JXB 2022: Can't Stop Talking About Sustainable Beauty

Siapa di antara kamu yang ke Jakarta X Beauty by Female Daily di JCC hari Kamis (28/07/2022) kemarin? Aku ngacung deh. Pas tahu acara ini aku langsung set agenda untuk mengosongkan kerjaan. Acaranya sendiri berlangsung selama 4 hari ya, dari tanggal (28-31 Juli 2022). Aku memilih datang di hari pertama karena juga mau lihat talkshow seru tentang sustainability beauty

Meski sudah hampir dua tahun menjalani gaya hidup minim sampah atau sustainability, pastinya banyak hal yang masih perlu aku pelajari, khususnya sustainability beauty ini. 

Oke, langsung aja aku bakal share beberapa ilmu yang aku dapatkan dari Talkshow: Can't Stop Talking About Sustainable Beauty dengan tiga narasumber yaitu Kak Ankayama seorang Digital creator yang fokus pada Sustainable Living, Mbak Nada Arini Pegiat Sustainable Living, dan Kak Arinda Kristie Editor in Chief of Female Daily Network. 

Apa Sih Makna Sustainability?

Menurut ketiganya makna dari sustainability living adalah tidak memberikan dampak negatif pada lingkungan karena kita perlu lingkungan untuk menjalankan hidup yang layak. Kita perlu lingkungan yang sehat untuk hidup yang layak. 

Sustainability juga merupakan usaha yang dilakukan bersama untuk mendukung tujuan menciptakan lingkungan yang lebih sehat demi kebaikan makhluk hidup yang ada di bumi.

Berbagai macam hal yang kita lakukan dengan masih mengingat dampak, efek, atau bertanggung jawab terhadap lingkungan. 

Hal Pertama yang Dilakukan untuk Memulai Gaya Hidup Sustainability Living

Kak Nada yang merupakan bagian dari Sustainable Indonesia sudah sejak tahun 2015 menjalani sustainability living. Hal yang pertama yang ia lakukan saat memulai sustainability living yaitu mengurangi sampah plastik, memilah sampah organik dan non organik, serta mengompos sampah organik. 

Jangan minder kalau langkah pertama kita masih sekadar action-action kecil, karena Mbak Nada sendiri memulai sustainability living bersama komunitas yang memiliki concern yang sama yaitu Sustainable Indonesia. 

Sedangkan untuk Kak Anka, ia memulai dengan mengumpulkan empties product untuk dikirim ke bank sampah atau waste management untuk didaur ulang, lalu switch menggunakan produk ramah lingkungan seperti soap bar atau shampoo bar yang lebih ramah lingkungan karena tidak banyak plastik dan kandungannya lebih alami. 

Kalau Kak Arinda, menggunakan skincare hingga habis, empties-nya dikumpulin dan dikirim ke waste management atau di Female Daily juga ada wadah untuk menyalurkan empties para karyawan FD. Kemudian menggunakan lagi kemasan PR package dan bubble wrap yang masih bisa digunakan untuk mengirim barang. Jadi selain bisa mencegah sampah, bisa menghemat uang juga. 


Apa Alasan untuk Menjalani Sustainable Living?

Kak Nada memulainya dari komunitas, dan sempat menganggap gaya hidup ini ribet. Lalu yang menjadi turning point adalah saat Kak Nada pergi ke TPA Bantar Gebang bersama anaknya yang berusia delapan tahun. Di sana Kak Nada juga melihat anak kecil main di situ dan tinggal di situ yang terdampak sekali. 

Kak Nada kemudian berpikir, kalau nggak berubah, bisa jadi gunungan sampah akan ada di depan rumah kita dan berdampak bagi anak-anak juga. Dari situ ia menyadari kalau ternyata sampah yang ia hasilkan hanya berpindah tempat saja. Setelah itu baru deh Kak Nada mencoba mengurangi sampah. 

Kak Anka juga menyampaikan tren beauty tuh cukup berkaitan sekali dengan sustainability. Jadi jangan sampai kita all out merawat diri tapi nggak memperhatikan isu lingkungan juga. Setiap produk yang kita pakai pasti berkontribusi dengan sampah. 

Lain lagi dengan Kak Arinda, semenjak pandemi Kak Arinda mencoba menjalani sustainability living. Hal ini dilatarbelakangi sering membeli produk online dan mendapat PR package yang terdapat kemasan plastik. Ia menyadari kok jadi banyak banget sampah plastik yang ada di rumahnya. Kemudian Kak Arinda pernah ke pantai dan menemukan pantai tersebut jernih banget. Kak Arinda pengen bisa pantai di Indonesia seperti itu. 

Action Sustainability di Bidang Beauty

Ada beberapa contoh nih yang bisa kita tiru dari ketiga narasumber untuk hidup ramah lingkungkan dari sisi beauty. 

Kak Nada saat ini mencoba untuk menerapkan minimalist beauty jadi menggunakan produk tidak terlalu banyak. Hal ini juga dilatarbelakangi karena ia memiliki kulit yang sensitif. Jadi biasanya Mbak Nada suka share in jar dulu dan kalau sudah dipakai nggak alergi maka baru beli yang ukuran besar dan stick to it jadi nggak banyak coba-coba. Ia juga menggunakan produk skincare yang terbuat dari bahan yang tidak berbahaya dan bahan ramah lingkungan. 

Contohnya Mbak Nada sudah nggak pakai shampo biasa sejak 8 bulan dan malah rambutnya justru lebih sehat dan keritingnya lebih bagus. Jadi, Mbak Nada sekarang keramas menggunakan campuran larutan dari air dan jeruk nipis saja, 

Kalau cara Kak Anka yaitu selalu menggunakan produk sampai habis tanpa sisa bahkan sampai digunting atau dikoret, mengirimkan kemasan empties ke bank sampah atau waste management dengan mencuci dan dikeringkan terlebih dulu

Lalu nggak membeli produk yang tidak perlu. Jadi saat berbelanja perlu dicari tahu dulu informasi produknya apakah sesuai dengan kulit atau rambut kita atau nggak. Jangan asal ikuti tren. Pilah-pilah sampah rumah tangga, dan upcycle packaging atau box skincare untuk menjadi benda-benda lain seperti dijadikan buku jurnal, backdrop, dan lain-lain 

Kak Anka juga suka membuat skiniventory. Jadi dengan membuat skinventory itu kita bisa tahu skincare apa yang kita punya, expirednya kapan, PAOnya kapan. Membuat skinventory ini membuat kita jadi lebih aware sama apa aja yang kita punya dan menghindari lupa karena banyak coba produk lain. 

Tujuan  dari skinventory ini jangan sampai kita beli skincare terus, tapi ujung-ujungnya expired dan kebuang. Skinventory membuat kita juga memakai produk sampai benar-benar habis dan tidak ada yang mubazir.

Kalau misalnya produk skincare yang kita pakai nggak cocok lebih baik gunakan skincare tersebut di bagian tubuh yang tidak sensitif seperti lutut atau kaki. 


Campaign Female Daily: FD SustainaBeauty 

Female Daily sebagai platform kecantikan terbesar di Indonesia memiliki campaign yang bernama FD SustainaBeauty. Tujuannya untuk mengajak para member FD mengumpulkan empties mereka, memilah sampah, mengirimkannya ke Female Daily agar didistribusikan ke waste management company dan lebih mindful memilih produk itu tindakan yang udah sangat membantu apalagi jika dilakukan bersama-sama. 

Kedepannya Female Daily ingin mengajak brand juga untuk lebih concern terhadap lingkungan. Karena beauty industry menyimpan cukup banyak sampah sendiri per tahunnya. Apalagi industri kecantikan tidak bergerak melambat, malah bergerak cukup cepat. 

Cara Mengajak Anggota Keluarga untuk Mencoba Gaya Hidup Minim Sampah 

Aku sempat bertanya ke ketiga narasumber tentang bagaimana cara mengajak anggota keluarga untuk ikut menerapkan sustainability living ini dan bagaimana cara agar tetap konsisten menjalani gaya hidup ini di mana ada banyak sekali godaan. 

Menurut Mbak Nada, faktanya orang terdekat seperti keluarga adalah orang yang paling sulit untuk diajak berubah. Karena anggota keluarga kita itu yang paling tahu kita dan tahu dulunya kita seperti apa, jadi kenapa mengajak yang susah-susah. 

Saran dari Kak Nada adalah lebih baik memberikan contoh daripada mengajarkan atau memberikan ceramah. Biarkan keluarga kita melihat dampaknya. Kalau ada anggota keluarga yang bertanya jawab saja, dan pelan-pelan coba ajak mereka untuk berubah. 

Ayah Mbak Nada dulu sempat marah jika melihat Mbak Nada mengompos karena ayahnya menganggap mengompos adalah hal yang jorok dan berantakan. Tapi sekarang beliau sudah mengompos. Namun, perlu waktu lima tahun untuk akhirnya ayahnya ikut mengompos. 

Sama dengan Mbak Nada, adik dari Kak Anka juga awalnya belum aware akan kebiasaan memilah sampah. Tapi dengan sering melihat Kak Anka memilah sampah, akhirnya adiknya mulai tertarik dan mencari tahu berbagai istilah tentang daur ulang, dan lain-lain. Lama kelamaan tindakannya juga mulai mengikuti Kak Anka. Intinya fokus dulu dengan diri sendiri, nanti anggota keluarga juga akan lama kelamaan mengikuti. 

Cara Menjaga Konsistensi Melakukan Sustainability Living 

Mbak Nada sendiri mengakui selama proses menjalani gaya hidup ini cukup naik turun dan tidak mudah. Jika kita sedang tidak konsisten, sadari aja bahwa kita adalah manusia biasa dan bukan hero. Next-nya yang bisa dilakukan adalah dengan minta maaf ke diri sendiri dan berusaha untuk back on track lagi keesokan harinya. 

Sedangkan Kak Anka memberikan tanggapan jika jangan memasang target atau ekspektasi bahwa kita harus jadi sempurna. Hargai proses perjalanan menjalani sustainability living. Kalau lagi malas atau kurang semangat nggak apa-apa berhenti dulu. Karena tidak bersemangat bukan berarti berhenti ya. 

Tambahan dari Kak Arinda, ingat aja apa tujuan melakukan gaya hidup yang lebih ramah lingkungan ini dan yang terpenting tetap berusaha melakukan untuk mengurangi sampah sebisa kita. 

Sebagai penutup talkshow ada pesan dari Mbak Nada

"Berbicara sustainability itu bukan sesuatu action yang besar tapi bisa dilakukan dari hal yang kecil yang kita bisa. Jadi start small with big impact." 




You Might Also Like

0 comments