Edukasi Interaktif Lewat Pameran Bukan Tentang Sampah
Kenapa Dinamakan Bukan Tentang Sampah?
Ada Apa Saja di Pameran Bukan Tentang Sampah?
Opini Gue
Nada Arini seorang praktisi gaya hidup berkelanjutan dan juga pendiri Sustainable Indonesia sejak 2018. Mbak Nada aktif mengedukasi masyarakat terkait lingkungan,fasilitator workshop, pendampingan sekolah minim sampah, dan konten kreator lingkungan.
Turning point.adalah saat punya anak kok ngerasa kayaknya waktunya habis buat mengerjakan pekerjaan rumah saja. Nah, Mbak Nada jadi mulai berpikir untuk mengurangi barang. Ternyata, banyak sekali manfaat yang bisa dirasakan,yaitu bisa punya banyak waktu buat mengerjakan hal lain.
Nah, dari situ baru sadar ternyata itu juga bagian dari sustainable living. Awalnya kenal minim sampah dari komunitas Homeschooling di mana anak Mbak Nada sekolah homeschooling. Lalu ia ke Bantar Gebang dan menyadari kalo ternyata sampah itu enggak hilang cuma pindah tempat doang.
Mbak Nada ini termasuk yang enggak suka belanja dan enggak suka kseseringan beli baju. Enggak suka juga kelamaan milih-milih di depan lemari buat pake baju apa. Jadi, cara Mbak Nada untuk mempersingkat waktunya adalah menganggap baju-bajunya seperti seragam. Jadinya enggak perlu lama-lama buat siap-siap.
Baju apa yang ngerasa kita pantas ya itu aja yang dipake, enggak usah nanya ahli-ahli. Tips lainnya harus selalu milih atasan yang bisa dipake disituasi apapun, dari ngebon sampai ke acara. Tinggal disesuaikan aja. Kalo mau di rumah tinggal pake bawahan celana pendek, kalo mau ke acara tinggal dipakein celana panjang yang sopan dll.
Kalo mau beli baju, harus dipikirin bisa dipake kemana aja. Pokoknya 1 baju harus dipake di berbagai situasi apapun dan di lemari enggak makan tempat. Jadi yang dilihat fungsinya bukan matching atau enggak.
Kalo kita ngerasa ada beban baju itu-itu aja, kayaknya harus dipertanyakan. Karena pada dasarnya produk-produk yang dipasarkan itu sengaja membuat konsumen merasa ketinggalan, gimana caranya bikin konsumen harus ngerasa kurang kalo belum beli produknya mereka.
Fun fact: Produksi baju sekarang itu kalo dihitung-hitung udah bisa dipake 7 turunan saking banyaknya. Dulu, sebelum produksi pakaian dan brand belum semasif sekarang, musim pakaian baru itu cuma 4, sekarang ada 52 musim. Jadi, tiap minggu brand bnayak yang ngelurarin desain terbaru. Tujuannya bikin konsumen selalu pengen punya baju baru. Wanita itu konsumen paling besar.
Tips Agar Tidak Diperbudak Barang Kita Sendiri
Tips yang diberikan Mbak Nada adalah:
1. Limit pilihan dan perkecil tempat penyimpanan. Jadi Mbak Nada lemarinya gak besar dan itu disengaja. Jadi, kalo ada barang yang gak ada tempatnya, tandanya harus declutter atau barang itu disingkirkan, bukan nambah tempat penyimpanan.
2. Tahu style yang cocok dengan kita itu apa. Prinsipnya itu berpakaianlah yang menurut kita bagus dan nyaman, enggak usah menurut kata orang. Dengan punya prinsip ini kita jadi gak gampang tergoda dengan tren yang gak ada habisnya.
Di sesi selanjutnya ada Kak Aisyah Winna yang founder dari Bersih Bersih Lemari dan juga pendidik sekaligus peggiat inklusifitas sejak 2015. Mbak Aisyah ini bukan hanya concern terhadap sustainability, tapi juga orang-orang berkebutuhan khusus.
Bersi Bersi Lemari merupakan organisasi yang berfokus bukan hanya recycle tapi juga upcycle. Dan usahanya ini juga melibatkan teman-teman disabilitas.
Zaman sekarang apa sih pekerjaan yang gak mengandalkan Canva? Mau bikin CV yang kreatif aja pasti tujuan utama orang-orang membuka website yang dibuat Melanie Perkins ini. Memang sih paket lengkap ya, mau bikin desain apa saja ada. Memudahkan orang yang gak bisa desain sama sekali.
Tapi, secanggih-canggih sebuah platform, kalo kita sebagai penggunanya gak terus update sama fitur yang dihadirkan, ya jadinya sayang aja. Menurut saya, Canva meskipun menyediakan template siap pakai, tapi sebagai user kita harus terus ngulik biar desain yang dibikin gak membosankan dan beda dari yang sudah ada.
Nah, beruntungnya saya bergabung dengan komunitas yang selalu ngasih ilmu ke anggotanya yaitu Indonesian Social Blogpreuner. Salah satu sarana yang diberikan adalah #ISBWORKSHOP Level Up Your Blog with Visual Communication yang diisi oleh Mbak Tuty Queen di Kamis 12 Juni 2025 lalu.
Mbak Tuty Queen adalah seorang blogger, Digital Creator, dan Canvassador. Beliau spesialisasi-nya lebih ke desain infografis, template, buku, e-book, dan ilustrasi. Fun fact, Mbak Tuty ini gak punya basic ilmu desain lho. Benar-benar skill desain di Canva ia pelajari secara otodidak khususnya saat pandemi.
Ada banyak insight yang saya dapat dari mengikuti workshop ini. Biar ilmunya gak lupa, saya bakal tulis biar kamu juga ikutan belajar juga!
Elemen Penting yang Biasa Mbak Tuty Pakai di Canva
- Bermain di warna
- Typography
- Layout
Bermain warna
- Untuk color palette sendiri ada perbedaan untuk Canva yang pro dan yang free. Keuntungan bagi pengguna Canva berbayar bisa membuat sendiri color palette yang diinginkan. Sedangkan buat yang pengguna free terbatas hanya bisa menggunakan Color Palette yang disediakan Canva. Cara mengaksesnya ada di bagian menu Design di sebelah kiri, lalu nanti tersedia pilihan ada Layout, Template, dan Style. Kita bisa pilih yang Style lalu akan muncul menu Color Palette.
- Color Wheel. Color wheel di Canva memiliki banyak pilihan kombinasi warna, contohnya monokrom yaitu satu warna memiliki turunan warna yang sama. Lalu ada complementary yaitu warna yang bersebrangan. Biasanya hasilnya lebih kontras.
- Copy style. Maksudnya adalah menyalin warna dari satu elemen ke elemen lain.
- Apply colors to page. Mau mengambil warna dari elemen foto yang ada dalam desain. Misalnya kita sudah punya foto dan ingin warna desain kita sama seperti foto tersebut. Caranya klik aja foto, klik titik 3, paling bawah itu ada Apply colors to page. Jadi nanti otomatis warna dari elemen foto yang kita tambahkan akan mengubah desain yang ada.
- Color Picker. Dengan color picker kita bisa memilih warna dari image, text, atau elemen lain dalam desain.
Typography (Font)
Layout
Manfaatkan Template Canva Buat yang Gak Bisa Bikin Desain dari Nol
Sangat Tidak Disarankan untuk 100 Persen Menggunakan Elemen yang Sudah Ada
![]() |
| Sumber foto: www.pinktravelogue.com |
Sabtu, 22 Februari 2025 saya mengikuti acara Mini Talk Show bertema Hari Peduli Sampah Nasional 2025: Kurangi Sampah, Maksimalkan Manfaat! yang merupakan salah satu rangkaian dari acara Tukar Baju dari komunitas Zero Waste Indonesia.
Ada 3 narasumber yaitu Irene Komala (Content Creator @pinktravelogue ), Shifa Nuraini Khairi (Corporate Communication @donasibarang), dan Tiara Laraswati (Program Coordinator#TukarBaju, Zero Waste Indonesia) Dimoderatori oleh Fanani dari #TukarBaju
Tukar Baju sendiri sudah berjalan mulai tahun 2019 dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang apa yang kita pakai sehari-hari termasuk salah satunya adalah pakaian bisa menjadi sampah.
Nah, daripada pakaian yang ada di lemari langsung menjadi sampah padahal masih bisa digunakan, maka kenapa tidak saling bertukar saja dengan orang lain? Yang bertukar sama-sama untung punya "baju baru" dan yang lama bisa diperpanjang usia pakainya.
Jadi, kalo bosan dengan baju yang ada di lemari, nggak perlu baju baru. Namun, dalam bertukar baju pastinya ada ketentuan ya. Misalnya kondisi pakaian masih layak pakai, tidak lusuh, bersih, tidak bernoda, dan tidak ketinggalan zaman. Pakaian yang akan ditukarkan akan dicek dan dikurasi saat acara berlangsung.
Sedangkan Donasi Barang merupakan lembaga sosial bagi siapa saja yang punya permasalahan terhadap barang-barang yang sudah tidak terpakai di rumahnya. Mereka punya jargon adalah sisa-sisa tak selalu sia-sia. Jadi, barang di rumah yang sudah tidak terpakai lagi bisa diperpanjang usia dan manfaat barangnya. Caranya beragam, ada yang dikelola lagi, dijual, maupun disalurkan.
Kenapa Fashion Berkelanjutan Itu Penting? dan Apa Dampaknya Buat Lingkungan?
Menurut Kak Tiara yang namanya sustainability itu berkaitan dengan jangka panjang. Dari proses pembuatan pakaian, barang, atau apapun juga mempunyai proses. Kalo kita memilih sesuatu dengan tidak bijak, pasti akan mempengaruhi berbagai isu. Mulai dari isu lingkungan, kemanusiaan, dll.
Contohnya kejadian di Pabrik Garmen Rana Plaza di Bangladesh tahun 2013 menewaskan 1000 karyawan lebih dan membuat bangunannya hancur. Ternyata pabrik tersebut juga bekerja di gedung yang ilegal dan sangat child labour, bayarannya juga tidak adil. Itu terjadi karena perusahaan hanya ingin mengeruk profit tapi tidak memperhatikan kesejahteraan karyawan dan kualitas dari si pakaian yang dibuat.
Sedangkan kalo kita memulai sebuah produksi baju atau barang dengan proses yang panjang, dipikirkan secara matang, dan memperhatikan berbagai aspek lingkungan, kemanusiaan, dan lain-lain, jadinya produk yang dihasilkan bisa lebih long lasting, perusahaan juga tidak semena-mena pada karyawan, lingkungan juga tidak akan rusak. Makanya sebaiknya yuk kita mulai untuk berkonsumsi secara berkesadaran.
Baca juga: Lyfe with Less Meet Up: Sustainable and Minimalist, Why Not?
Kalo Kita Nggak Hidup Berkesadaran Akan Merugikan Diri Kita Sendiri dan Banyak Orang
Standar Kelayakan untuk yang Ingin Memberikan Barang ke Donasi Barang
Masih layak pakai dan bersih
Bukan pakaian dalam atau baju tidur
Tidak kusam, luntur, melar
Sebaiknya Kapan Sih Kita Mendonasikan Barang Khususnya Pakaian?
Kalo Mau Pake Baju Baru saat Traveling, Salah Nggak Sih?
Bagaimana Mengontrol Komen dari Netizen tentang Baju yang Dipakai Sama Terus?
Bagaimana Tanggapan Brand Fast Fashion yang Punya Program Sustainable Fashion?
Sebelum Beli Baju Coba Pikirkan Ini Dulu
Bagaimana Caranya Melepaskan Barang Sentimentil agar Bisa Diperpanjang Usia Pakainya?
![]() |
| Instagram BBBBook Club |
Ngomongin apa aja?
Di bulan ramadan potensi-potensi konsumsi berlebihan apa aja sih dan apa yang bisa kita lakukan. Serta ada gak sih hubungannya pola konsumsi kita dengan perubahan iklim.
Narasumber: DK Wardhani (Penulis buku, pegiat komunitas, dan gaya hidup berkelanjutan yang juga seorang ibu dari 2 anak kembar dan 7 tahun menjalani home schooling. Lulusan arsitek ITB ) dan Romauli Panggabean (Knowledge Generation Lead) Koalisi Sistem Pangan Lestari, dipandu oleh Rewina Ika Pratiwi (BBBBook Club).
Koalisi sistem pangan lestari merupakan bagian dari Food and Land Use Coalition (FOLU) yang merupakan inistif global yang bekerjasama dengan para mitra guna mentransformasi sistem pangan dan tata guna lahan dunia melalui penyusunan solusi berbasis science dan aksi kolektif. Indonesia jadi salah satu negara pelopor inisiatif ini. Bekerjasama dengan kolumbia, cina, india, Australia, negara nordik lain dan inggris.
WRI (World Resource Institute Indonesia) berperan sebagai sekretariat yang bertanggung jawab untuk membangun kepercayaan ini dan juga kerjasama kolaboratif antara para pemangku kepentingan di Indonesia.















