Edukasi Interaktif Lewat Pameran Bukan Tentang Sampah
Kenapa Dinamakan Bukan Tentang Sampah?
Ada Apa Saja di Pameran Bukan Tentang Sampah?
Opini Gue
Nada Arini seorang praktisi gaya hidup berkelanjutan dan juga pendiri Sustainable Indonesia sejak 2018. Mbak Nada aktif mengedukasi masyarakat terkait lingkungan,fasilitator workshop, pendampingan sekolah minim sampah, dan konten kreator lingkungan.
Turning point.adalah saat punya anak kok ngerasa kayaknya waktunya habis buat mengerjakan pekerjaan rumah saja. Nah, Mbak Nada jadi mulai berpikir untuk mengurangi barang. Ternyata, banyak sekali manfaat yang bisa dirasakan,yaitu bisa punya banyak waktu buat mengerjakan hal lain.
Nah, dari situ baru sadar ternyata itu juga bagian dari sustainable living. Awalnya kenal minim sampah dari komunitas Homeschooling di mana anak Mbak Nada sekolah homeschooling. Lalu ia ke Bantar Gebang dan menyadari kalo ternyata sampah itu enggak hilang cuma pindah tempat doang.
Mbak Nada ini termasuk yang enggak suka belanja dan enggak suka kseseringan beli baju. Enggak suka juga kelamaan milih-milih di depan lemari buat pake baju apa. Jadi, cara Mbak Nada untuk mempersingkat waktunya adalah menganggap baju-bajunya seperti seragam. Jadinya enggak perlu lama-lama buat siap-siap.
Baju apa yang ngerasa kita pantas ya itu aja yang dipake, enggak usah nanya ahli-ahli. Tips lainnya harus selalu milih atasan yang bisa dipake disituasi apapun, dari ngebon sampai ke acara. Tinggal disesuaikan aja. Kalo mau di rumah tinggal pake bawahan celana pendek, kalo mau ke acara tinggal dipakein celana panjang yang sopan dll.
Kalo mau beli baju, harus dipikirin bisa dipake kemana aja. Pokoknya 1 baju harus dipake di berbagai situasi apapun dan di lemari enggak makan tempat. Jadi yang dilihat fungsinya bukan matching atau enggak.
Kalo kita ngerasa ada beban baju itu-itu aja, kayaknya harus dipertanyakan. Karena pada dasarnya produk-produk yang dipasarkan itu sengaja membuat konsumen merasa ketinggalan, gimana caranya bikin konsumen harus ngerasa kurang kalo belum beli produknya mereka.
Fun fact: Produksi baju sekarang itu kalo dihitung-hitung udah bisa dipake 7 turunan saking banyaknya. Dulu, sebelum produksi pakaian dan brand belum semasif sekarang, musim pakaian baru itu cuma 4, sekarang ada 52 musim. Jadi, tiap minggu brand bnayak yang ngelurarin desain terbaru. Tujuannya bikin konsumen selalu pengen punya baju baru. Wanita itu konsumen paling besar.
Tips Agar Tidak Diperbudak Barang Kita Sendiri
Tips yang diberikan Mbak Nada adalah:
1. Limit pilihan dan perkecil tempat penyimpanan. Jadi Mbak Nada lemarinya gak besar dan itu disengaja. Jadi, kalo ada barang yang gak ada tempatnya, tandanya harus declutter atau barang itu disingkirkan, bukan nambah tempat penyimpanan.
2. Tahu style yang cocok dengan kita itu apa. Prinsipnya itu berpakaianlah yang menurut kita bagus dan nyaman, enggak usah menurut kata orang. Dengan punya prinsip ini kita jadi gak gampang tergoda dengan tren yang gak ada habisnya.
Di sesi selanjutnya ada Kak Aisyah Winna yang founder dari Bersih Bersih Lemari dan juga pendidik sekaligus peggiat inklusifitas sejak 2015. Mbak Aisyah ini bukan hanya concern terhadap sustainability, tapi juga orang-orang berkebutuhan khusus.
Bersi Bersi Lemari merupakan organisasi yang berfokus bukan hanya recycle tapi juga upcycle. Dan usahanya ini juga melibatkan teman-teman disabilitas.
Zaman sekarang apa sih pekerjaan yang gak mengandalkan Canva? Mau bikin CV yang kreatif aja pasti tujuan utama orang-orang membuka website yang dibuat Melanie Perkins ini. Memang sih paket lengkap ya, mau bikin desain apa saja ada. Memudahkan orang yang gak bisa desain sama sekali.
Tapi, secanggih-canggih sebuah platform, kalo kita sebagai penggunanya gak terus update sama fitur yang dihadirkan, ya jadinya sayang aja. Menurut saya, Canva meskipun menyediakan template siap pakai, tapi sebagai user kita harus terus ngulik biar desain yang dibikin gak membosankan dan beda dari yang sudah ada.
Nah, beruntungnya saya bergabung dengan komunitas yang selalu ngasih ilmu ke anggotanya yaitu Indonesian Social Blogpreuner. Salah satu sarana yang diberikan adalah #ISBWORKSHOP Level Up Your Blog with Visual Communication yang diisi oleh Mbak Tuty Queen di Kamis 12 Juni 2025 lalu.
Mbak Tuty Queen adalah seorang blogger, Digital Creator, dan Canvassador. Beliau spesialisasi-nya lebih ke desain infografis, template, buku, e-book, dan ilustrasi. Fun fact, Mbak Tuty ini gak punya basic ilmu desain lho. Benar-benar skill desain di Canva ia pelajari secara otodidak khususnya saat pandemi.
Ada banyak insight yang saya dapat dari mengikuti workshop ini. Biar ilmunya gak lupa, saya bakal tulis biar kamu juga ikutan belajar juga!
Elemen Penting yang Biasa Mbak Tuty Pakai di Canva
- Bermain di warna
- Typography
- Layout
Bermain warna
- Untuk color palette sendiri ada perbedaan untuk Canva yang pro dan yang free. Keuntungan bagi pengguna Canva berbayar bisa membuat sendiri color palette yang diinginkan. Sedangkan buat yang pengguna free terbatas hanya bisa menggunakan Color Palette yang disediakan Canva. Cara mengaksesnya ada di bagian menu Design di sebelah kiri, lalu nanti tersedia pilihan ada Layout, Template, dan Style. Kita bisa pilih yang Style lalu akan muncul menu Color Palette.
- Color Wheel. Color wheel di Canva memiliki banyak pilihan kombinasi warna, contohnya monokrom yaitu satu warna memiliki turunan warna yang sama. Lalu ada complementary yaitu warna yang bersebrangan. Biasanya hasilnya lebih kontras.
- Copy style. Maksudnya adalah menyalin warna dari satu elemen ke elemen lain.
- Apply colors to page. Mau mengambil warna dari elemen foto yang ada dalam desain. Misalnya kita sudah punya foto dan ingin warna desain kita sama seperti foto tersebut. Caranya klik aja foto, klik titik 3, paling bawah itu ada Apply colors to page. Jadi nanti otomatis warna dari elemen foto yang kita tambahkan akan mengubah desain yang ada.
- Color Picker. Dengan color picker kita bisa memilih warna dari image, text, atau elemen lain dalam desain.
Typography (Font)
Layout
Manfaatkan Template Canva Buat yang Gak Bisa Bikin Desain dari Nol
Sangat Tidak Disarankan untuk 100 Persen Menggunakan Elemen yang Sudah Ada
![]() |
| Sumber foto: www.pinktravelogue.com |
Sabtu, 22 Februari 2025 saya mengikuti acara Mini Talk Show bertema Hari Peduli Sampah Nasional 2025: Kurangi Sampah, Maksimalkan Manfaat! yang merupakan salah satu rangkaian dari acara Tukar Baju dari komunitas Zero Waste Indonesia.
Ada 3 narasumber yaitu Irene Komala (Content Creator @pinktravelogue ), Shifa Nuraini Khairi (Corporate Communication @donasibarang), dan Tiara Laraswati (Program Coordinator#TukarBaju, Zero Waste Indonesia) Dimoderatori oleh Fanani dari #TukarBaju
Tukar Baju sendiri sudah berjalan mulai tahun 2019 dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang apa yang kita pakai sehari-hari termasuk salah satunya adalah pakaian bisa menjadi sampah.
Nah, daripada pakaian yang ada di lemari langsung menjadi sampah padahal masih bisa digunakan, maka kenapa tidak saling bertukar saja dengan orang lain? Yang bertukar sama-sama untung punya "baju baru" dan yang lama bisa diperpanjang usia pakainya.
Jadi, kalo bosan dengan baju yang ada di lemari, nggak perlu baju baru. Namun, dalam bertukar baju pastinya ada ketentuan ya. Misalnya kondisi pakaian masih layak pakai, tidak lusuh, bersih, tidak bernoda, dan tidak ketinggalan zaman. Pakaian yang akan ditukarkan akan dicek dan dikurasi saat acara berlangsung.
Sedangkan Donasi Barang merupakan lembaga sosial bagi siapa saja yang punya permasalahan terhadap barang-barang yang sudah tidak terpakai di rumahnya. Mereka punya jargon adalah sisa-sisa tak selalu sia-sia. Jadi, barang di rumah yang sudah tidak terpakai lagi bisa diperpanjang usia dan manfaat barangnya. Caranya beragam, ada yang dikelola lagi, dijual, maupun disalurkan.
Kenapa Fashion Berkelanjutan Itu Penting? dan Apa Dampaknya Buat Lingkungan?
Menurut Kak Tiara yang namanya sustainability itu berkaitan dengan jangka panjang. Dari proses pembuatan pakaian, barang, atau apapun juga mempunyai proses. Kalo kita memilih sesuatu dengan tidak bijak, pasti akan mempengaruhi berbagai isu. Mulai dari isu lingkungan, kemanusiaan, dll.
Contohnya kejadian di Pabrik Garmen Rana Plaza di Bangladesh tahun 2013 menewaskan 1000 karyawan lebih dan membuat bangunannya hancur. Ternyata pabrik tersebut juga bekerja di gedung yang ilegal dan sangat child labour, bayarannya juga tidak adil. Itu terjadi karena perusahaan hanya ingin mengeruk profit tapi tidak memperhatikan kesejahteraan karyawan dan kualitas dari si pakaian yang dibuat.
Sedangkan kalo kita memulai sebuah produksi baju atau barang dengan proses yang panjang, dipikirkan secara matang, dan memperhatikan berbagai aspek lingkungan, kemanusiaan, dan lain-lain, jadinya produk yang dihasilkan bisa lebih long lasting, perusahaan juga tidak semena-mena pada karyawan, lingkungan juga tidak akan rusak. Makanya sebaiknya yuk kita mulai untuk berkonsumsi secara berkesadaran.
Baca juga: Lyfe with Less Meet Up: Sustainable and Minimalist, Why Not?
Kalo Kita Nggak Hidup Berkesadaran Akan Merugikan Diri Kita Sendiri dan Banyak Orang
Standar Kelayakan untuk yang Ingin Memberikan Barang ke Donasi Barang
Masih layak pakai dan bersih
Bukan pakaian dalam atau baju tidur
Tidak kusam, luntur, melar
Sebaiknya Kapan Sih Kita Mendonasikan Barang Khususnya Pakaian?
Kalo Mau Pake Baju Baru saat Traveling, Salah Nggak Sih?
Bagaimana Mengontrol Komen dari Netizen tentang Baju yang Dipakai Sama Terus?
Bagaimana Tanggapan Brand Fast Fashion yang Punya Program Sustainable Fashion?
Sebelum Beli Baju Coba Pikirkan Ini Dulu
Bagaimana Caranya Melepaskan Barang Sentimentil agar Bisa Diperpanjang Usia Pakainya?
![]() |
| Instagram BBBBook Club |
Ngomongin apa aja?
Di bulan ramadan potensi-potensi konsumsi berlebihan apa aja sih dan apa yang bisa kita lakukan. Serta ada gak sih hubungannya pola konsumsi kita dengan perubahan iklim.
Narasumber: DK Wardhani (Penulis buku, pegiat komunitas, dan gaya hidup berkelanjutan yang juga seorang ibu dari 2 anak kembar dan 7 tahun menjalani home schooling. Lulusan arsitek ITB ) dan Romauli Panggabean (Knowledge Generation Lead) Koalisi Sistem Pangan Lestari, dipandu oleh Rewina Ika Pratiwi (BBBBook Club).
Koalisi sistem pangan lestari merupakan bagian dari Food and Land Use Coalition (FOLU) yang merupakan inistif global yang bekerjasama dengan para mitra guna mentransformasi sistem pangan dan tata guna lahan dunia melalui penyusunan solusi berbasis science dan aksi kolektif. Indonesia jadi salah satu negara pelopor inisiatif ini. Bekerjasama dengan kolumbia, cina, india, Australia, negara nordik lain dan inggris.
WRI (World Resource Institute Indonesia) berperan sebagai sekretariat yang bertanggung jawab untuk membangun kepercayaan ini dan juga kerjasama kolaboratif antara para pemangku kepentingan di Indonesia.
Food Waste yang Bisa Kita Hasilkan di Bulan Ramadan
Sampah Naik saat Bulan Puasa, Kok Bisa?
Ada Fatwa MUInya
Peristiwa TPA Leuwigajah Jadi Salah Satu Ledakan Sampah Terbesar di Dunia
Sampah adalah Sisa Konsumsi Manusia yang Tidak Terkelola
Kiat Ramadan Hijau
Apa benar perempuan dan anak-anak jadi yang paling rentan terkena dampak buruk dari adanya perubahan iklim? Jawaban dari pertanyaan tersebut saya dapatkan dari mengikuti webinar "Sustainable Futures : Young Woman Leading Climate Action" yang diadakan oleh komunitas Women's Empowerment Indonesia (WEI).
Dalam webinar tersebut mengundang Aeshnina Azzahra Aqilani aktiviis muda Indonesia yang sering dijuluki sebagai Greta Thunberg-nya Indonesia. Pada tahun 2019 ia bersama rekan-rekannya membuat komunitas River Warrior Indonesia.
Nina juga pernah menulis surat yang dikirim langsung ke para pemimpin negara khususnya Eropa. ia juga pernah menjadi pembicara pada Plastic Health Summit 2021 di Amsterdam. Di 2024 ini Nina juga diundang pelaksaann dalam konferensi PBB dalam bidang lingkungan yaitu di Sesi keempat Komite Perundingan Antar Pemerintah (INC-4) di Ottawa Kanada.
Sungai Dijadikan Tempat Sampah Oleh Banyak Orang
Dari sejak dulu, sungai sudah dianggap tempat sampah oleh banyak orang. Padahal sungai sebagai sumber kehidupan, minum dan mandi di Sungai. Sayangnya industri dan masyarakat sering sekali membuang sampah dan limbah ke situ, tapi pemerintah seakan diam saja dan tidak memprioritaskan masalah sungai.
Apa Hubungannya Perubahan Iklim dan Plastic Sekali Pakai?
Ternyata pembuatan plastik sendiri dari awal sudah menimbulkan banyak masalah. Seperti yang kita tahu pembuatan plastik dari minyak bumi yang diekstraksi
untuk membuat plastilk sudah banyak menghasilkan gas rumah kaca yang
menyebabkan perubahan iklim. Ekstraksi membutuhkan banyak sekali tenaga, energi, dan gas. Itu semua menghasilkan polusi dari pengambilan minyak bumi.
Plastik 99% terbuat dari minyak bumi, lho dan di dalamnya juga
mengandung racun serta zat adiktif. Untuk membuat berbagai macam plastik, minyak
bumi dicampur dengan banyak sekali zat racun kimia. Yang sudah diketahui
sekarang cuma sekitar 6000 racun. Faktanya racun untuk membuat plastik ada
lebih dari 10.000.
Di dalam 1 plastik ada puluhan ribu racun dan plastik tersebut kita konsumsi sehari-hari dengan cara kita pakai minum, makan, dari baju yang kita gunakan dan lain-lain. Jadi, dari awal diekstraksi, lalu diproduksi, dicampur dengan racun-racun,
dicetak, dijual, dan akhirnya dibuang.
Dari proses pembuatan hingga akhirnya plastik dibuang akan menyebabkan kerusakan keseimbangan alam
dan memberikan dampak bagi kita manusia.
Belum lagi ketika sampah dibakar, kandungan racun yang ada di dalam plastik akan lepas ke udara. Udara dihirup oleh manusia dan hewan, jadilah racun-racun
masuk ke tubuh kita dan ke hewan yang kita konsumsi.
Saat membakar plastik, proses tersebut akan melepas dioksin. Dioksin dianggap sebagai polutan abadi karena dia nggak akan hilang, nggak akan terurai, dan akan terus ada di udara, air, dan tanah, selamanya akan ada di tubuh dan paru-paru kita. Membakar plastik juga bisa melepas racun yang menyebabkan kanker payudara.
Contoh nyata kalo kandungan dioksin itu nggak akan hilang adalah tragedi agent orange di Vietnam.
Daur Ulang Bukan Solusi
Nah ini nih yang baru saya tahu, faktanya secara global sampah yang bisa didaur ulang cuma 9% dan kebanyakan sampah yang didaur ulang gak upcycle. Misalnya selama ini yang kita tahu recycle itu kayak dari sampah botol direcycle jadi botol lagi. Sama kualitasnya.
Faktanya itu terjadi cuma 2% aja. Yang lainnya kebanyakan di-downcycle, jadi dari botol dijadikan plastik kresek, dari kursi dijadikan sedotan. Jadi kualitasnya menurun dan harga jualnya juga murah banget. Recycle ini bukan sesuatu yang diprioritaskan.
Kita bisa lihat dari zero waste hierarchy kalo urutannya adalah reduce, reuse, recycle. Recycle-nya
terakhir dan yang harus kita utamakan adalah reduce dan reuse. Bahkan di negara
maju, mereka nggak mau me-recycle sampahnya sendiri. Akhirnya mereka
mengirimkan sampah mereka ke negera berkembang seperti di Indonesia untuk didaur
ulang.
Baca juga: Dari Diri untuk Bumi: Refleksi Perjalanan Merawat Lingkungan Pascahari Bumi
Perempuan Paling Banyak yang Terdampak Perubahan Iklim
Dari sampah plastik bisa menyebabkan kerusakan pada kesehatan perempuan. beberapa di antaranya ada kanker, mengganggu imun, gagal janin, keguguran, reproduksi, endokrin sistem. Dalam plastic itu ada racun namanya Endocrine Disrupting Chemicals (EDCs) yang bisa membuat perempuan jadi rentan karena racun ini menyerang reproduksi dan hormon.
Sekarang banyak anak 4 SD yang sudah haid, bisa aja ini disebabkan karena terlalu banyak terpapar EDC ini. Kalo dulu sih saya menstruasi setelah lulus SD usia 12 tahun. Masih normal lah ya.
Mikroplastik
Mikroplastik adalah pecahan-pecahan dari plastik. Kalo gajah mati meninggalkan gading, manusia mati meninggalkan sampah plastik. Tapi bentuknya nggak sempurna, berubah menjadi pecahan kecil-kecil.
Bahayanya kalo mikroplastik sudah lepas ke lingkungan, misalnya kita buang botol plastik ke sungai, lalu terkena panas matahari, terbawa arus, angin, terbentur benda di sungai, faktor usia juga dia udah lama di sungai, nah plastik akan menjadi mikroplastik.
Mikroplastik ini akan menyerap polutan-polutan yang ada di sekitar dia seperti magnet. Kalo di sungai misal, ada detergent, limbah industri, logam berat, itu semua nempel dan terikat ke mikroplastik.
Sedangkan ikan tinggal makan aja tuh mikroplastik yang masuk ke lautan. Ketika mikroplastik masuk ke tubuh ikan, racun di mikroplastik akan lepas semua di tubuh ikan. Racun akan menyebar ke daging-daging ikan.
Mikroplastik sudah ada di feses, di pembuluh darah, di otak, di ASI, di plasenta. Mikroplastik kalo udah masuk ke tubuh bisa menurunkan IQ dan respon imun pada anak. Kelompok yang paling rentan terkena polusi adalah perempuan dan anak-anak. Mengganggu fungsi hormon, memicu diabetes, dan autism.
Mikroplastik dapat mengendap dan menyebabkan iritasi pada
organ kita, menaikkan kolesterol dan memicu obesitas, dan menahan distribusi
darah ke organ tubuh, menyebabkan batekri infeksius, menurunkan kualitas dan
jumlah sperma hingga kanker prostat, mempercepat menstruasi, menopause,
menurunkan kesuburuan, dan mengganggu kehamilan.
Yang kiri atas adalah fragmen yang keras dari botol, ember,
yang bawah itu filamen bentuknya lembaran kayak kresek, yang kanan bawah itu
adalah fiber dari baju kita (Poliester, nilon, spandek adalah bahan yang
terbuat dari plastik). Bahan-bahan ini kalo kita cuci, terkena panas matahari,
bergesekan itu akan lepas mikroplastiknya. Makanya, disarankan membeli pakaian dari
bahan katun.
Yang kanan atas, itu pellet atau microbeads itu ada di dalam
skincare, odol, body scrub, handsanitizer, sengaja diciptakan industri.
Mikroplastik itu bisa menyerap masuk ke dalam tubuh kita.
Apa Solusi yang Efektif?
Menggunakan aplikasi Beat The Microbead
Aplikasi ini bisa mengscan komposisi skincare dan produk kulit lainnya untuk mendeteksi kandungan mikroplastik di dalamnya. Nina menyarankan untuk menginstal aplikasi ini agar bisa memudahkan kita mengecek apa saja brand yang ternyata mengandung mikroplastik.
Close The Tap
Jadi, selama ini produksi plastik itu gambarannya kayak keran air
yang terus mengalir terus sampai banjir sampai tumpah-tumpah. Meskipun ada daur
ulang, beach clean up, ecobrick sama kayak kita ngepel air kerannya yang
banjir. Emang membersihkan, tapi gak efektif karena hanya akan membuat kita
terus menerus membersihkan sampai tiada akhir, akan kotor lagi dan lagi. Jadi
percuma.
Jadi yang harus diprioritaskan adalah close the tap. Yang
perlu kita dorong adalah pemerintah dan produsen untuk mengurangi atau
membatasi produksi plastic sekali pakai.
Sesuai dengan zero waste hierarchy, yang pertama pemerintah dan produsen untuk redesign atau pelarangan. Konsumen- mengurangi penggunaan sekali pakai, reuse menggunakan bahan yang layak digunakan seperti kaca dan stainless.
Mengolah sampah organic. Sampah terbanyak orang Indonesia adalah organik. 70 persen sampah kita adalah organik. Kita sebagai masyarakat bisa mengolah organik sendiri dengan mengompos. Sebaiknya setiap rumah itu mulai memisahkan sampah organik, anorganik, dan e-waste. Ini adalah cara simple yang bisa dilakukan.
Zero Waste Itu Bukan Tidak Sama Sekali Menghasilkan Sampah
Banyak yang salah mengartikan kata zero waste. Yang dimaksud dari kata-kata ini adalah kita berusaha mengurangi sampahnya, karena pada dasarnya memang tidak mungkin manusia tidak menghasilkan sampah sama sekali. Nina merekomendasikan untuk jajan menggunakan wadah yang dari besi atau kayu.
Emang kalo pake wadah guna ulang kadang bikin orang malas untuk membawanya, dan langsung mencucinya, tapi ini adalah habit yang sangat bermanfaat untuk jangka panjang. Lakukan dari diri sendiri, lakukan sekarang, dan lakukan secara terus menerus.
Kenapa itu penting? Semua orang berhak tinggal di lingkungan yang bersih, sehat,
kita berhak menghirup udara bersih, minum air yang bersih, bermain disungai, pantai yang indah. Jadi jangan sampai hak kita dirampas oleh produsen dan
pemerintah yang kurang tegas atau siapa pun yang hanya memikirkan profit tanpa
planet.
Tantangan Menjadi Aktivis Lingkungan
Plastik itu nggak kita rasakan dampaknya secara instan, beda kayak sakit batuk misalnya hari ini kita minum es, besok langsung batuk. Dampaknya sangat lama bisa tahunan dan mematikan. Sedangkan para aktivis lingkungan ini hidup seperti minoritas di mana belum banyak orang yang aware akan lingkungan.
Jadi, tantangannya adalah mengedukasi orang-orang akan bahaya plastik, tapi plastik masih terus menerus diproduksi. Namun, menurut Nina, cara ampuh buat menginfluence orang adalah dengan mencontohkan terus.
Peran Orang Tua Nina Mengencourage dan Menginfluence untuk Berani Speak up, Bikin Organisasi, dan Action.
Masuk ke sesi QnA saya menanyakan peran orang tua Nina, bagaimana cara parenting-nya. Ternyata Nina ini adalah anak dari Prigi Arisandi seorang aktivis lingkungan dan biologist. Beliau juga founder dari Ecoton Foundation yang merupakan organisasi konservasi yang peduli dengan permasalahan sungai di Indonesia. Ibunya pun sama juga aktivis lingkungan dan biologist.
Dari Nina belum sekolah selalu dibawa ke sungai, gunung, hutan, dan oantai untuk melakukan penelitian. Orang tuanya juga selalu mendidik dengan cara lead by example, tunjukkin aja tapi gak usah dipaksa dan yang paling penting dikenalkan sejak dini.
Pandangan Nina terhadap TPA Bantar Gebang di Jakarta
Ada peserta lain yang bertanya bagaimana pandangan Nina di Bantar Gebang sampahnya sudah menumpuk dan banyak, pekejanya pun sudah membaur dengan sampah dan tidak memakai alat yang memadai seperti masker, sarung tangan dan alat proper, makan siang dengan suasana sampah yang menumpuk.
Menurut Nina kita nggak bisa bisa menyalahkan masyarakat juga. Karena kalo mereka nggak ada tempat sampahnya mau gimana? Seharunya pemerintah daerah itu sudah menyediakan tps 3R yang memadai dan menyeluruh sehingga semua desa punya tpsnya masing-masing. Saya juga setuju dengan pendapat Nina ini.
Memang seharusnya semua petugas yang ada di Bantar Gebang menggunakan pengaman seperti masker, sarung tangan, sepatu yang proper dan lain-lain. Namun, masyarakat sendiri suka ngeyel dan dari pemerintah maupun pihak pengelola Bantar Gebangnya sendiri tidak menyediakan alat yang proper.
Sebagai masyarakat kita bisa menyuarakan misalnya dengan memfoto dan mengirimkan surat ke pemerintah daerah untuk bisa segera diprioritaskan.





















