Apa benar perempuan dan anak-anak jadi yang paling rentan terkena dampak buruk dari adanya perubahan iklim? Jawaban dari pertanyaan tersebut saya dapatkan dari mengikuti webinar "Sustainable Futures : Young Woman Leading Climate Action" yang diadakan oleh komunitas Women's Empowerment Indonesia (WEI).
Dalam webinar tersebut mengundang Aeshnina Azzahra Aqilani aktiviis muda Indonesia yang sering dijuluki sebagai Greta Thunberg-nya Indonesia. Pada tahun 2019 ia bersama rekan-rekannya membuat komunitas River Warrior Indonesia.
Nina juga pernah menulis surat yang dikirim langsung ke para pemimpin negara khususnya Eropa. ia juga pernah menjadi pembicara pada Plastic Health Summit 2021 di Amsterdam. Di 2024 ini Nina juga diundang pelaksaann dalam konferensi PBB dalam bidang lingkungan yaitu di Sesi keempat Komite Perundingan Antar Pemerintah (INC-4) di Ottawa Kanada.
Sungai Dijadikan Tempat Sampah Oleh Banyak Orang
Dari sejak dulu, sungai sudah dianggap tempat sampah oleh banyak orang. Padahal sungai sebagai sumber kehidupan, minum dan mandi di Sungai. Sayangnya industri dan masyarakat sering sekali membuang sampah dan limbah ke situ, tapi pemerintah seakan diam saja dan tidak memprioritaskan masalah sungai.
Apa Hubungannya Perubahan Iklim dan Plastic Sekali Pakai?
Ternyata pembuatan plastik sendiri dari awal sudah menimbulkan banyak masalah. Seperti yang kita tahu pembuatan plastik dari minyak bumi yang diekstraksi
untuk membuat plastilk sudah banyak menghasilkan gas rumah kaca yang
menyebabkan perubahan iklim. Ekstraksi membutuhkan banyak sekali tenaga, energi, dan gas. Itu semua menghasilkan polusi dari pengambilan minyak bumi.
Plastik 99% terbuat dari minyak bumi, lho dan di dalamnya juga
mengandung racun serta zat adiktif. Untuk membuat berbagai macam plastik, minyak
bumi dicampur dengan banyak sekali zat racun kimia. Yang sudah diketahui
sekarang cuma sekitar 6000 racun. Faktanya racun untuk membuat plastik ada
lebih dari 10.000.
Di dalam 1 plastik ada puluhan ribu racun dan plastik tersebut kita konsumsi sehari-hari dengan cara kita pakai minum, makan, dari baju yang kita gunakan dan lain-lain. Jadi, dari awal diekstraksi, lalu diproduksi, dicampur dengan racun-racun,
dicetak, dijual, dan akhirnya dibuang.
Dari proses pembuatan hingga akhirnya plastik dibuang akan menyebabkan kerusakan keseimbangan alam
dan memberikan dampak bagi kita manusia.
Belum lagi ketika sampah dibakar, kandungan racun yang ada di dalam plastik akan lepas ke udara. Udara dihirup oleh manusia dan hewan, jadilah racun-racun
masuk ke tubuh kita dan ke hewan yang kita konsumsi.
Saat membakar plastik, proses tersebut akan melepas dioksin. Dioksin dianggap sebagai polutan abadi karena dia nggak akan hilang, nggak akan terurai, dan akan terus ada di udara, air, dan tanah, selamanya akan ada di tubuh dan paru-paru kita. Membakar plastik juga bisa melepas racun yang menyebabkan kanker payudara.
Contoh nyata kalo kandungan dioksin itu nggak akan hilang adalah tragedi agent orange di Vietnam.
Daur Ulang Bukan Solusi
Nah ini nih yang baru saya tahu, faktanya secara global sampah yang bisa didaur ulang cuma 9% dan kebanyakan sampah yang didaur ulang gak upcycle. Misalnya selama ini yang kita tahu recycle itu kayak dari sampah botol direcycle jadi botol lagi. Sama kualitasnya.
Faktanya itu terjadi cuma 2% aja. Yang lainnya kebanyakan di-downcycle, jadi dari botol dijadikan plastik kresek, dari kursi dijadikan sedotan. Jadi kualitasnya menurun dan harga jualnya juga murah banget. Recycle ini bukan sesuatu yang diprioritaskan.
Kita bisa lihat dari zero waste hierarchy kalo urutannya adalah reduce, reuse, recycle. Recycle-nya
terakhir dan yang harus kita utamakan adalah reduce dan reuse. Bahkan di negara
maju, mereka nggak mau me-recycle sampahnya sendiri. Akhirnya mereka
mengirimkan sampah mereka ke negera berkembang seperti di Indonesia untuk didaur
ulang.
Baca juga: Dari Diri untuk Bumi: Refleksi Perjalanan Merawat Lingkungan Pascahari Bumi
Perempuan Paling Banyak yang Terdampak Perubahan Iklim
Dari sampah plastik bisa menyebabkan kerusakan pada kesehatan perempuan. beberapa di antaranya ada kanker, mengganggu imun, gagal janin, keguguran, reproduksi, endokrin sistem. Dalam plastic itu ada racun namanya Endocrine Disrupting Chemicals (EDCs) yang bisa membuat perempuan jadi rentan karena racun ini menyerang reproduksi dan hormon.
Sekarang banyak anak 4 SD yang sudah haid, bisa aja ini disebabkan karena terlalu banyak terpapar EDC ini. Kalo dulu sih saya menstruasi setelah lulus SD usia 12 tahun. Masih normal lah ya.
Mikroplastik
Mikroplastik adalah pecahan-pecahan dari plastik. Kalo gajah mati meninggalkan gading, manusia mati meninggalkan sampah plastik. Tapi bentuknya nggak sempurna, berubah menjadi pecahan kecil-kecil.
Bahayanya kalo mikroplastik sudah lepas ke lingkungan, misalnya kita buang botol plastik ke sungai, lalu terkena panas matahari, terbawa arus, angin, terbentur benda di sungai, faktor usia juga dia udah lama di sungai, nah plastik akan menjadi mikroplastik.
Mikroplastik ini akan menyerap polutan-polutan yang ada di sekitar dia seperti magnet. Kalo di sungai misal, ada detergent, limbah industri, logam berat, itu semua nempel dan terikat ke mikroplastik.
Sedangkan ikan tinggal makan aja tuh mikroplastik yang masuk ke lautan. Ketika mikroplastik masuk ke tubuh ikan, racun di mikroplastik akan lepas semua di tubuh ikan. Racun akan menyebar ke daging-daging ikan.
Mikroplastik sudah ada di feses, di pembuluh darah, di otak, di ASI, di plasenta. Mikroplastik kalo udah masuk ke tubuh bisa menurunkan IQ dan respon imun pada anak. Kelompok yang paling rentan terkena polusi adalah perempuan dan anak-anak. Mengganggu fungsi hormon, memicu diabetes, dan autism.
Mikroplastik dapat mengendap dan menyebabkan iritasi pada
organ kita, menaikkan kolesterol dan memicu obesitas, dan menahan distribusi
darah ke organ tubuh, menyebabkan batekri infeksius, menurunkan kualitas dan
jumlah sperma hingga kanker prostat, mempercepat menstruasi, menopause,
menurunkan kesuburuan, dan mengganggu kehamilan.
Yang kiri atas adalah fragmen yang keras dari botol, ember,
yang bawah itu filamen bentuknya lembaran kayak kresek, yang kanan bawah itu
adalah fiber dari baju kita (Poliester, nilon, spandek adalah bahan yang
terbuat dari plastik). Bahan-bahan ini kalo kita cuci, terkena panas matahari,
bergesekan itu akan lepas mikroplastiknya. Makanya, disarankan membeli pakaian dari
bahan katun.
Yang kanan atas, itu pellet atau microbeads itu ada di dalam
skincare, odol, body scrub, handsanitizer, sengaja diciptakan industri.
Mikroplastik itu bisa menyerap masuk ke dalam tubuh kita.
Apa Solusi yang Efektif?
Menggunakan aplikasi Beat The Microbead
Aplikasi ini bisa mengscan komposisi skincare dan produk kulit lainnya untuk mendeteksi kandungan mikroplastik di dalamnya. Nina menyarankan untuk menginstal aplikasi ini agar bisa memudahkan kita mengecek apa saja brand yang ternyata mengandung mikroplastik.
Close The Tap
Jadi, selama ini produksi plastik itu gambarannya kayak keran air
yang terus mengalir terus sampai banjir sampai tumpah-tumpah. Meskipun ada daur
ulang, beach clean up, ecobrick sama kayak kita ngepel air kerannya yang
banjir. Emang membersihkan, tapi gak efektif karena hanya akan membuat kita
terus menerus membersihkan sampai tiada akhir, akan kotor lagi dan lagi. Jadi
percuma.
Jadi yang harus diprioritaskan adalah close the tap. Yang
perlu kita dorong adalah pemerintah dan produsen untuk mengurangi atau
membatasi produksi plastic sekali pakai.
Sesuai dengan zero waste hierarchy, yang pertama pemerintah dan produsen untuk redesign atau pelarangan. Konsumen- mengurangi penggunaan sekali pakai, reuse menggunakan bahan yang layak digunakan seperti kaca dan stainless.
Mengolah sampah organic. Sampah terbanyak orang Indonesia adalah organik. 70 persen sampah kita adalah organik. Kita sebagai masyarakat bisa mengolah organik sendiri dengan mengompos. Sebaiknya setiap rumah itu mulai memisahkan sampah organik, anorganik, dan e-waste. Ini adalah cara simple yang bisa dilakukan.
Zero Waste Itu Bukan Tidak Sama Sekali Menghasilkan Sampah
Banyak yang salah mengartikan kata zero waste. Yang dimaksud dari kata-kata ini adalah kita berusaha mengurangi sampahnya, karena pada dasarnya memang tidak mungkin manusia tidak menghasilkan sampah sama sekali. Nina merekomendasikan untuk jajan menggunakan wadah yang dari besi atau kayu.
Emang kalo pake wadah guna ulang kadang bikin orang malas untuk membawanya, dan langsung mencucinya, tapi ini adalah habit yang sangat bermanfaat untuk jangka panjang. Lakukan dari diri sendiri, lakukan sekarang, dan lakukan secara terus menerus.
Kenapa itu penting? Semua orang berhak tinggal di lingkungan yang bersih, sehat,
kita berhak menghirup udara bersih, minum air yang bersih, bermain disungai, pantai yang indah. Jadi jangan sampai hak kita dirampas oleh produsen dan
pemerintah yang kurang tegas atau siapa pun yang hanya memikirkan profit tanpa
planet.
Tantangan Menjadi Aktivis Lingkungan
Plastik itu nggak kita rasakan dampaknya secara instan, beda kayak sakit batuk misalnya hari ini kita minum es, besok langsung batuk. Dampaknya sangat lama bisa tahunan dan mematikan. Sedangkan para aktivis lingkungan ini hidup seperti minoritas di mana belum banyak orang yang aware akan lingkungan.
Jadi, tantangannya adalah mengedukasi orang-orang akan bahaya plastik, tapi plastik masih terus menerus diproduksi. Namun, menurut Nina, cara ampuh buat menginfluence orang adalah dengan mencontohkan terus.
Peran Orang Tua Nina Mengencourage dan Menginfluence untuk Berani Speak up, Bikin Organisasi, dan Action.
Masuk ke sesi QnA saya menanyakan peran orang tua Nina, bagaimana cara parenting-nya. Ternyata Nina ini adalah anak dari Prigi Arisandi seorang aktivis lingkungan dan biologist. Beliau juga founder dari Ecoton Foundation yang merupakan organisasi konservasi yang peduli dengan permasalahan sungai di Indonesia. Ibunya pun sama juga aktivis lingkungan dan biologist.
Dari Nina belum sekolah selalu dibawa ke sungai, gunung, hutan, dan oantai untuk melakukan penelitian. Orang tuanya juga selalu mendidik dengan cara lead by example, tunjukkin aja tapi gak usah dipaksa dan yang paling penting dikenalkan sejak dini.
Pandangan Nina terhadap TPA Bantar Gebang di Jakarta
Ada peserta lain yang bertanya bagaimana pandangan Nina di Bantar Gebang sampahnya sudah menumpuk dan banyak, pekejanya pun sudah membaur dengan sampah dan tidak memakai alat yang memadai seperti masker, sarung tangan dan alat proper, makan siang dengan suasana sampah yang menumpuk.
Menurut Nina kita nggak bisa bisa menyalahkan masyarakat juga. Karena kalo mereka nggak ada tempat sampahnya mau gimana? Seharunya pemerintah daerah itu sudah menyediakan tps 3R yang memadai dan menyeluruh sehingga semua desa punya tpsnya masing-masing. Saya juga setuju dengan pendapat Nina ini.
Memang seharusnya semua petugas yang ada di Bantar Gebang menggunakan pengaman seperti masker, sarung tangan, sepatu yang proper dan lain-lain. Namun, masyarakat sendiri suka ngeyel dan dari pemerintah maupun pihak pengelola Bantar Gebangnya sendiri tidak menyediakan alat yang proper.
Sebagai masyarakat kita bisa menyuarakan misalnya dengan memfoto dan mengirimkan surat ke pemerintah daerah untuk bisa segera diprioritaskan.
Mekanisme Menulis Surat ke Presiden atau ke Pemerintah Daerah
Apakah Ada Upaya yang Efektif Selain Membeli Sachet?
![]() |
Akhir September lalu saya berkesempatan hadir di acara A Guide to Green Traveling Journey Experience More with Less Waste Bersama Erha Perfect Shield yang berlokasi di Jakarta.
Dalam acara tersebut, Erha sekaligus melakukan launching product ERHA Perfect Shield Active Light Sunscreen dan memberi tahu ke peserta yang hadir jika mereka memiliki program daur ulang untuk setiap kemasannya. Jadi, konsumen bisa tinggal datang ke gerai Erha dan di setiap gerainya tersedia drop box untuk menaruh bekas packagingnya agar didaur ulang.
Yang juga nggak kalah keren, ada talkshow yang membahas eco friendly travel dengan menghadiri dua narasumber yaitu Pembicara Benedict Wermter atau yang dikenal Bule Sampah content creator lingkungan dan director dari Yayasan Veritas Edukasi Lingkungan Foundation (@vel.earth) serta environmental educator dan Annisa Budiarti founder sustainbabes.id. Acara ini di moderatori Umar Saputra dan Sarah Raisa.
Apa saja Insight yang Gue Dapat?
Menurut Kak Bene, yang namanya ngomongin lingkungan bukan cuma plastik aja yang urgent tapi juga sampah organik. Karena sampah organik tuh juga menjadi salah satu yang menghabiskan banyak lahan ya. Bisa diatasi dengan mengompos maupun budi daya maggot ya.
Di Singapura itu ada peraturan yang strong banget di mana mereka nggak boleh buang sampah sembarangan dan masyarakatnya mengikuti aturan. Menurut Kak Bene di Jerman budayanya udah pada milah sampah di rumah. Harusnya budaya seperti ini juga berlaku di Indonesia.
Kak Bene bercerita kalo di Jerman juga sempat mengalami masalah sampah seperti di Indonesia 30-40 tahun lalu. Namun, pemerintah Jerman melakukan kampanye dan mengalokasikan dana untuk memberikan edukasi tentang sampah ke masyarakatnya. Kampanyenya sukses besar karena mereka memprioritaskan masalah sampah.
Nah, Indonesia harusnya juga seperti itu. Kita harus membuat edukasi tentang sampah dan membuatnya menjadi prioritas.
Sustainable Traveling itu Apakah Impactful dan Gimana Caranya Kita Mulai Melakukannya?
Kak Annisa memberikan pandangannya, menurutnya jangan pernah berpikir satu orang buang sampah dan itu cuma sampah kita aja. Coba bayangin kalo banyak orang yang juga melakukannya. Bakal ada berapa banyak sampah yang dihasilkan.
Menurut Kak Annisa, sustainable traveling itu simple, semudah kita membawa tumbler dan shopping bag itu udah membantu banget.
Dari pengalaman Kak Annisa yang sudah melakukan perjalanan ke beberapa negara di US, Asia, maupun Eropa, ia belum banyak menemukan turis orang Indonesia yang saat traveling menggunakan tumbler atau shopping bag. Malah yang sudah terbiasa adalah traveler dari negara lain.
Kalo di Jerman cukup beruntung karena mereka bisa langsung minum dari keran yang sudah banyak tersedia di berbagai tempat umum. Kak Bene mengatakan sebenarnya di Indonesia bisa kita mengurangi sampah botol plastik, misalnya dengan mengadakan fasilitas isi ulang air minum. Sayangnya masyarakat Indonesia lebih nyaman menggunakan botol sekali pakai dan langsung membuangnya.
Apa Kebiasaan di Indonesia yang Sebaiknya Dipertahankan?
Sebenarnya di Indonesia sendiri udah punya habit ekonomi sirkular, seperti refuse, reduce, reuse, refill, repair, repurpose. Misalnya seperti memperbaiki atau memperbaharui barang seperti baju, hp, menggunakan produk kembali dan lain-lain yang udah jadi lifestyle kita dari lama. Tapi banyak orang gak sadar. Dan harusnya kita juga mengurangi pemakaian sekali pakai sebagai budaya sehari-hari.
Jerman jadi salah satu negara yang juara dalam pemilahan sampah, tapi sayangnya mereka juga lupa untuk mengurangi sampah plastik sekali pakai, bahkan bisa lebih parah daripada Indonesia. Jadi ingatlah kalo setiap negara tuh punya masalahnya sendiri yang perlu dipermasalahkan.
Menurut Kak Bene, sebenarnya awarenessnya udah mulai kebangun, tapi yang kurang adalah memahami solusinya.
Projek Sederhana yang Bisa Diterapkan untuk Anak-anak Gen Z agar Aware tentang Sampah
Bagaimana Caranya Agar Masyarakat Tidak Bergantung pada Pihak Seperti Pandawara dan Menyadarkan Masyarakat untuk Tidak Buang Sampah Sembarangan?
Kalo Lagi Berpergian ke Dalam Negeri dan Daerah Destinasi Tempatnya Tidak Ada Bank Sampah Apakah Kak Beni dan Kak Annisa Membawa Pulang Sampahnya ke Jakarta?
Familiar dengan kasus di atas? Itu salah satu contoh dari pengalaman saya yang harus bolak balik isi data diri saat mau berobat di klinik terdekat dari rumah.
Saya tahu, saya berobat ke klinik, tapi mau itu di klinik atau rumah sakit, kalo soal data pasien harusnya bisa disimpan dengan sistem yang baik.
Saya pernah membantu seorang nenek yang menemani suaminya berobat untuk melakukan registrasi ulang di klinik. Wajah suaminya sudah pucat dan terlihat lemas, sedangkan istrinya mungkin karena panik dan terburu-buru jadinya tidak membawa kartu.
Petugas administrasi klinik juga tidak membantu nenek tersebut karena banyaknya jumlah orang yang ingin berobat. Tentulah hal-hal seperti itu kurang praktis karena selain membuat pasien jadi makin lama menunggu antrean, mengganggu pasien lain dan menambah pekerjaan petugas.
Belum lagi risiko data hilang, rusak, salah pencatatan atau ketidaktelitian dari para petugas yang bisa merugikan fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) itu sendiri. Sehingga bisa memakan waktu dalam mencari data rekam medis pasien dan harus mendaftar ulang berkali-kali meskipun pasien tersebut sering berobat ke klinik atau rumah sakit.
Itulah salah satu kekurangan fasyankes di Indonesia yang masih banyak melakukan proses registrasi manual menulis dengan kertas dan pulpen.
Sebenarnya sekarang ada lho cara praktis dalam pengelolaan data pasien yaitu dengan memanfaatkan artificial intelligent (AI). Di negara maju seperti US dan Eropa juga sudah menggunakannya.
Peran Artificial Intelligent di Dunia Kesehatan
Mengenal EHealth.Co.Id
Ehealth.co.id dibuat sejak 2017 oleh PT Aksara Digital Indonesia. Dibentuk oleh tiga mahasiswa Program Studi Teknik Informatika ITB, yakni Ibrohim Kholilul Islam, Satria Priambada, dan Feryandi Nurdiantoro. Mereka bertiga bertekad membantu menyelesaikan masalah kesehatan yang ada.
Sebagai startup digital yang menyediakan layanan aplikasi informasi manajemen klinik yang terintegrasi, eHealth.co.id dilengkapi dengan fitur-fitur mumpuni untuk meningkatkan kualitas dan efisiensi layanan kesehatan di berbagai institusi medis.
Tujuan dari eHealth.co.id dibuat agar fasyankes jadi lebih mudah terkoneksi dengan SatuSehat. Di aplikasi eHealth.co.id pengguna bisa mengolah data seperti rekam medis elektronik, hemodialisis, apotek, kasir, laboratorium, keuangan dan logistik, odontogram, reservasi online, rawat jalan, rawat inap, dan lainnya.
Adaptasi eHealth.co.id dalam Penggunaan Artificial Intelligence
Penerapan Rekam Medis Elektronik (RME) di Indonesia 42,55%
1. Mudahnya Mengakses Informasi Kesehatan Pasien
RME jadi membuat tenaga medis lebih mudah mengakses catatan medis pasien asalkan terhubung ke sistem. Data-data tersebut bisa diakses kapan dan di mana saja. Selain itu, membuat kolaborasi antara staf medis yang berbeda lokasi menjadi lebih baik. Pasien pun juga bisa memantau update rekam medis secara online, sehingga mereka bisa terlibat dalam perawatan mereka.
Jadinya fasyankes tak perlu menggunakan banyak tools untuk menggabungkan data dan bisa disesuaikan dengan kebutuhan klinik sehingga mudah untuk digunakan.
2. Kualitas Perawatan
3. Biaya yang Hemat
4. Lebih Ramah Lingkungan
5. Keamanan Data
Inilah salah satu keunggulan dari RME dibanding manual. Semua data yang diinput akan tersimpan otomatis dengan rapi dan terorganisir dalam sistem. Jadi tidak perlu khawatir akan tercecer, terkena jamur, atau hilang.
Nah, tips yang bisa dilakukan agar data tidak hilang atau rusak yaitu lakukan backup secara berkala. Sistem manajemen klinik berbasis Cloud yang sudah dilakukan oleh ehealth.co.id sangat memudahkan proses ini. Dengan begini tidak perlu khawatir akan terjadi data hilang atau rusak yang disebabkan oleh berbagai hal seperti bencana alam yang tidak bisa dihindari.
7. Terus Berkembang
Melihat potensi tersebut eHealth.co.id berkomitmen untuk terus menghadirkan solusi inovatif agar semakin efektif dan efisiensi lagi dunia medis Indonesia. Kedepannya nanti pemanfaatan AI pada RME eHealth.co.id pasti akan terus berkembang dan dapat diintegrasikan dengan berbagai fungsi lainnya.
AI pada RME eHealth.Co.Id
1. Diagnosis Lebih Akurat & Cepat
AI pada RME eHealth.co.id menganalisis data dari hasil pemeriksaan, gejala dan keluhan pasien dengan cepat sesuai dengan kode ICD – 10 sehingga, memudahkan tenaga medis dalam menentukan diagnosis.
Ini bukan alasan, eHealth.co.id memahami masalah yang sering dialami oleh tenaga medis seperti sering kesulitan menentukan kode diagnosis yang tepat. Hal tersebut disebabkan karena dokter tidak hafal seluruh kode ICD-10 diluar kepala saat mendiagnosa pasien.
Padahal mengisi kode diagnosis yang tepat sangat penting untuk perawatan pasien. Nah, untuk mengatasi masalah tersebut, maka eHealth.co.id memanfaatkan RME untuk mempercepat dan mencegah kesalahan diagnosa.
Sekadar informasi, ICD-10 merupakan klasifikasi statistik internasional tentang penyakit dan masalah kesehatan revisi ke 10 atau yang juga dikenal dengan the 10th revision of the International Statistical Classification of Diseases and Related Health Problems (ICD) yang bersumber dari ketentuan WHO.
Bagaimana caranya AI menganalisis data medis yang kompleks? Penerapannya menggunakan teknik machine learning dan deep learning. Ini bisa berasal dari berbagai sumber seperti gejala yang disampaikan langsung oleh pasien, catatan medis elektronik pasien hasil tes urin, darah, dan pencitraan medis seperti X-Ray, MRI, dan CT scan.
Semua sumber data tersebut dianalisis secara mendalam dan komprehensif untuk mengidentifikasi pola-pola yang sulit diartikan oleh manusia dalam waktu singkat.
2. Informasi dan Inovasi yang Dihadirkan Cukup Up to Date
3. Efisiensi Kerja & Kualitas Pelayanan Meningkat
Kehadiran RME membuat urusan administratif bisa diselesaikan dengan cepat dan lebih akurat. Hal ini membuat tenaga medis lebih fokus dalam menangani pasien, mengelola rekam medis, dan melakukan inovasi lainnya. Data yang akurat membantu tenaga medis jadi lebih cepat dan tepat membuat keputusan klinis untuk pasien. Jadinya risiko kesalahan manusia bisa dikurangi.
5. Sangat User Friendly
Fitur eHealth.co.id
Fitur untuk pasien
Fitur ini terdiri dari Reservasi dan Kuesioner.
Reservasi:
Kuesioner:
Fitur Harian
- Pendaftaran Pasien. Tersambung dengan sistem reservasi, data pasien bisa dicari dan diakses kapan saja, di mana saja dengan mudah dan cepat.
- Rekam Medis. Tersedia untuk berbagai spesialisasi, bentuk data bisa disesuaikan dengan kebutuhan klinik, bisa menerapkan sistem klasifikasi internasional seperti ICPC dan ICD. Bisa juga menerapkan sistem klasifikasi khusus yang sudah digunakan oleh klinik.
- Apotek. Terdapat fitur print label obat, bisa mencatat obat apa saja yang diberikan kepada pasien, menerima resep obat yang diberikan dokter, dan terhubung dengan sistem inventaris.
- Kasir. Mendata pembayaran secara akurat, menulis invoice dengan lebih praktis, bisa dibayar dengan jenis pembayaran, transfer bank, cash, dan asuransi, terkoneksi laporan keuangan.
Fitur Bulanan
1. Analisis Bisnis
Membantu mengnalisis data klinis pasien secara keseluruhan guna meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.
2. Akuntansi
- Memudahkan Anda mengelola keuangan klinik.
- Memudahkan melihat seluruh kepemilikan aset klinik.
- Pengeluaran operasional klinik bisa dicatat dengan mudah.
- Memudahkan pencatat transaksi kasir secara otomatis.
- Membantu membuat laporan keuangan yang menyeluruh dan dilengkapi dengan keterangan arus kas, neraca, laba, dan rugi.
3. Inventaris
- Mengupdate persediaan stok obat dan alat kesehatan yang bisa diakses real-time.
- Dapat dikelola berdasarkan cabang klinik.
- Manfaatkan menu Replenishment untuk mengetahui persediaan stok.
- Mengetahui keluar-masuknya obat dan alat kesehatan.
- Membantu pengelolaan stok di apotek.
- Membantu proses stok opname.
Keuntungan Menggunakan Sistem Rekam Medis Elektonik eHealth.co.id
Kelebihan eHealth.Co.Id Secara Keseluruhan
Persebaran eHealth.co.id
- Klinik Satelit UI Makara
- Klinik H&H
- Klinik Agatha
- Klinik Apotik Utama Tarakan
- Klinik Namsan
- Klinik Gerai Sehat Jogja
- Klinik Dewita
- Swifttest.id
- Jakarta Swab Centre
- Praktik dr. Algi
- Klinik Berkat Insani
- Praktik Bidan Dwi
- Klinik Praktik Dwi
- V-Care, dll
Terkoneksi dengan SatuSehat Platform
Harga Sistem eHealth.Co.Id
eHealth.co.id menyediakan 2 jenis harga yang bisa dipilih yaitu bulanan dan tahunan. Anda bisa pilih sesuai kebutuhan untuk klinik. Tak perlu khawatir, eHealth.co.id selalu memberikan layanan demi kemudahan mengatur data rekam medis, apotek, dan rumah sakit dengan harga yang terjangkau.
Berikut daftar lengkap harga dan apa saja yang akan Anda peroleh jika menggunakan eHealth.co.id.
|
TEAM PLAN |
INDIVIDUAL PLAN |
LIFETIME PLAN |
|
Biaya langganan berubah sesuai banyaknya transaksi di klinik. Direkomendasikan untuk klinik dengan Dokter pengganti. |
Biaya langganan ditentukan oleh banyaknya dokter di klinik tanpa batasan jumlah transaksi. |
Beli-putus. Sekali bayar untuk selamanya. |
|
Rp1.000.000/Bulan, |
Rp250.000/Dokter/Bulan, |
Rp400.000.000/Sistem |
|
|
|
|
Fitur yang didapat: • Akuntansi • Analisis Bisnis • Apotek • Bridging BPJS • Integrasi SATUSEHAT • Inventaris • Kasir • Kuesioner • Pendaftaran Pasien • Rekam Medis Elektronik • Reservasi Online
| Fitur yang didapat: • Akuntansi • Analisis Bisnis • Apotek • Bridging BPJS • Integrasi SATUSEHAT • Inventaris • Kasir • Kuesioner • Pendaftaran Pasien • Rekam Medis Elektronik • Reservasi Online | Fitur yang didapat: • Akuntansi • Analisis Bisnis • Apotek • Bridging BPJS • Integrasi SATUSEHAT • Inventaris • Kasir • Kuesioner • Pendaftaran Pasien • Rekam Medis Elektronik • Reservasi Online |
Cara Menggunakan eHealth.co.id
Pertama-tama, Anda perlu menyiapkan beberapa hal yaitu Wi-Fi, PC, Tablet, Laptop, atau Telepon Seluler, Cadangan Internet 3G/4G. Jika sudah siap semua, berikut langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk menggunakan eHealth.co.id.
Prestasi eHealth.co.id
Testimoni dan Harapan Pengguna eHealth.co.id
Penutup
Sumber:
https://ehealth.co.id/
https://kilasumkm.kompas.com/produk-umkm/read/23I13173700768/memanfaatkan-ehealthcoid-fasyankes-dapat-terintegrasi-dengan-satusehat
https://www.youtube.com/watch?v=f-likb_tE04&t=49s
https://www.antaranews.com/berita/3968868/8362-faskes-di-indonesia-terkoneksi-ke-satusehat
https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/umum/20240603/0945640/teknologi-ai-peluang-besar-tingkatkan-layanan-kesehatan/














