kemasan belakang dusnya. Shu Uemura Eyelash Curler yang palsu keterangan produk ditulis dalam bahasa Jepang dan tidak ada gambar cara penggunaannya. Sementara Shu Uemura Eyelash Curler asli biasanya memiliki keterangan yang ditulis dalam bahasa inggris dan dilengkapi gambar cara penggunaannya.

Ada lagi ciri-cirinya, yaitu di kotak bagian depan Shu Uemura Eyelash Curler terdapat tulisan ' eyelash curler and one silicone refill pad dan di bawahnya dengan bahasa lain yaitu recourbe-cils avec une recharge en silicone' .

Diorshow Iconic Overcurl Mascara




Ini saya beli harganya Rp570.000. Memang sih cukup pricey untuk sebuah maskara. Tapi hasilnya yang bikin bulu mata lentik, terlihat lebih tebal dan panjang menurut saya ini worth it ya. 

Di Sephora.co.id juga ada dan tersedia 3 varian warna maskara, yakni Over Black, Over Blue, dan Over Brown. Saya sendiri memakai yang Over Black. 

Review Diorshow Iconic Overcurl Mascara versi saya kalau dilihat dari packaging-nya sudah bisa terlihat ya begitu glamor dengan warna silver dan tulisan hitam yang elegan.




Dari sisi bentuk fisiknya, Dior Diorshow Iconic Overcurl Mascara dilengkapi dengan sikat yang tebal, besar, dan  bentuknya melengkung. Sikat seperti ini bisa membuat bulu mata menjadi ber-volume, hitam, panjang, dan pastinya lentik. 



Sekali pulas ke bulu mata langsung lentik. Menariknya maskara ini tidak mudah menggumpal dan tidak menimbulkan bekas noda maskara setelah menggunakannya atau setelah berwudhu. Pokoknya ya kalau pakai ini ngerasa nggak perlu melakukan eyelash extension lagi deh. Daaannn tahan lama banget. Bahkan kalau saya pulang kerja malam hari, bulu mata saya masih on banget.

Untuk Diorshow Iconic Overcurl Mascara saya tidak menemukan informasi ciri produk yang palsu sih. Tapi lebih baik beli di tempat kosmetik yang memang terpercaya saja, ya seperti Sephora Indonesia misalnya.


Source: Pinterest.com /  creativemarket.com

Liburan natal dan tahun baru 2020 yang baru saja dilewati saya habiskan dengan  lebih banyak berkumpul bersama keluarga. Dan senangnya lagi, tidak ada deadline dari kantor. YEAAAYYYY! Saya jadi lebih tenang hehehehe. 

Sebelum liburan panjang kemarin, saya memang sudah membuat jadwal apa saja yang akan saya lakukan selama 10 hari tersebut. 

Beberapa di antaranya adalah menyelesaikan serial Netflix, menyelesaikan tulisan yang ada di blog, dan membaca beberapa buku serta blog dari beberapa orang untuk mencari inspirasi. 

Di hari-hari awal masuk kerja seperti saat ini, saya yakin ada sebagian dari kamu yang belum aktif bekerja atau bahkan memperpanjang waktu libur dengan mengambil cuti. 

Untuk menyiapkan jiwa, raga, dan juga otak untuk mulai bekerja di hari senin besok, 4 buku di bawah ini bisa kamu nikmati sambil leye-leye di kasur atau sofa, check it out!

Kelana - Famega Syavira Putri 


Buku ini saya rekomendasikan untuk kamu baca di weekend yang masih santai ini karena bisa dengan cepat menyelesaikannya. Ukuran bukunya tidak terlalu panjang dan tidak terlalu tebal karena hanya 264 halaman saja. Bahkan bisa kamu baca diperjalanan jika weekend ini berencana untuk keluar. 

Kaum hawa yang punya mimpi untuk bisa berkeliling dunia, tapi masih ragu untuk melakukannya, saran saya coba baca buku ini terlebih dulu. 

Secara ringkasnya, buku bersampul warna ungu dan putih ini bercerita soal Famega Syavira Putri yang melakukan perjalanan solo lebih dari 4 bulan dari Indonesia menuju Afrika dengan berkunjung ke 18 negara dan 44 kota menggunakan moda transportasi darat dan laut, lho. 

Perjalanan mba Famega dimulai dari Dumai menuju Malaka, kemudian ke Malaysia, lalu ke Thailand menuju Laos, kemudian lanjut ke Vietnam, lalu Cina, menuju Mongolia, Rusia dan masuk kawasan Eropa. Selain itu, yang membuat saya suka dengan buku ini adalah bagi para perempuan bisa muncul semangat untuk bisa berpergian seorang diri melalang buana ke luar negeri yang sangat jauh dari Indonesia. 

Kamu juga bisa belajar bagaimana survive dan belajar dari pengalaman Mba Famega yang pastinya seru dan challenging. Dalam buku ini seperti diingatkan ketika sang penulis sedang dalam kesulitan di beberapa negara yang ia singgahi, selalu ada bantuan yang datang dari mana saja. 

Dengan cara bercerita yang sangat baik, pembaca pun bisa sekaligus mengambil tips dan trik  berpergian jauh dari Mba Famega, seperti hitchhiking (nebeng) yang aman khususnya bagi perempuan. 

Mengapa Aku Harus Membaca? - Abinaya Ghina Jamela


Meskipun judulnya terlihat simpel tapi jangan remehkan isi bukunya. Ini buku rekomendasi dari Ardan, teman kantor saya. Kata dia menariknya dari buku ini karena yang menulis adalah anak kelas empat SD berumur 9 tahun dan ini bisa menjadi buku parenting yang bagus. Alasannya, serasa disentil oleh tulisan adik Naya ini yang kebanyakan merupakan protes terhadap orang dewasa. 

Salah satu potongan yang menyentil menurut saya, yakni "Katanya membaca itu bikin pintar? Tapi ketika anak-anak menjadi lebih pintar karena membaca, tidak diterima. Mereka (orang dewasa) seperti tidak mau tersaingi oleh anak-anak. Seakan anak-anak yang suka membaca, banyak bertanya, dan menjadi cerewet itu seperti zombie yang akan menggigit mereka. Kan lucu! Tidak semua orang tua, sih! Tapi hampir semua," halaman 5. Membaca buku 116 halaman ini, kamu akan menemukan kejutan-kejutan lain yang ngena di hati orang dewasa. 

Sepeda Merah - Kim Dong Hwa


Buku ini dan Relish (akan dijelaksan setelah ini) direkomendsikan oleh teman saya yang lain bernama Kak Grace. Sepeda Merah karya Kim Dong Hwa merupakan novel grafis yang berasal dari Korea Selatan. Buku ini berisi kisah-kisah pendek tentang kehidupan di sebuah desa Yahwari, dengan tokoh utama tukang pos yang begitu mencintai pekerjaannya dalam berkeliling mengantarkan surat menggunakan sepeda berwarna merah. 

Di desa Yahwari kebanyakan penduduknya adalah orang tua. Sementara anak muda di desa tersebut bekerja merantau ke kota. Menurut Kak Grace meskipun ini cerita sehari-hari dan terkesan sederhana tapi cukup berarti. Lewat buku bercover putih dan merah ini akan ada banyak pesan yang  disampaikan seperti mengajarkan untuk membantu sesama,  menyayangi orang tua, menyantuni para lansia, dan mencintai alam.

 Relish - Lucy Knisley


Relish juga novel grafis dari Amerika Serikat.  Fokus dari buku ini adalah memoar atau cerita hidup Lucy Knisley yang merupakan kartunis yang memiliki kecintaan pada makanan. Buku ini bercerita bagaimana ia sedari kecil, lingkungan keluarga, rumah, dan pola asuh keluarganya hingga dia memliki ketetarikan yang cukup tinggi terhadap makanan. Menariknya, setiap bab disertai dengan resep bergambar. Jujur saja, saya jadi penasaran dengan buku ini hehehe.

Semua buku di atas, menurut saya, Ardan, dan Kak Grace bisa kamu baca di dua hari weekend ini. Buku-buku tersebut sangat ringan dan menarik untuk dibaca. Semoga kamu bisa mendapat inspirasi setelah membacanya ya.  Saran saya, siapkan kudapan lezat atau secangkir teh atau kopi untuk 'melahap' buku-buku tersebut.

Happy reading and happy weekend!

Baca juga:


Dalam ber-makeup saya cenderung tidak terlalu jago. Kalau untuk riasan biasa saja saya bisa. Tapi kalau sudah menggunakan banyak produk misalnya menerapkan teknik baking, complexion, dan lainnya, saya belum bisa :')

Meski demikian, saya suka makeup. Rasanya senang sekali kalau sudah beli produk makeup walaupun tidak langsung dipakai hehehe. Meski hanya makeup untuk sehari-hari, saya punya lho beberapa produk andalan yang biasa saya pakai untuk membuat tampilan riasan cukup awet apalagi kalau tidak kena air wudhu, dijamin bisa tahan seharian. Tapi kalau sudah kena air wudhu juga tidak sepenuhnya luntur kok.

Di postingan kali ini saya tidak akan share semua produk makeup yang saya gunakan, tapi lebih ke base makeup -nya berdasarkan pengalaman saya sendiri. 

Kulit saya sendiri cenderung kombinasi. Kamu pasti tahu jika kulit kombinasi itu permasalahannya adalah daerah t-zone mudah sekali berminyak dan kulit di dekat mata dan hidung cenderung memiliki pori-pori yang besar. Nah, gimana saya membuat base makeup untuk kulit kombinasi saya? Let's check it out!

Pelembap Wajah Sesuai Kulit Kombinasi





Kebetulan banget pelembap The Body Shop Seaweed Oil Control Lotion SPF 15 saya lagi abis, jadi saat menuliskan postingan ini saya sedang menggunakan Garnier Acne White Cream. Yang saya suka dengan produk Garnier ini bentuknya yang kecil jadi gampang kalau mau dibawa ke mana-mana. Kita ngga perlu pakai banyak-banyak pelembap ini, karena dipakai sedikit saja sudah bisa meratakan ke seluruh wajah. Krimnya juga mudah meresap dan tidak lengket.

Klaim dari produknya membantu mencerahkan wajah, mengurangi minyak berlebih, dan membantu menyamarkan jerawat. Kalau di saya sendiri, memang produk ini membantu mencerahkan wajah namun untuk klaim mengurangi minyak berlebih dan menyamarkan jerawat, ini kurang membantu ya.

Kemasannya juga tube dan tidak mudah keluar dengan sendiri. Sayangnya, kalau kita pencet atau tekan sedikit saja creamnya bisa keluar terlalu banyak. Jadi memang harus hati-hati banget untuk mengeluarkannya. Harganya sendiri sekitar Rp23.000. Waktu itu saya membeli di Shopee karena pelembap ini cenderung sulit dicari sekarang.

Sementara The Body Shop Seaweed Oil Control Lotion SPF 15 khusus untuk kulit kombinasi. Ini merupakan pelembap yang bentuknya seperti lotion yang memiliki tekstur cair dan berwarna putih.  Tekstur seperti itulah yang membuat pelembap ini jadi gampang meresap di kulit wajah.

Di kulit wajah saya setelah beberapa kali purchased produknya bisa membuat kulit wajah jadi lembap dan bisa mengontrol minyak, khususnya di daerah t-zone. Kulit juga jadi lebih halus setelah memakainya.

Di dalamnya juga sudah ada SPF 15 juga. Tapi saran saya, jangan hanya memakai pelembap ini saja. Kamu juga perlu menggunakan sunscreen yang memiliki SPF lebih tinggi. Kalau kamu suka beraktivitas di luar ruangan, baiknya pilih yang SPF-nya di atas 30.

Saya sendiri biasanya memakai sunscreen dari Biore UV Aqua Rich Watery Essence. Review-nya sudah pernah saya tulis ya. 

Baca juga: Review Sunscreen Biore UV Aqua Rich Watery Essence. Cocok untuk Kulit Kombinasi

Saran saya, kalau kamu lagi jerawatan atau bruntusan baiknya hilangkan dulu ya masalah-masalah tersebut agar manfaat dari pelembap ini bisa maksimal. Sayangnya kemasannya yang kembung jadi sulit jika dibawa berpergian. Biasanya saya akan memindahkannya ke wadah yang lebih kecil kalau mau dibawa untuk traveling. 

Isinya sangat banyak, yakni 50ml. Satu kemasannya saya bisa pakai 3-4 bulan. Lama banget kan? :) Tapi, memang agak pricey ya. The Body Shop Seaweed Oil Control Lotion SPF 15 dibanderol Rp259.000. Tapi The Body Shop suka memberikan diskon di waktu-waktu tertentu. Makanya kamu harus sering-sering cek ya situs resmi The Body Shop.

The Body Shop Mint Mattifying Face Mist 


Produk base makeup untuk kulit kombinasi selanjutnya adalah The Body Shop Mint Mattifying Face Mist. Klaim dari produknya: penyegar wajah berformat mist yang diperkaya dengan community trade aloe vera dari Meksiko, yang menyegarkan kulit wajah, serta mint kaolin clay, dan seaweed. Tidak hanya menyegarkan, namun juga membantu melembapkan dengan hasil akhir kulit yang bebas kilap. 

Menurut saya semua klaim yang ada di kemasannya memang terbukti. Saya sudah memakai produk ini sejak tahun lalu. Hal yang saya rasakan setelah menggunakan produk ini membuat tampilan kulit terasa lebih segar, lembap, dan yang lebih penting adalah kulit bebas kilap khusunya di daerah t-zone. Face mist ini juga mudah meresap dan kering. Untuk aromanya, juga cukup menyegarkan. Sekilas seperti mencium daun mint. 

Saya menyemprotkannya sebelum makeup. Tapi terkadang saat saya menyemprotkan produk ini ke wajah saya, ada rasa hangat di kulit setelah pemakaian. Mungkin ini efek dari kandungan mint-nya kali ya. 

Harganya Rp119.000 dengan berat bersih 60ml. Kalau saya dengan berat segitu bisa menghabiskan sampai dua bulan lebih. Ya lumayan lah dengan harga segitu dan efek yang tidak mengenyewakan. 
Cara menggunakannya, juga gampang. Tinggal dikocok sebelum disemprotkan ke wajah. Terus semprotkan ke wajah. 

Kalau di kemasan yang berbahan plastiknya sih ditulis dipakai dengan jarak 20 cm. Cuma saya ngga bisa ngira-ngira seberapa jauhnya. Yang penting jangan terlalu jauh dan dekat saja. Dan yang paling penting disemprotkan secara merata ke seluruh bagian wajah kecuali mata dan mulut ya. Sebisa mungkin jangan dihirup ya. Hal yang saya suka juga dari  The Body ShopMint Mattifying Face Mist, kemasannya transparan jadi kita bisa lihat sisa produknya. Ditambah lagi bisa dibawa berpergian.

Baca juga: Review The Body Shop Seaweed Oil Balancing Clay Mask Bahasa Indonesia

Maybelline Baby Skin Instant Pore Eraser




Klaim produk: Pori-pori dan garis halus terlihat samar. Produk mudah dibaur. Sepanjang hari kulit terlihat matte, warna kulit terlihat merata seperti kulit bayi dan terasa ringan di kulit. 

Saya secinta itu sama primer mungil yang satu ini. Sudah dua kali juga beli produk ini karena memang hasilnya tidak mengecewakan. Saya sendiri memiliki masalah dengan bekas jerawat yang tidak kunjung hilang di kedua pipi. Tapi dengan menggunakan Maybelline Baby Skin Instant Pore Eraser tampilan wajah saya menjadi lebih mulus dan bekas jerawat jadi memudar. Dan setelah memakai primer Maybelline ini makeup sehari-hari saya jadi matte dan tahan lama. 

Oh iya yang ingin saya tekankan di sini, untuk makeup sehari-hari pergi ke kantor, atau hangout saya tidak pernah memakai foundation. Alasannya karena saya kurang suka pakai foundation karena rasanya terlalu berat dan saya belum terlalu pandai memakainya. Mungkin saya nantinya akan memakai foundation kalau saya sudah lihai memakainya hehe.

Kembali lagi ke Maybelline Baby Skin Instant Pore Eraser. Dari segi tekstur berupa gel bening yang tidak lengket dan mudah meresap. Aromanya? ngga ada sama sekali dong. Dari segi kemasan berbentuk tube yang mengerucut sehingga gampang banget buat mengatur jumlah produk yang ingin dikeluarkan dan ngga mudah terbuka dengan sendirinya. 

Isinya sendiri 22 ml cenderung awet banget sih, karena nggak perlu banyak-banyak makenya udah bisa merata ke seluruh wajah. Saya pakai produk yang pertama kali beli aja itu habis sekitar 6 bulan. Duh primer ini wajib banget dimiliki sama pemilik kulit kombinasi atau berminyak sih, karena memang worth it banget. 

Hal yang membuat saya jatuh cinta dengan produk ini juga produknya kecil dan ramping, jadi gampang buat dibawa kalau sedang traveling. Harganya berapa? Tenang, cuma Rp89.000 kok. Kalau kamu beli di online seperti Sociolla atau Shopee kadang bisa lebih murah lagi. 

The Body Shop Make-Up Setting Spray


Terakhir, produk base makeup untuk kulit kombinasi yang bagus banget adalah Ini adalah The Body Shop Make-Up Setting Spray. Ini jadi setting spray pertama saya dan tidak menyesal membelinya hehehe. Di dalamnya ada kandungan aloe vera yang katanya bisa melembapkan kulit. Tapi ternyata memang bener sih.

Saat dipakai tidak memberikan reaksi apa-apa, tidak meninnggalkan bekas bintik bintik air, tidak lengket, ringan, memunculkan efek segar, dan cepat sekali meresap ke kulit. Saya pakai setting spray ini sehari-hari untuk makeup ke kantor.  Hasilnya? Menurut saya ampuh banget bikin makeup tahan lama  dan bikin kulit wajah bebas kilap.  

The Body Shop Make-Up Setting Spray ngga cuma bagus untuk kulit berminyak atau kombinasi aja lho. Kamu yang punya kulit sensitif juga bisa pakai produk ini. 

Dengan berat 60ml dan harga Rp149.000 sebenarnya saya belum bisa bilang ini mahal atau nggak ya soalnya emang benar-benar baru pakai setting spray ya produk dari The Body Shop ini. Jadi belum nyari produk dari brand lain juga.  Kemasannya yang transparan juga bikin kita bisa lihat sisa produk dan yang ngga kalah penting jadi mudah untuk dibawa traveling. 

Cara pakainya juga mudah banget. Setelah selesai makeup tinggal disemprotkan aja The Body Shop Make-Up Setting Spray dengan jarak yang tidak terlalu dekat dan juga jauh. Ya dikira-kira aja. Saat menyemprotkan produk, tutup mata dan mulut, jangan dihirup ya. 

Itu tadi base makeup untuk kulit kombinasi yang biasa saya pakai. Kalau kamu, biasanya pakai base makeup produk apa saja? Yuk share di kolom komentar!




Saya sedang menyelesaikan pekerjaan di kantor saat ada pesan masuk di WhatsApp saya dari Ricka teman kuliah S1 dulu. Isi pesannya begini " liburan akhir tahu jalan-jalan yuk ke museum atau pameran gitu". Ya, saya dan Ricka memang doyan jalan-jalan ke museum hehehe. 

Saya balas "Oke, gue coba carikan referensinya ya". Singkat cerita karena sedang tidak ada pameran yang oke dan Ricka sudah banyak mengunjungi museum, saya merekomendasikan untuk berkunjung saja ke tempat makan di Jakarta Selatan yang kelihatannya unik karena perpaduan makanan Yunani dan Jawa, bernama HaloNiko!

Saya tahu HaloNiko secara tidak sengaja. Jadi saya sedang menulis artikel tentang tempat makan unik di Jakarta untuk kepentingan salah satu klien, terus saat lagi mencari referensi dari berbagai situs, ada yang membahas soal HaloNiko ini. 

Yang menarik perhatian saya adalah makanan yang disajikan di HaloNiko dituliskan perpaduan antara makanan Yunani dan Jawa. Saya belum pernah nih makan makanan Yunani, makanya penasaran banget dan menurut saya bagus angle-nya buat tulisan di blog hehehe. Jadi saya dan Ricka akhirnya berkunjung ke HaloNiko, Jumat 27/12/2019 sekitar jam 10.15 pagi. 

Kenalan dengan HaloNiko!

Berdasarkan informasi yang saya peroleh dari internet, HaloNiko ini dibuka sejak tahun 2011 oleh pasangan suami istri bernama Nikolaos Avgoustinos yang merupakan orang Yunani dan berprofesi sebagai chef  dan Rika Hardjosuwarno yang merupakan keturunan Jawa. Jadi bukan hanya dua insan beda negara saja yang menikah, tapi makanan dari dua budaya yang berbeda juga bisa dipadukan. Ciyeee.

HaloNiko sendiri berlokasi di dua tempat, yang satu ada di Lippo Plaza Mampang dan yang satu lagi dinamakan HaloNiko Mini yang letaknya ada di daerah Pejaten Barat, Pasar Minggu. 

Tempat HaloNiko Mini









Kalau kamu lihat di foto-foto di postingan ini, pasti bakalan setuju sama saya kalau HaloNiko Mini ini memiliki desain interior yang dirancang layaknya sebuah hunian. Tempatnya banyak dikelilingi pohon-pohon dan tanaman yang memberikan kesan sejuk. Belum lagi dengan adanya kolam renang yang berada di tengah, ayunan berwarna kuning, dan kebun yang cukup luas membuat kesan homey dan teduh kian terasa. Di bagian tengah tempat ini dindingnya didominasi oleh kaca jadi sangat bagus untuk dijadikan sebagai spot foto.






Hal yang unik lagi dari tempat ini adalah adanya hiasan dinding bertema Jawa dan lampu minyak. Saat pramusaji membawa minuman kami pun, nampan yang digunakan cukup unik.

Sejenis nampan untuk membawa minuman di HaloNiko Mini. Lucu ya :)

Oh ya, saat saya dan Ricka datang, Halo Niko masih sepi dan baru ada kami pengunjung yang datang. Tapi saat sudah siang hari sekitar pukul 12 siang, ada beberapa pengunjung anak-anak dan orang tuanya yang berdatangan. Rupanya di sana mereka bukan hanya mau makan dan minum saja tapi juga berenang. Jadi, saya juga baru tahu kalau kolam renang yang ada di HaloNiko ternyata bisa disewa juga.  Wah sungguh teknik marketing yang sangat baik hehehe. 

Makanan di HaloNiko Mini

Saya dan Ricka memesan menu yang berbeda agar bisa saling cicip makanan satu sama lain. Ricka memesan Souvlaki beef, sementara saya memesan Skepasti chicken. Sekilas dua makanan ini memang mirip tapi sebenarnya tidak 100% sama. 

Souvlaki itu bentuknya mirip sekali kebab. Di dalamnya bungkusan roti tortila ada isian sayur seperti tomat, bawang bombay, dan seledri. Tak lupa juga ada isian daging sapi panggang kering yang dipotong memanjang. Ada juga olesan mayonaise yang membuat makanan ini makin sedap. Untuk roti tortila-nya sendiri tidak terlalu tebal dan tidak tipis. Sedikit crunchy. 


Untuk Skepasti HaloNiko juga enggak kalah nikmat. Di dalamnya ada potongan daging ayam panggang kering yang dipotong dadu dan keju mozarella. Roti pitanya juga garing dan cukup pas tidak terlalu tipis dan tebal. Rasa yang lebih menonjol adalah asin, gurih, dan sedikit asam. Asin dan asam ini sepertinya beradal dari keju mozarella dan adam serta bauran saus tomat. Oh ya, bentuk dari Skepasti ini semacam piza yang dipotong jadi dua bagian.



Kedua makanan ini sama-sama memiliki roti maupun daging yang tidak sulit di potong dan dagingnya cukup empuk. 

Di Yunani, Souvlaki dan Skepasti dihidangkan dengan menambahkan irisan kentang. Tapi di HaloNiko, kentang diganti dengan irisan ubi cilembu yang manis dan garing. Ubi ini sebagai tanda adanya unsur Jawa dari makanan Yunani tersebut. Isian dari Souvlaki dan Skepasti bisa kita pilih apakah mau isi daging sapi, ayam atau, daging kambing. Yang pasti ketiganya memiliki harga yang berbeda-beda ya. 

Paling enak kalau makan Souvlaki dan Skepasti HaloNiko dicocol atau diolesi sama saus tzatziki khas Yunani yang mirip seperti krim yang kental. Saya sempat bertanya sama pramusaji yang ada di sana soal bahan apa saja yang ada di saus berwarna putih ini. Ternyata terdiri dari yogurt, timun, olive oil, daun dill. Rasanya? Walaupun ini namanya saus, tapi enggak pedas. Rasanya lebih dominan asam dan segar kayaknya pengaruh dari ada potongan timunnya ya. 

Saya dan Ricka juga mencicipi dessert bernama Bugatsa. Tampilannya mirip seperti martabak yang telah dipotong-potong.  Dipercantik dengan taburan gula halus dan kayu manis. lalu Aroma kayu manisnya begitu kuat, kulitnya garing di dalamnya terdapat isian cream susu yang rasanya tidak terlalu manis. Teksturnya lembut. Nikmat deh dimakan selagi hangat.
Bugatsa HaloNiko Mini

Terakhir, untuk urusan porsi makanan gimana? Menurut saya Souvlaki dan Skepastinya berukuran lumayan besar, jadi sudah bisa dipastikan kamu bakalan kenyang sih makan satu porsi. Bugatsanya juga berukuran sedang. Kenyang juga sih kalo makan ini. 

Minuman HaloNiko Mini

Minuman di HaloNiko juga banyak macamnya. Ricka memesan Es Rindu Laki dan saya memesan Purple Monkey. Dari namanya Es Rindu Laki terdengar unik, ya? Ternyata saat saya cari tahu dari internet, ini merupakan hasil resep kreasi Mba Rika yang saat itu sedang rindu dengan Mas Niko yang sedang berada di Yunani. 

Isian dari Es Rindu Laki adalah agar-agar, nata de coco, cincau, kolang-kaling, susu dan sirup. Memang agak sedikit manis, tapi tetap segar. Kalau Purple Monkey rasanya agak berat, mungkin karena perpaduan antara pisang, blueberry, dan cranberry ya. Rasa yang dominan adalah asam dan manis.
Es Rindu Laki HaloNiko Mini


Purple Monkey HaloNiko Mini

Salah satu nilai plus dari HaloNiko, mereka sudah menggunakan sedotan karton. Jadi sudah tidak menggunakan sedotan plastik lagi. Wahh sungguh senang sekali menemukan tempat makan di Jakarta Selatan yang sadar akan lingkungan.

Harga Makanan dan Minuman di HaloNiko Mini

Nah sekarang kita bahas harga. Untuk Souvlaki beef dihargai Rp78.000. Skepasti Chicken Rp120.000. Bugatsa Rp45.000. Sementara minumannya, Es Rindu Laki dibanderol harga Rp40.000 dan Purple Monkey Rp45.000. Harga-harga tersebut belum termasuk pajak dan servis  ya. Sebenarnya sebelum datang ke HaloNiko, kamu bisa lho mencari tahu dulu menu apa yang akan dipesan nantinya dan memperkirakan berapa nominal yang bisa kamu habiskan untuk makan di sini. Kamu bisa mengeceknya di website resmi HaloNiko. 

Fasilitas dan Pelayanan HaloNiko Mini

Di HaloNiko Mini tersedia wifi yang lumayan kencang. Ya kalau buat sekadar posting IG Story, posting foto di Instagram cepet kok upload-nya. Pramusaji yang ada di HaloNiko juga ramah-ramah sejak kami pertama kali memasuki area HaloNiko mini hingga beranjak meninggalkan tempat tersebut. 

Alamat HaloNiko Mini

HaloNiko Mini berada di Jl. Pejaten Barat No.16A, RT.1/RW.10, Ragunan, Kec. Ps. Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12540. Tepatnya di belakang Griya Patriya Guest Host. Kamu tinggal jalan sepanjang 5 meter, HaloNiko terletak di sebelah kanan. Kalau kamu mau melakukan reservasi dulu juga bisa. HaloNiko Mini buka dari hari Selasa - Minggu pukul 10.00 hingga 20.00 malam. 

Sementara yang ada di Lippo Plaza Mampang, beralamat di Ground Floor, RT.2/RW.5, Duren Tiga, Kec. Pancoran, Kota Jakarta Selatan. Buat kamu yang mau tahu lebih banyak soal HaloNiko bisa juga kepo-in Instagramnya di @WarungHaloNiko.


Jujur saya cukup puas berkunjung ke tempat makan di Jakarta Selatan ini baik dari sisi hidangan, ambience, fasilitas, dan pelayanan maupun dari sisi harga. Kalau nanti saya kembali berkunjung ke tempat ini, saya sudah tahu ingin memesan apa, yakni Mama Moussaka, soalnya penasaran katanya terbuat dari isian daging cincang, terong, ubi, keju, dan saus krim.

Penasaran sama makanan yang ada di HaloNiko Mini? Buruan mampir ke sini, boleh lho ajak saya juga :)

Artikel lainnya: Icip Soto Betawi Afung Dan Jajanan Halal Lain Di Glodok