Saya sudah lama sekali tidak menulis review buku yang saya baca. Memang sepertinya harus mulai nulis lagi hehehe. Nah kebetulan sahabat saya yang bernama Ines Pratiwi beberapa waktu lalu sempat minta saya untuk me-review buku terbarunya yang berjudul Step Forward to Hijrah.

Dari judulnya saja kamu pasti sudah tahu kan buku tentang apa yang ditulis oleh Ines? :)

Setelah saya baca buku Ines yang berisi 307 halaman dan saya baca kurang lebih dua minggu (maaf saya bacanya pas di jalan kantor dan pulang kantor, hehe). Dalam buku yang ditulis Ines karena terinspirasi dari pengalaman pribadinya maupun kisah-kisah dari teman-temannya ini menambah pengetahuan akan Islam.

Ines berusaha menyampaikan sudut pandangnya terkait apa itu hijrah dan bagaimana ia mengalami proses Hijrah itu sendiri.

Beberapa bagian yang menggugah hati saya ketika membaca buku Ines ada beberapa bagian:

  1. Pada bagian prolog halaman 13. Dikatakan jika Allah SWT memberikan dua janji kepada orang-orang yang berhijrah. Pertama Allah menjanjikan tempat hijrah yang luas. Namun bisa yang dimaksud tempat yang luas ini bukan makna sesungguhnya. Tapi bisa berupa hijrah untuk pindah dari satu tempat ke tempat yang lainnya dan ia mendapatkan rezeki yang lebih baik.  Janji kedua mendapatkan rezeki, namun yang dimkasud rezeki di sini bukan materi atau harta.  Tapi bisa jadi kenikmatan Allah yang lain.
  2. Ines juga membantu saya (pembaca) dalam memahami apa itu perbedaan jilbab, hijab, dan kerudung. Mungkin ada dari kamu yang masih menganggap jika jilbab, hijab, dan kerudung adalah sama. Saya pun sebelum membaca buku ini menganggap 'mereka' adalah sama. Jilbab merupakan kata yang diambil dari bahasa Arab yang artinya pakaian yang panjang dan    longgar serta menutup semua aurat wanita kecuali wajah dan telapak tangan. Sementara hijab    lebih kepada bagaimana cara berpakaian yang baik dan benar menurut syariat Islam. Dalam      Al-Quran juga disebutkan jika arti dari hijab merupakan penutup seperti kelambu, tirai, dinding, papan, dan penutup lainnya. Bagaimana dengan kerudung? Kata ini berasal dari Bahasa Indonesia yang memiliki arti sama dengan Khimar yang memiliki arti penutup bagian kepala, leher sampai dada. Sudah paham perbedaan ketiganya, bukan? 
  3. Ines pada bukunya halaman 19-25 juga menyampaikan bagaimana ya memakai jilbab sesuai      syariat Islam (jilbab syar'i) yang ia ketahui dari Al-Quran dan Hadist.a. Menutup seluruh anggota badan kecuali telapak tangan dan wajah. b. Tidak difungsikan sebagai perhiasan c. Bahannya Tebal, tidak transparan, dan tidak ketat. d. Pemakaiannya ditujukan bukan untuk mencari popularitas atau sebagai ajang gengsi
  4. Ines juga menyampaikan beberapa pandangan dari orang-orang di sekitarnya seperti teman-temannya yang menganggap saat ia memakai hijab tampilannya jadi lebih tua atau lebih dewasa, enggak pantas, menjadi kurang cantik dan lain sebagainya.Belum lagi cibiran orang-orang pada Ines yang menganggapnya sama dengan perempuan-perempuan lain yang suka lepas pakai hijab. Tapi Ines selalu berusaha istiqomah dan tetap teguh pada pendiriannya jika ia  mantap berhijab Syar'i. Yang utama dalam hijrah menurut Ines adalah proses dan istiqomah. 
  5. Ines juga membuktikan orang-orang yang tidak suka dengan dirinya lewat prestasi.Terbukti Ines menjadi juara di beberapa kompetisi maupun kelas yang ia ikuti serta telah          mengeluakan banyak karya seperti juara terbaik Fashion Show Pinky Hijab, sempat menjadi    host  acara Oase Pagi Kompas TV. Sementara karya yang Ines telah buat seperti menulis            beberapa  buku dengan judul Mutiara Langit yang berisi kumpulan puisi dan renungan bagi Muslimah. Ada pula buku Natural Beauty, Travel in Style Belitung Island, dan Willy Anak Desa. 
Saya setuju dengan Ines, kita tak perlu lah membalas cibiran orang maupun perbuatan jahat seseorang pada kita. Tunjukkan saja prestasi agar orang-orang negatif tersebut tidak lagi menganggap kita remeh. 

Saya juga suka salah satu kutipan yang ada di buku ini: 
          Hijrah itu mudah, yang sulit istiqomah setelah berhijrah- Unknown (Hal. 156)
Terima kasih saya ucapkan pada Ines yang sudah mempercayakan saya untuk mengulas karya terbarunya Step Forward to Hijrah. Saya doakan semoga tujuan dari terbitnya buku ini, yakni untuk memberikan inspirasi bagi pembacanya bisa terlaksana. Dan pembaca yang lain bisa menyerap ilmu dan pesan sebanyak-banyaknya dari buku sahabat saya, Ines. 

Bagi kamu yang mau membeli buku Ines bisa di Instagramnya di @inescollection.id. Kalau kamu juga masih penasaran dengan review buku Ines Step Forward to Hijrah bisa tonton dulu ya video Youtubenya dan jangan lupa subscribe channel Youtube Ines ya. Pesan ku, terus berkarya ya Ines dan tetaplah menyebarkan inspirasi bagi muslimah lainnya. Good luck :D

Buku "Step Forward to Hijrah"
Jenis buku : Novel Inspiratif
Based on True Story
Author : Ines Pratiwi
Publisher : Diandra Creative




Source: ISB

Pernah enggak saat sedang browsing, kepikiran ada berapa banyak ya konten yang disubmit di internet? Ternyata ratus ribuan! Berdasarkan info dari  Marketingprofs, Desember 2018 dalam satu menit ada 1.388 blog post yang diposting, 12 jam durasi video di Youtube , belum lagi 3.000 cuitan di Twitter dan 220.000 foto di Instagram.

Dengan konten sebanyak itu, enggak heran betapa kerasnya persaingan di dunia perkonten-an Saat ini selain teks, 3 konten utama yang sedang naik daun di dunia internet adalah foto, video, dan infografis. Tujuan ditambahkannya 3 konten ini agar tulisan makin menarik dan pembaca betah membaca tulisan sampai tuntas.

Baca juga: Blogger Gathering Bukalapak: Trik Membuat Blog yang Menarik & Disukai Pembaca

Untuk infografis, hari Sabtu (20/4/2019) saya hadir di workshop Infografis for Beginner  yang diselenggarakan oleh Indonesian Social Blogerpreneur (ISB) bekerjasama dengan CNI Indonesia bertempat di VROffices yang berada di TCC Batavia Tower One, Karet Tengsin, Jakarta Pusat. Narasumbernya adalah Jumardan Muhammad atau yang biasa dipanggil Ardan. Ia ini bloger yang merangkap juga sebagai SEO Content Writer di Agency Digital dibilangan Jakarta Selatan. Kamu bisa kepoin dia di blog pribadinya di jumardanm.com atau Instagramnya @artdansebagainya.

Balik ke topik utama, sebenarnya infografis itu apa ya? Saya yakin, kamu pasti sudah punya gambaran dan sering melihat contohnya. Secara sederhana infografis adalah bentuk visualisasi yang terdiri dari informasi atau data yang disampaikan bukan cuma tulisan tapi juga ada gambar. Dengan adanya infografis kemungkinan besar akan lebih cepat ditangkap dan dimengerti oleh otak. 

Bukan cuma itu alasannya,  infografis diperlukan juga karena 3 alasan lain, yaitu:
  1. Menarik perhatian pembaca. Saat ini orang yang berselancar di internet mudah sekali terdistraksi dan pindah ke satu tab ke tab lainnya. Nah, biar pembaca enggak cepat bosan, pakailah infografis yang menarik
  2. Memudahkan pembaca membaca artikel. Saat ini, jika informasi hanya disajikan melalui teks saja, pasti akan terasa membosankan. Makanya dengan adanya infografis untuk menarik perhatian pengunjung
  3. Memperindah tampilan blog. Untuk membuat tampilan blog tidak monoton, baiknya kita harus memperkaya konten dengan memasukkan foto, infografis, dan video

Jenis-jenis Infografis

Infografis sendiri memiliki beberapa jenis. Kamu bisa pilih berdasarkan kebutuhan dan penggunaannya. Kalau dari sisi bentuk, ada tiga jenis infografis, yakni: infografis statis, infografis animasi, dan infografis interaktif.

Nah, dalam materinya Ardan menjelaskan soal infografis statis yang terbagi ke dalam 4 jenis, yaitu:

Informasi


Ini menjadi jenis infografis yang menurut Ardan paling mudah dibuat.Biasanya hanya berisi informasi dan di dalamnya tidak ada data-data apa pun. Kamu perlu melakukan pengumpulan kata kunci-kata kunci terkait informasi yang ingin ditampilkan dan memilahnya, kemudian buat di aplikasi pembuat grafis. 

Garis Waktu


Biasanya infografis ini dibuat untuk menjelaskan alur sejarah. Tipsnya cari tahun yang paling penting dan relevan dengan tulisan, serta berikan sedikit penjelasan.

Perbandingan

DailySocial.id

Serupa dengan infografis informasi, namun yang membedakan adalah terdapat dua informasi yang ditampilkan dalam satu infografis. Kamu pasti sudah ada gambaran kan, jadi membandingan dua hal, misalnya membandingkan brand A dan brand B. Namun harus disajikan berdasarkan fakta. 

Visualisasi Data


Untuk jenis infografis yang satu ini bisa dikategorikan cukup sulit. Terkadang banyaknya data yang muncul, membuat bingung data mana yang harus dimasukkan. Ardan memberikan tips untuk memberi perhatian lebih pada angka-angka yang muncul dan ambil yang dianggap penting serta saling terkait. 

Untuk memperjelas, tambahkan keterangan perihal setiap angka yang muncul, kemudian susun dalam grafis.Untuk menyajikan data,  bisa dibuat dalam bentuk chart atau menampilkan angka saja yang  dipermanis dengan icon atau gambar.

Bagian Infografis 

Nah di infografis sendiri itu ada bagian-bagiannya. Bukan cuma ada judul sama isi pokoknya saja, tapi masih ada bagian lain yang penting sekali untuk diperhatikan.


Judul

Kalau ini sih sudah pasti ya. Biar pembaca juga enggak bingung ini menjelaskan tentang apa. Tapi baiknya buatlah judul yang catchy jadi pembaca juga tertarik buat melihat dan memahaminya. Dan yang perlu diperhatikan, jangan sama dengan judul tulisan blog, biar membuat infografis berdiri sendiri, apalagi kalau mau dishare  di media sosial.

Pengantar 

Infografis perlu dikasih intro atau penjelasan singkat terkait apa yang disajikan pada infografis yang tersebut. Cukup satu kalimat yang menggambarkan infografis. 

Isi 


Bagian ini sangat crucial alias penting banget! Kita harus bisa memaparkan isi data atau informasi yang sekiranya penting dan mendukung seluruh rangkaian tulisan yang kita buat. Diperlukan kemampuan memilih dan memilah data mana yang sebaiknya dimasukkan.



Terus gimana caranya untuk menyaring data? Tipsnya menurut Ardan, jika artikel yang dibahas soal sejarah, bisa paparkan data soal tahun-tahun yang penting dan jelaskan singkat apa yang terjadi ditahun tersebut. Jika yang disajikan adalah data, ambil angka-angka dan ahun yang penting sesuai dengan bahasan yang ditulis.  



Terus biar makin ciamik, infografis juga perlu nih dikasih ikon atau elemen grafis yang sesuai dengan apa yang dipaparkan dalam infografis. 

Sumber


Kalau muncul dalam benak kamu apa perbedaan antara gambar lain-lain dengan infografis? Salah satu jawabannya adalah dari adanya keterangan sumber dari mana asal data atau informasi yang diperoleh. Dengan begitu, bisa membantu pembaca blog  percaya terhadap konten yang kita buat. Baiknya, tampilkan sumber di bagian bawah menggunakan ukuran huruf yang kecil.



Sebagai tambahan, kita juga boleh mencantumkan keterangan nama atau blog kita sebagai pembuat infografis. Biar pembaca juga tahu, kalo kita nih yang buat infografisnya, bukan dibikinin orang lain. 



Aturan dalam Membuat Infografis 

Ada aturan-aturan yang perlu diperhatikan saat hendak membuat infografis. Hal-hal tersebut, yakni:

Latar 

Dalam menentukan latar, pakai saja latar yang berwarna putih untuk langkah awalnya. Warna harus saling terkait dan tidak ada kontras yang berlebih. Hindari terlalu banyak menggunakan warna. Hindari latar grafis lebih menarik daripada isi. Jangan menggunakan warna atau gambar yang terlalu  mencolok atau menarik perhatian mata.

Warna

Baiknya gunakan warna-warna pastel atau warna soft ya dan maksimal menggunakan 3 warna saja yang senada, misalnya biru muda dan biru tua. Hindari menggunakan warna mencolok karena hanya akan mengganggu mata seseorang dan malah membuat orang akan meninggalkan infografis tersebut. 

Huruf 

Untuk huruf, baiknya gunakan 3 jenis huruf saja. Kalau terlalu banyak huruf malah membuat orang  tidak fokus dengan infografis apa yang kita buat. Jika ingin membuat 1 jenis huruf saja juga bisa. Catatan lagi untuk bagian huruf Jangan buat infografis yang ukuran hurufnya sama besarnya. Tampilkan ukuran huruf yang besar-kecil. Manfaatkanlah fitur bold, italic, atau ukuran sebuah jenis huruf untuk membedakan judul, pengantar, isi, dan sumber.

Ardan memberikan rekomendasi huruf  yang bisa digunakan, yakni Bebas Neue, Calibri, Coolvetica, dan Myrad Pro.


PKS bukan Partai Keadilan Sejahtera ya :p Masih ada lagi hal yang harus diperhatikan dalam infografis. Ada 3 hal, yakni: 


  1. Buatlah infografis yang berbentuk potrait. Alasannya karena kebanyakan orang mengakses internet dengan smartphone
  2. Penggunaan kata kunci. Inilah yang membantu kita memilih data, kata, kalimat mana yang kita ingin masukkan atau cari 
  3. Jangan sampai lupa untuk menuliskan sumber yang dipakai ya. Enggak mau kan disangka plagiat atau tulisan kita diragukan sama pembaca?

Kalau kamu punya waktu luang yang banyak dan hobi ngoprek-ngoprek aplikasi, bisa buat infografis dengan memanfaatkan Adobe Indesign, Adobe Ilustrator, Adobe Photoshop, Coreldraw, dan Microsoft Powerpoint. Lima aplikasi ini offline ya. Saya yakin kamu pasti sudah familiar dengan nama-nama di atas. Apalagi yang poin terakhir hehe.

Tapi kalau kamu enggak mau ribet, bisa gunakan Canva.com. Sebenarnya di beberapa postingan saya juga sudah menggunakan Canva untuk gambarnya. Cuma karena belum tahu secara detail bagaimana bikin infografis, makanya bikinnya seadanya dan sebagusnya saya aja hahahahaha. 


Nah, sementara untuk yang online, Ardan merekomendasikan untuk menggunakan Canva.com, Easel.ly, Infogram.com, dan Picktochart.com.


Kalau untuk grafis bisa mengandalkan situs gambar tidak berbayar seperti Freepik dan Flaticon. Sementara untuk foto yang berkualitas bisa mengunduhnya di Pexels.com, Pixabay.com, dan Unsplash.com.


Untuk menggali ide gambar-gambar ciamik, bisa gunakan situs seperti Pinterest.com, Piktochart.com, Visual.ly, Behance.Net, Kreavi.com, dan yang tak ketinggalan adalah Google.


Ini infografis yang saya buat. Ya masih kurang sana sini hehe. Tandanya harus banyak belajar dan lebih sabaaaar :)


Source: ISB


Source: ISB

Oh iya di acara ini, dari pihak CNI Indonesia yang diwakili oleh Mba Asti Eka Putri selaku Product Marketing CNI Indonesia. Di kesempatan kali ini Mba Asti juga memperkenalkan produk baru yang dimiliki oleh CNI Indonesia, yakni BioPlus.


Ardan dan Mba Asti.
Source ISB


Apa sih BioPlus itu?

BioPlus adalah  suplemen sinbiotik (probiotik & prebiotik dalam satu produk) yang mampu menjaga keseimbangan bakteri dalam usus sehingga pencernaan terjaga kesehatannya. BioPlus mengandung tiga jenis bakteri menguntungkan yaitu Clostridium butyricum, Bacillus mesentericus, dan Bifidobacterium breve; serta mengandung Ester-C, vitamin B1, B2, B6, prebiotik, dan enzim.

Kira-kira apa sih yang diperoleh dari mengonsumsi BioPlus?  Ada banyak nih manfaat yang diperoleh.
1. Membantu mengatasi diare, dikarenakan banyak bakteri merugikan maupun  karena tidak tahan laktosa dalam susu dan hasil olahannya.
2. Membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh
3. Mengatur jumlah air dan elektrolit dalam usus
4. Meningkatkan pertumbuhan bakteri menguntungkan.
5. Menjaga keseimbangan flora dalam usus dengan menekan pertumbuhan bakteri merugikan


BioPlus ini bisa dikonsumsi oleh anak-anak berumur dari 3 tahun-12 tahun dengan dosis satu stik perhari. Sementara Dewasa dua stik per hari.

Penasaran seperti apa sih BioPlus itu?

Source: CNI Indonesia

Itu tadi ilmu-ilmu yang saya peroleh dari Workshop for Beginner dari ISB dan CNI Indonesia. 

Terima kasih pada sang narasumber, Ardan yang tidak pelit membagi ilmu yang ia punya. Di sesi akhir dia juga mengatakan jika dunia blog itu terus berkembang dan sudah seharusnya kita mengikuti perkembangan tersebut dengan terus belajar menambah skill baru. 


Teman kantor saya ini memang dibalik sifat yang katanya introvert dan humoris, dia banyak menginspirasi saya soal per-blogging-an maupun tulis-menulis. Saya tuh tipikal orang yang harus di 'sentil' dulu baru mulai nge-blog lagi. Hahahaha

Satu lagi, salah satu hal yang harus dilakukan oleh para bloger atau content creator adalah harus KONSISTEN dan SABAR, sayyyyyy. Jadi tetap harus semangat!

Terima kasih juga CNI Indonesia dan VROffices yang menyediakan berbagai fasilitas yang sangat bermanfaat bagi para peserta :).

Ditunggu acara workshop lainnya dari ISB dan CNI Indonesia ya. 
Cicipi 3 Kuliner Yogyakarta yang Tak Boleh Dilewatkan, makanan Yogyakarta



Yeaaayyy akhirnya saya menginjakkan kaki ke D.I. Yogyakarta juga. Jangan ketawa ya, selama 26 tahun saya hidup baru tahun 2019 saya ke daerah yang terkenal akan sebutan kota Bakpia ini. Jadi, tanggal 30 Maret -3 April 2019 saya pergi dengan tiga teman saya, Nilta, Vika, dan Kak Frisca ke Yogyakarta.

Baca juga: Cari Penginapan Murah di Yogya? Reddoorz Plus Near Alun-alunSelatan 2 Bisa Dijadikan Pilihan

Salah satu rencana saya ketika sampai Yogya ingin mencicipi makanan khasnya, yakni Bakpia Tugu Jogja yang lagi hits banget sama sate klatak. Dua makanan khas Yogyakarta ini mencuri perhatian saya. Sementara 3 teman saya yang lain biasa aja, bahkan mereka ada yang belum tahu sama Bakpia Tugu Jogja. 

Mungkin kamu ada yang belum tahu juga. Makanya saya bakal share pengalaman saya mencicipi 2 kuliner Yogyakarta ini dan ada 1 lagi yang bakal saya share ke kamu, yakni Ice Cream Gelato Yogyakarta. 

Bakpia Tugu Jogja

Saya sudah tahu makanan ini sejak awal tahun lalu dari nonton channel kuliner di Youtube. Nah, pas ada kesempatan buat ke Yogya tahun ini, saya sudah merencanakan untuk menjadikannya oleh-oleh khas Yogyakarta buat orang rumah dan tetangga. 

Saya belanja Bakpia Kukus Tugu Jogja lumayan banyak saat itu, 9 kotak yang 1 kotaknya masing-masing berisi 10 pieces Bakpia Kukus Tugu Jogja. Ada 4 varian rasa yang saya beli Original Cokelat, Original Kacang Hijau, Original Keju, dan Original Brownies Cokelat. 

Kalau dari kemasan belakangnya sih, tertera juga rasa original kacang merah. Sayangnya pas saya ke sana varian rasa tersebut sedang kosong. Kata Mba yang ada di outlet Bakpia Kukus Tugu Jogja, yang paling favorit itu rasa Original Cokelat sama Original Kacang Hijau. Yang rasa original cokelat  sama keju saya beli agak banyak, karena saya pikir orang rumah lebih suka dua rasa itu. 

Ciri khas dari Bakpia Kukus Tugu Jogja adalah kulit bakpianya yang lembut banget. Bentuknya kayak sponge, jadinya empuk. Dari keempat rasa yang saya beli, saya enggak bisa milih mana yang paling enak. Karena enak semua hahaha. Bahkan saya yang sebenarnya enggak suka sama apapun makanan yang ada kacang hijaunya, jatuh cinta sama bakpia kukus Jogja rasa Original Kacang Hijau.
Salah satu outlet Bakpia Kukus Tugu Jogja yang bisa kamu kunjungi ada di dalam Stasiun Kereta Lempuyangan. Nah, alamat dari Stasiun Lempuyangan ada di Jl. Lempuyangan, Bausasran Yogyakarta.


Cicipi 3 Kuliner Yogyakarta yang Tak Boleh Dilewatkan, makanan Yogyakarta, Bakpia Tugu Jogja






Cicipi 3 Kuliner Yogyakarta yang Tak Boleh Dilewatkan, makanan Yogyakarta, Bakpia Tugu Jogja
Bakpia Kukus Brownies Cokelat


Cicipi 3 Kuliner Yogyakarta yang Tak Boleh Dilewatkan, makanan Yogyakarta, Bakpia Tugu Jogja
Rasanya mirip dengan Bakpia Kukus Cokelat. Lihat tuh isiannya aja sampai meleleh kayak gitu.


Cicipi 3 Kuliner Yogyakarta yang Tak Boleh Dilewatkan, makanan Yogyakarta, Bakpia Tugu Jogja


Cicipi 3 Kuliner Yogyakarta yang Tak Boleh Dilewatkan, makanan Yogyakarta, Bakpia Tugu Jogja
Aroma kacang hijaunya enak banget.Pas digigit juga isiannya lembut banget manisnya pas.

Cicipi 3 Kuliner Yogyakarta yang Tak Boleh Dilewatkan, makanan Yogyakarta, Bakpia Tugu Jogja


Monmaap yang keju enggak ikutan di foto, karena pas sampai rumah cepat ludes. Serumah selain pencinta cokelat, kami juga cinta sekali keju hehehehe.

Sate Klatak Yogyakarta

Kuliner Yogyakarta yang wajib dicicipi zaman now juga adalah Sate Klatak Yogyakarta. Buat kamu yang belum tahu apa sih sate klatak itu? Kalau dari Wikipedia, sate klatak terbuat dari daging kambing.

Kok bisa disebut sate klatak?  Nama ini diambil dari bunyi saat membakar sate di pembakaran terbuka, yang kalau didengar sekilas seperti memunculkan bunyi "klatak-klatak"

Tanggal 1 April 2019, saat .malam hari saya beli sate Klatak di sate klatak Pak Pong. Tempat makan ini cukup terkenal sih dan cukup direkomendasikan sama blogger atau vlogger kuliner. Cabang dari Sate Klatak Pak Pong ini ada beberapa di Yogyakarta. 

Satu porsi Sate Klatak Yogyakarta itu isinya cuma 2 tusuk sate kambing. Tapi jangan salah, potongan dagingnya gede-gede, lho. Kemarin saya beli 3 porsi. Jadi beli 6 tusuk sate klatak (padahal yang makan saya doang, karena kepengin banget. Teman-teman saya yang lain nyicip aja. hehe).

Memang harga satu porsi sate klatak Yogyakarta untuk 2 tusuk sate kambing dikenakan harga Rp23.000. Ya agak mahal, tapi demi mencoba makanan kuliner Yogyakarta yang satu ini, saya rela hehe. Saya memutuskan untuk dibungkus aja, karena kasian juga teman-teman saya nunggu lama. 

Makan sate klatak Yogyakarta pasti harus dilengkapi sama kuah kare yang sekilas mirip kuah gulai. Terus kalau mau ada rasa pedas-pedasnya bisa dicocol pakai sambal kecap yang ada potongan cabai dan bawangnya. Hmmmmm sedap!

Gimana rasanya? Dari dagingnya sendiri cukup empuk, lembut, dagingnya ada rasa sedikit manis dan asin yang gurih. Kalau misal, mau di makan polos aja tanpa disiram kuah dan sambal juga enak sih menurut saya.

Sate Klatak Pak Pong ini lokasinya di Jalan Sultan Agung, yang merupakan percabangan dari jalur utama Jalan Imogiri Timur, Yogyakarta.

Cicipi 3 Kuliner Yogyakarta yang Tak Boleh Dilewatkan, makanan Yogyakarta, Sate Klatak Yogyakarta

Cicipi 3 Kuliner Yogyakarta yang Tak Boleh Dilewatkan, makanan Yogyakarta, Sate Klatak Yogyakarta



Cicipi 3 Kuliner Yogyakarta yang Tak Boleh Dilewatkan, makanan Yogyakarta, Sate Klatak Yogyakarta



Cicipi 3 Kuliner Yogyakarta yang Tak Boleh Dilewatkan, makanan Yogyakarta, Sate Klatak Yogyakarta
6 tusuk sate klatak, ada kuah semacam gulai, dan sambal kecap yang berisi bawang merah dan cabai merah serta rawit
Cicipi 3 Kuliner Yogyakarta yang Tak Boleh Dilewatkan, makanan Yogyakarta, Sate Klatak Yogyakarta
Monmaap ngeblur. Efek laper dan udah enggak sabar mau makan hehe

Ice Cream Gelato Move On Cafe

Nah di hari yang sama dengan makan sate klatak Pak Pong, saya diajak Nilta buat makan Ice Cream Gelato yang juga lagi hits. Di Yogya kebetulan ada beberapa tempatnya. Kami memutuskan memilih Move On Cafe sebagai tempat persinggahan.

Lokasinya ada di Prawirotaman street No.4-10, Brontokusuman, Mergangsan, kota Yogyakarta. Ya, sesuai namanya, menurut saya tempatnya memang mengusung tema ala cafe tapi sedikit mirip ala-ala Eropa. Kursi-kursi dan meja juga cukup nyaman. Bahkan ada beberapa kursi yang di desain seperti ayunan.

Ada banyak varian rasa yang bisa dicoba. Saat nanya sama Mas-nya yang paling favorit yang rasanya Whisky dan Green Tea. Vika dan Nilta memesan dua rasa itu, sementara Kak Frisca memesan rasa Green Tea dan Lemon. Kalau saya Whisky dan Mascarpone ( karna namanya baru denger, makanya saya pilih) hehehe.

Di Move On Cafe kamu bisa milih apakah mau ice cream gelatonya di taruh di cup atau pakai corn. Kami berempat memutuskan pakai corn aja karena bisa dimakan corn-nya. Untuk harganya ya relatif murah sih, punya saya cuma Rp.23.000 aja.


Cicipi 3 Kuliner Yogyakarta yang Tak Boleh Dilewatkan, makanan Yogyakarta, Ice Cream Gelato Move On Cafe Yogyakarta


Cicipi 3 Kuliner Yogyakarta yang Tak Boleh Dilewatkan, makanan Yogyakarta, Ice Cream Gelato Move On Cafe Yogyakarta





Cicipi 3 Kuliner Yogyakarta yang Tak Boleh Dilewatkan, makanan Yogyakarta, Ice Cream Gelato Move On Cafe Yogyakarta

Cicipi 3 Kuliner Yogyakarta yang Tak Boleh Dilewatkan, makanan Yogyakarta, Ice Cream Gelato Move On Cafe Yogyakarta

Cicipi 3 Kuliner Yogyakarta yang Tak Boleh Dilewatkan, makanan Yogyakarta, Ice Cream Gelato Move On Cafe Yogyakarta
Ini punya saya, rasa Whisky dan Mascarpone. Rasanya mirip-mirip saya sampai bingung bedainnya. Yang jelas enak hehe.


Cicipi 3 Kuliner Yogyakarta yang Tak Boleh Dilewatkan, makanan Yogyakarta, Ice Cream Gelato Move On Cafe Yogyakarta
Vika dan Nilta lagi asik makan Ice Cream rasa Green Tea sama Whisky

Jujur saya enggak puas ngunjungin Yogyakarta dalam waktu singkat, karena emang belum banyak kuliner Yogyakarta dan tempat yang dieksplore. Semoga dilain kesempatan bisa mengunjungi kota gudeg dan bakpia ini. Semoga ditemenin sama pasangan hidup #aamiin :D



Sabtu hingga Selasa (30 Maret-3 April 2019) saya berkesempatan liburan ke Yogyakarta bersama 3 orang teman saya, yakni Nilta, Vika, dan Kak Frisca. Selama waktu tersebut, kami menginap di RedDoorz Plus near Alun-Alun Selatan 2 berbekal mencari di Google dan booking langsung di situs resminya RedDoorz 1 bulan sebelum keberangkatan. 

Coba tebak berapa harga penginapannya untuk 5 hari 4 malam? Asli, murah banget! cuma Rp589.000. Jadi, kami ber-4 masing-masing bayar Rp148.000. Dengan harga segitu, fasilitas apa saja sih yang bisa diperoleh? 

Fasilitas RedDoorz Plus near Alun-Alun Selatan 2 

Add caption
Kalau dari website-nya dibilang 
Sumber: https://www.reddoorz.com


Nah dari fasilitas yang ada di gambar, yang saya tidak temukan adalah penyimpanan bagasi dan fasilitas area merokok. Pertama alasannya saya dan teman-teman enggak ada nitip-nitipan barang sama petugas di sana, kedua kami ber-4 juga enggak merokok. Jadi enggak noticed kalau ada tempat itu atau enggak hehehe
Saya akan bahas satu-satu ya.

Wifi Gratis

Di banyak penginapan sekarang emang memberikan fasilitas ini ke semua tamunya. Kalau dari RedDoorz Plus near Alun-Alun Selatan 2 sendiri selama saya menggunakan wifi-nya, lancar-lancar aja. Enggak ada gangguan apa pun dan bisa dibilang termasuk cepat. Saya teleponan pakai WhatsApp sama ibu saya saja lancar jaya. 

Televisi Satelit

RedDoorz Plus near Alun-Alun Selatan 2 menyediakan televisi LED juga. Teman saya Nilta dan Vika yang mencoba sendiri menggunakan televisi di sana, saya cuma ikutan nonton aja. So far dari kualitas gambar dan suara tv-nya bagus-bagus saja. channel-channel-nya juga cukup lengkap, selain tv nasional ada pula channel tv lokal. 

  Air Mineral dan Teh

Dari foto ini bisa dilihat ya ada dua cangkir dan teko hehehe. Maaf pas lagi ada air mineralnya saya enggak foto
RedDoorz Plus near Alun-Alun Selatan 2 suka menyediakan 2 botol air mineral di  meja luar      tiap kamar. Dan pas kita baru pertama kali masuk sudah disediakan 2 botol air             mineral  di        sudut meja rias. Oh ya, bukan cuma itu. Tiap pagi, pasti selalu disediakan dua cangkir dan satu teko    berisi teh hangat dan gula sachet untuk penghuni kamar. 

Baca juga: Cicipi 3 Kuliner Yogyakarta yang Tak Boleh Dilewatkan 

Linen Bersih

Ya, ini benar. Pertama kali saya dan teman-teman datang ke sana, tempat tidurnya ditata rapi dan bersih. Dilengkapi dua bantal dan 1 bantal kecil bertuliskan tulisan RedDoorz ada pula selimut. 






AC

Di gambar memang tidak ada gambarnya. Tapi ini penting untuk dikasih tahu hehe. Kamu tenang saja RedDoorz Plus near Alun-Alun Selatan 2 juga menyediakan AC yang lumayan dingin. Kenapa saya bilang lumayan dingin, ya karena enggak dingin-dingin banget, tapi sejuklah dan enggak bikin saya dan teman-teman sampai kegerahan atau komplain. 



Kamar Mandi Bersih

Kalau saya bilang, kamar mandinya tidak benar-benar bersih. Karena ada beberapa bagian di kamar mandinya yang agak kotor. Seperti tempat ember besar atau tempayan yang sebenarnya kosong, tapi dari luarnya saja sudah kotor. 

Lantai kamar mandi juga tidak terlalu bersih. Untuk WC, RedDoorz Plus near Alun-Alun Selatan 2 menyediakan WC duduk, tapi juga kurang bersih. Ada noda karatan gitu. Ya untungnya kami ber-4 anaknya enggak ribet dan enggak jiji-an dengan tampilan-tampilan kurang tersebut, jadi yaudah pakai saja.




Perlengkapan Mandi

RedDoorz Plus near Alun-Alun Selatan 2 menyediakan perlengkapan mandi yang sangat lengkap menurut saya. Kalau kamu lupa bawa sabun mandi dan sampo, enggak perlu khawatir, mereka menyediakannya. Wangi-wanginya juga enak. Terus ada shower dan keran yang dilengkapi dengan pilihan air panas atau dingin yang bisa disetting. di dekat kamar mandi juga ada wastafel yang didekatnya sudah disediakan 2 gelas kecil. Tapi sayang, wastafelnya juga kurang bersih.
  



Penerima Tamu

Di RedDoorz Plus near Alun-Alun Selatan 2 ada semacam ruang tamu yang lumayan besar. Jadi, kalau misal ada teman kamu yang mau berkunjung bisa datang deh ke RedDoorz Plus near Alun-Alun Selatan 2.

Parkir Motor dan Mobil

Parkiran yang ada di RedDoorz Plus near Alun-Alun Selatan 2 itu cukup besar. Bukan hanya bisa memuat motor saja tapi juga mobil. Kemarin saya melihat ada beberapa mobil yang terparkir di sana. Oh ya, yang perlu diacungi jempol dari RedDoorz Plus near Alun-Alun Selatan 2 sistem keamanannya yang cukup baik. 

Saya sampai Yogya tanggal 30 Maret malam, nah kebetulan untuk transportasi selama jalan-jalan di Yogya saya dan teman-teman menyewa 2 sepeda motor. di tanggal 30 itu, pihak penyewa motornya sudah mengantarkan satu motor dulu yang diititpkan ke petugas RedDoorz Plus near Alun-Alun Selatan 2 sebelum kami tiba di penginapan. meletakkan alas kaki di luar kamar pun juga aman. 





Kelebihan

  1. Tempat penginapan asri dan adem karena banyak sekali pohon-pohon di sana
  2. Keamanan terjamin
  3. Tersedia minuman air mineral dan teh setiap hari
  4. AC, TV, dan tempat tidur cukup nyaman. 
  5. Untuk ketersediaan perlengkapan kamar mandi cukup lengkap (seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya)
  6. Dekat dengan Alun-alun
  7. Suasananya sepi dan tenang 
  8. Harga Terjangkau
  9. Terlambat check out tidak dikenakan biaya tambahan
  10. Petugas yang ramah

Kekurangan

  1. Kamar mandi yang kurang bersih di beberapa bagian
  2. Sampah di depan kamar tidak dibersihkan setiap hari
  3. Jauh dari pusat kota Yogya, misal ke Malioboro
Berdasarkan ulasan saya tentang penginapan RedDoorz Plus near Alun-Alun Selatan 2, saya bisa simpulkan tempat ini cocok menjadi pilihan kamu yang mau menginap di Yogyakarta. Meski ada kekurangan, tapi dengan harga yang cukup terjangkau, RedDoorz Plus near Alun-Alun Selatan 2 sangat bisa diandalkan. 

Sementara komen dari teman-teman saya yang lain:

Nilta

 "Penginapannya nyaman banget, asri tapi beberapa fasilitasnya kurang bersih."

Vika

"Nyaman. Pokoknya suasana di penginapannya adem banget tapi jauh kalau mau ke pusat kota seperti Malioboro. Deketnya sama Alun-Alun Selatan, dan enaknya di sana kalau check out lebih dari jam 12 itu aman, enggak kena biaya lagi"  fyuhhhh.

Kak Frisca 

"Cukup nyaman dari segi suasananya dan ruangannya. Cuma kurang bersih aja, khususnya toilet dan teras yang tidak dibersihkan."

Foto Lainnya




Semoga ke depannya, pengelola dari RedDoorz Plus near Alun Alun Selatan 2 bisa semakin meningkatkan fasilitas penginapannya ya, agar makin baik ke depannya. 



Lokasi RedDoorz Plus near Alun Alun Selatan 2









Di postingan saya ini, mau share soal sunscreen yang saya sedang pakai saat ini. Jujur, saya sebelumnya emang enggak pernah pakai sunscreen kalau beraktivitas di luar ruangan, karena sebelumnya emang nganggep sunscreen tuh enggak penting-penting amat. Ternyata anggapan saya itu SALAH BESAR! Sejak saya nonton Youtube-nya Female Daily soal skin care rutin yang harus dilakukan  tiap hari, baru tahu kalau dari sejak usia 20an kita harus sudah rajin pakai sunscreen atau sunblock untuk membantu menghindari wajah belang atau gosong, kering, menangkal tanda-tanda penuaan dini kayak kerutan dan flek hitam.

Oke, sejak saat itu, saya memutuskan untuk menjadikan sunscreen sebagai salah satu produk skin care yang harus saya pakai tiap hari. Mulai deh saya cari tahu tentang sunscreen apa sih yang cocok buat kulit saya yang tergolong kombinasi ini.

Sekadar informasi, buat kamu yang belum tahu, kulit kombinasi itu adalah perpaduan dari kulit yang berminyak (dahi, hidung, dan dagu yang sering dinamai T-zone) dan sebagian kulit wajah cenderung kering atau normal (pipi). Pemilik kulit kombinasi juga sering mengalami masalah kulit seperti blackheads, pori-pori lebar, dan kulit berkilap.

Balik lagi ke topik utama. Mungkin ada dari kamu yang memahami jika sunscreen itu hanya produk yang dipakai saat berpegian ke tempat yang terik matahari seperti berenang, ke pantai, atau ke gunung saja. Pokoknya ke tempat yang outdoor banget. Saya pun dulu mikir gitu. Buat saya yang pekerja kantoran, enggak perlu pakai sunscreen. Kan lebih banyak di indoor. Tapi, sebenarnya pemakaian sunscreen itu bukan hanya untuk saat kita mau melakukan aktivitas seperti berenang, tamasya ke pantai atau gunung saja.

Saat kita pergi ke luar rumah untuk bekerja atau kuliah perlu juga menggunakan sunscreen sebagai pelindung kulit dari sengatan matahari. Bahkan kita yang ada di dalam ruangan, khususnya sedang berada di dekat kaca pun perlu pakai pelindung seperti sunscreen, karena sinar matahari bisa menembus kaca.

Lalu apa Bedanya Sunscreen dengan Sunblock?
Sunscreen merupakan lotion pelindung dari sinar matahari yang mampu menyerap ke dalam lapisan teratas kulit dan menyerap sinar matahari yang masuk ke dalam kulit. Sunscreen awalnya mampu melindungi kulit dari sinar UVB saja. Tapi sekarang sudah banyak sunscreen yang mampu menangkal bahaya sinar UVA, yang menjadi menjadi penyebab munculnya tanda-tanda penuaan dini. Sunblock sendiri mampu melindungi kulit dari sinar UVA dan UVB.

Dari sisi kandungan, sunscreen mengandung bahan kimia aktif yang berguna sebagai filter untuk mengurangi penyerapan radiasi sinar UV ke kulit. Di dalam sunscreen terdapat kandungan seperti Mexoryl XL, Octocrylene, PA dan SPF. Untuk sunblock biasanya terdapat kandungan mineral seperti titanium dioxide yang merupakan mineral alami.

Cara pemakaian dari sunscreen dan sunblock juga berbeda. Sunscreen harus dioleskan 20 menit sebelum keluar dari ruangan agar kandungan di dalamnya menyerap ke dalam kulit dengan sempurna. Sementara sunblock setelah dioleskan bisa langsung bekerja. Selain itu, baik sunscreen ataupun sunblock harus dioleskan ulang setiap beberapa jam agar bisa melindungi kulit dengan maksimal.

Nah, sudah tahukan bedanya sunscreen sama sunblock? Terus gimana dong cara memilih sunscreen untuk kulit kombinasi? Nah, sebaiknya sih pakai sunscreen yang ringan dan non-greasy.

Setelah saya nyari dari berbagai sumber di internet, akhirnya saya menjatuhkan pilihan pada Biore UV Aqua Rich Watery Essence. Kalau kamu googling sunscreen yang satu ini, pasti akan banyak nemu referensi yang bilang kalau produk dari Jepang ini bagus banget. Saya pun merasa demikian, sejak saya pakai sekitar 2 minggu lalu. Untuk lengkapnya, yuk simak review Biore UV Aqua Rich Watery Essence dari pengalaman saya.

Review Biore UV Aqua Rich Watery Essence
Kesan pertama dari sunscreen ini saat pertama kali dipakai pada kulit kombinasi saya ada efek dingin segar gitu, langsung kering, cepat menyerap ke kulit, enggak bikin kulit saya berminyak (khususnya daerah T-zone), enggak meninggalkan whitecase, dan enggak lengket. Pokoknya pas dipakai, berasa seperti menggunakan pelembap biasa aja. Teksturnya cenderung ringan, agak cair, dan watery. Untuk aromanya, sekilas mirip perpaduan antara alkhohol dan wangi citrus seperti jeruk atau lemon yang menyegarkan dan enggak menyengat. Dari sisi warna isi, putih agak kekuningan.





Cara Pakai
Kalau saya pribadi, biasanya memakai Biore UV Aqua Rich Watery Essence setelah penggunaan pelembap wajah yang khusus untuk kulit kombinasi. Setelah pakai pelembap, saya diamkan dulu sekitar 5 menit agar si pelembap bisa menyerap dengan baik ke kulit wajah. Kemudian, lanjut lagi pakai Biore UV Aqua Rich Watery Essence dan diamkan selama 20 menit agar si sunscreen bisa benar-benar meresap dengan baik. Setelahnya, baru deh pakai bedak atau makeup. Kalau mau cuci muka, wudhu, berenang atau nyemplung-nyemplung di setelahnya, perlu dioleskan lagi ya.

Kemasan
Kemasannya cukup simpel, mudah dibawa kemana-mana alias travel friendly. Sunscreen ini dikemas dalam bentuk tube yang memiliki lubang enggak terlalu kecil dan enggak terlalu besar untuk mengeluarkan produk dari tube. Menggunakan tutup ulir. Sementara warna kemasannya gradasi biru tertulis Biore UV Aqua Rich Watery Essence SPF 50+ PA+++.

Untuk mengeluarkan isi dari sunscreen ini cukup tekan ringan saja ya, jangan terlalu kencang agar tidak keluar kebanyakan. Sayangnya pada bagian belakang kemasannya bagian ingredients maupun keterangan terkait produknya ditulis dalam Bahasa Jepang. Tapi, untungnya kalau di bagian kartonnya ada sih keterangan kegunaan, ingredients-nya gitu.  Makanya sebelum membuang kartonnya, kamu harus baca baik-baik informasi terkait produk, termasuk tanggal kedaluwarsanya. Kalau punya saya, tertera tanggal expired-nya 200920 alias 20 September 2020.




Hasilnya?
Saya sendiri nyaman banget menggunakan sunscreen ini di kulit kombinasi saya.  Enggak ada keluhan apa pun. Produksi minyak di kulit so far normal – normal aja, enggak semakin banyak atau berkurang, enggak bikin pori-pori semakin besar. Meskipun ada kandungan alkohol, tidak membuat kulit saya kering.  Kulit juga lebih lembap, enggak menimbulkan komedo atau jerawat di wajah saya. Saya bisa bilang, sunscreen Bioré UV AQUA Rich Watery Essence akan saya beli lagi kalau nanti sudah habis.

Jadi, bagi kamu yang memiliki kulit kombinasi juga, bisa nih pakai sunscreen ini karena waterbase jadi cenderung ringan, tidak berminyak, tidak lengket, mudah dibaurkan secara merata, dan melembapkan. 

Oh iya, sekadar informasi saya beli Biore UV Aqua Rich Watery Essence di Carrefour dengan harga Rp117.000 dan netto 50gram.

Kelebihan
Meskipun dari harganya lumayan mahal tapi saya pikir sesuai dengan produknya. Sunscreen ini hebat banget. Selain ringan, cepat menyerap, melembapkan, aromanya lembut, SPFnya tinggi dan ada PA++++  tapi dia juga tahan terhadap keringat dan air serta gampang banget dibersihkan dengan facial wash. Tuh, kurang apalagi coba?

Kekurangan
Enggak ada sama sekali hehehhehe. 

Mungkin dari kamu ada yang udah nyoba Biore UV Aqua Rich Watery Essence juga? Gimana pengalamannya? Atau kamu punya rekomendasi lain sunscreen untuk kulit kombinasi? Saya tunggu jawabannya di kolom komentar ya.