Mengenal Sistem Pangan di Balik Piring Kita - Buibu Berdaya untuk Bumi dari Literasi Jadi Aksi

 




Pernah terpikir enggak berapa sih biaya makan kita sebagai individu sebenarnya? 

Sebenarnya harga makanan yang mahal itu adalah dampak dari sistem pangan kita secara luas. Jadi, sistem pangan kita itu tidak cuma saat makanannya sampai di depan mata kita saja, tapi dari awal di mulai dari ditanam, diproduksi pake apa aja, apakah harus ada bahan yang diimpor seperti pupuk, pestisida, airnya berapa banyak, siapa yang mendistribusikan, lalu sampai ke kita, hingga pengolahan sampahnya bagaimana. 

Proses itu semua punya dampak dan biaya yang harganya lebih besar dari apa yang kita bayarkan setiap harinya. Tapi, dari mana sih harga yang lebih besar, toh kita ngerasanya bayar juga segitu-segitu aja. Kita bayar di aspek kesehatan, lingkungan, dan sosial. Dan yang paling besar itu kita bayarkan di aspek lingkungan. 

Jadi, sistem pangan kita di mana kita bisa beli macam-macam makanan itu dipengaruhi sistem. Apa sih yang tersedia di pasar, apa yang terjual di supermarket, apa sih yang seharusnya kita makan, sampai kenapa sih orang Indonesia terbiasa makan nasi. Itu adalah bagian dari dampak kebijakan yang sudah berlaku dari tahun-tahun lalu, sehingga semua pulau di Indonesia kenalnya makanan utama karbohidrantnya hanya nasi. Makanya sampai ada istilah kalau belu makan nasi kayak belum makan. Padahal bisa jadi pulau-pulau itu awalnya tidak memproduksi beras. 

Tapi kemudian karena kebijakan dan ketersediaan di pasar hanya beras, jadi semua daerah mengonsumsi beras. Begitupun dengan sayuran, rasanya yang dijual di pasar sayurnya itu -itu saja. 

Contohnya tadi dibilangkan kalo dengan sistem pangan kita sekarang masyarakatnya membayar lewat kesehatan, dalam bentuk apa? Jadi, dari cara kita memilih makanan,memproses makanan itu enggak jarang  yang menyebabkan Triple burden of malnutrition yaitu Kelebihan Gizi (Overnutrition), Kekurangan Gizi (Undernutrition), dan Kekurangan Mikronutrien (Hidden Hunger). 
Mengalami hal-hal itu bisa membuat produktivitas berkurang apalagi di masa depan. 

Belum lagi polusi udara yang dihirup saat proses produksi dan gas rumah kaca., kelangkaan air, degradasi lahan, 


Lalu Kebijakan Pangan Apa Sih yang Perlu Didorong? 

1. Menerapkan pola makan yang sehat. Cara ini berkontribusi untuk mengurangi biaya-biaya tersembunyi seperti kesehatan tadi. Pola makan yang sehat juga mendukung bumi yang sehat juga. 

2. Melakukan diversifikasi protein dan karbohidrat. Protein kita banyak di alam dan di pasar. 

3. Mengurangi susut dan sisa pangan dengan cara belanja yang cukup dan jangan buang makanan, karena dengan membuang makanan bisa menghasilkan emisi yang lebih besar. 

4. Pilih sumber makanan yang diproduksi dekat dengan kita atau secara lokal. 



Sumber foto: Dokumentasi dari BBB Book Club


Sampah Makanan

Di Indonesia sumber penghasil sampah makanan terbesar berasal dari sampah makanan rumah tangga. 
 dan kedua adalah hotel. Rata-rata food waste yang dihasilkan per orang per tahun mencapai 55-77kg dan kalo dikonversi ke rupiah bisa mencapai 2 juta rupiah. 

Darimana Saja Sih Kita Suka Membuang Makanan? 

Beberapa kebiasaan ini yang sering bikin enggak sadar membuang makanan: 

1. Saat berbelanja enggak bikin meal prep, khususnya tergiur akan diskon atau promo. 
2. Salah menyimpan makanan. Misalnya banyak orang yang menyangka kalo telur bagusnya disimpan di luar kulkas, tapi ada juga yang bilang baiknya di dalam kulkas tapi di bagian rak telur. Sebenarnya yang bagus adalah menyimpannya di bagian chiller. Karena kalo disimpan di bagian rak telur itu kan sering dibuka tutup, jadi rawan akan bakteri. 
3. Saat memasak, kadang kita enggak pikirin berapa orang sih porsi yang sebaiknya dihidangkan? atau kadang-kadang rencana dadakan makan di luar padahal udah masak. 
4. Saat makan. Alasan ini jadi yang paling banyak atau sering dilakukan. Sering banget misalnya makan di di suatu acara atau hotel, suka ambil makanan kebanyakan dengan dalih ingin mencoba semuanya, padahal perut enggak sanggup.  


Apa Saja Langkah yang Bisa Dilakukan untuk Menghindari Sampah Makanan?

1. Rencanakan menu sesuai dengan anggota keluarga di rumah. 
2. Belanja secukupnya. Sebelum belanja, cek apa saja bahan makanan yang masih ada dan sedikit lagi habis. 
3. Simpan makanan dengan benar. Kita harus tahu tanggal expired makanan yang kita beli. Kalo sudah mendekati masa waktu, segera habiskan jangan ditunda. 
4. Ambil secukupnya dan habiskan yang ada di piring. 
5.Olah makanan sisa. Misalnya dengan membuat kompos, eco enzyme, dan maggot. 
6. Berbagi makanan yang berlebih. Bisa dengan tetangga sekitar atau kalo jumlahnya banyak dan masa kedaluwarsanya masih lama bisa memanfaatkan start up food rescue, seperti food cycle, Surplus Indonesia, Bank Makanan Indonesia (Food Bank of Indonesia). 


Kebaikan Ibu Memberikan Pola Makan yang Sehat untuk Keluarganya


Pola makan sehat adalah ketika kita terbiasa atau berperilaku secara terus menerus untuk makan makanan yang bergizi dan seimbang., seimbang untuk zat gizi mikronya, karbohidrat, protein, lemak, zat gizi mikro, vitamin, dan mineral. Penting bagi ibu untuk memilih makanan yang bukan hanya mengenyangkan saja, tapi juga harus bergizi dan seimbang. 

Karena kalo keluarga tidak memiliki pola makan sehat ada beberapa penyakit yang bisa muncul seperti stunting. Stunting ini tidak bisa langsung diketahui ketika anak lahir, tapi bisa terlihat anak usia 2 tahun. Maka dari itu, sejak dari dalam kandungan, ibu dan ayah harus memastikan nutrisi anak terpenuhi. Jangan lupa juga untuk pantau pertumbuhan anak sesuai dengan table yang ada di kemenkes nomor 2 tahun 2020

Penyakit lainnya yaitu kekurangan mikronutrien, ketika makanan yang kita konsumsi kurang zat gizi mikronya vitamin dan mineral. Dan ini sering kali disebut kelaparan tersembunyi, karena tidak bisa terlihat secara kasat mata. Contohnya, anak kekurangan vitamin A, jadi matanya rabun sejak kecil atau yodiyumnya kurang, anak jadi gondokan.


Terakahir ada obesitas, yaitu ketika asupan yang kita makan tidak sesuai dengan apa yang kita keluarkan. Sangat penting untuk melakukan aktivitas fisik seperti berolahraga rutin dan istirahat cukup. 

Dengan memperhatikan pola makan sehat ini dan mendorong anggota keluarga melakukan aktivitas fisik, sudah menjadi kebaikan untuk ibu-ibu semuanya. 

Bagaimana Menciptakan Pola Makan Sehat di Keluarga? 

Bisa menerapkan isi piringku. Isi piringku adalah ketika dalam 1 piring porsi makan kita berisi karbohidrat, protein, lemak, zat besi, vitamin, mineral yang cukup. Selain itu, dibatasi gula, garam, dan lemak jahatnya. 

Contohnya Kalo dari kemenkes standar konsumsi garam, gula, lemaknya: gula 4 sendok makan, garam 1 sendok teh, lemak dan minyak itu 5 sendok makan.  

Untuk meewujudkan piring sehat, kita bisa memilih pangan lokal. Selain sehat rantai pasok yang pendek, kecil terkontaminasi zat kimia.

Denganmemilih pangan lokal, kita juga dapat melestarikan lingkungan. Karena pangan lokal, rantai distribusinya pendek. jadi transportasi untuk mengangkat makanan ini emisinya sangat rendah. 

Apa Langkah yang Bisa Dilakukan Sekarang Juga? 

1. Pilih pangan lokal.
2. Membaca label kemasan untuk mengetahui batasan ggl
3. Kurangi konsumsi ggl
4. Saat memnentukan makanan, harus bertanya ke keluarga untuk menentukan makanan apa yang mereka sukai agar makanan tidak terbuang. Karena proses perjalanan makanan sampai ke piring kita itu panjang, bukan hanya jerih payah kita saja yang memasak, tapi juga ada petani, nelayan, pengangkut, pedagang, dll. 

Jika sudah terlanjur memasak berlebihan, bagaimana?

1. Kita harus menyimpan bahan pangan  yang berlebih kita di wadah sesuai jenisnya masing-masing dengan baik dan benar. 




You Might Also Like

0 comments