Eka Rahmawati

  • Beranda
  • Profil
  • Makan
  • Sehat
  • Cantik
  • Jalan
  • Buku&Film
  • Belajar
somethinc-ceramic-skin-saviour-moisturizer-gel


Sejak kemunculannya aku sudah super pernasaran dengan pelembap dari Somethinc ini. Aku sudah membeli Somethinc Ceramic Skin Saviour Moisturizer Gel sebanyak dua kali. Sekarang aku sudah enggak sabar mau membagikan pengalaman aku menggunakan pelembap yang bisa digunakan oleh semua jenis kulit ini. 

Apa yang dimaksud dengan CERAMIC SKIN? Kulit Keramik/ Ceramic Skin merupakan penampilan kulit yang terlihat lebih sehat, memiliki kelembapan yang pas, dan tidak terlalu bersinar, pas! 

Komposisi Somethinc Ceramic Skin Saviour Moisturizer Gel

Kandungan Kunci: 

Ceramic Skin Saviour Moisturizer Gel mengandung beberapa bahan Powerful Clean Supercharged terbaik yang sudah terbukti secara klinis. 

Hydrolyzed Marine Collagen: bersumber dari tumbuhan laut. Kolagen ini dapat masuk lebih cepat pada lapisan kulit dan memiliki peran untuk menguatkan kulit, memberikan hidrasi, dan menyegarkan. 

Matrixyl®️ 3000

Palmitoyl Tripeptide-1

Palmitoyl Tetrapeptide-7:  Mampu mengurangi peradangan dan inflamasi.

Ceramide NP: Berperan menjadikan skin barrier lebih kuat dan mengunci hidrasi kulit.

Niacinamide: Selain terkenal dengan kemampuannya mencerahkan wajah, niacinamide juga membantu untuk mengendalikan produksi minyak wajah dan mengecilkan pori-pori, bantu memudarkan noda hitam, dan melindungi kulit dari radikal bebas.

miniHA™(Hydrolyzed Sodium Hyaluronate): Merupakan versi mikro molekul dari Hyaluronic Acid. Kegunaannya untuk melembapkan kulit sampai ke lapisan kulit terdalam, membantu proses regenerasi lebih cepat, dan mengurangi tanda-tanda penuaan dini. 

Betaine: Bersumber dari tanaman sugar beet, betaine punya manfaat  menghindari hilangnya kelembapan kulit, mampu memberikan efek silky-smooth pada kulit, sebagai anti-inflamasi dan menghindari penuaan dini.

Hydrolyzed Algae Extract (Seaweed): Mengandung banyak antioksidan sehingga berperan penting untuk melindungi kulit dari risiko berbagai paparan radikal bebas maupun polusi.

Oat: Bemanfaat merawat kulit sensitif, melembapkan kulit wajah, dan meredakan iritasi kulit

Caffeine: Membantu mengurangi inflamasi, memperbaiki kerusakan akibat sinar UV, dan melawan radikal bebas.


Kandungan Lengkap:

water, glycerin, dimethicone, Betaine, butylene glycol, Niacinamide, pentylene glycol, miniHA™(Hydrolyzed Sodium Hyaluronate), carbomer, polyacrylamide, Macadamia Integrifolia Seed Oil, C13-14 isoparaffin, caprylyl glycol, aminomethyl propanol, allantoin, ethylhexylglycerin, Ceramide NP, Phytosphingosine, Avena Sativa (Oat) Kernel Extract, laureth-7, Avnthemis Nobilis Flower Extract, 1,2-hexanediol, Hydrolyzed Algae Extract (Reef Safe), disodium edta, polysorbate 20, Hydrolyzed Marine Collagen, Caffeine, magnesium aspartate, Zinc Gluconate, Palmitoyl Tripeptide-1, Palmitoyl Tetrapeptide-7, phenoxyethanol, Copper Gluconate, Tocopherol


Klaim Somethinc Ceramic Skin Saviour Moisturizer Gel 

Di dalamnya ada Hydrolyzed Marine Collagen, yang merupakan Kolagen tipe #1 & paling bioavailable dari semua jenis kolagen lainnya. Pada kemasannya, Somethinc Ceramic Skin Saviour Moisturizer Gel juga menunjukkan logo Halal MUI dan kode BPOM RI . 

Tak hanya itu kemasannya juga memuat beberapa klaim lain seperti: 
  • Clean Beauty: Produk kecantikan yang tidak memiliki kandungan yang berpotensi mengancam kesehatan di dalamnya, seperti Fragrances, Mineral Oil, Paraben, Phthalates, Silicones, Sodium Laureth Sulfate (SLES).
  • Reef Save Sustainable: Menandakan produk tersebut tidak memiliki kandungan yang dapat membahayakan terumbu karang, seperti Benzophenone-3 (BP-3) atau oxybenzone.
  • Mampu mengunci kelembapan selama 18 jam.
  • Non-comedogenic: Produk tidak berpotensi menyebabkan pori-pori jadi tersumbat.
  • Suitable for acne + sensitive skin.
  • Dermatology tested: Artinya produk tersebut diawasi ahli kulit (dermatolog) dan telah melakukan beberapa tahapan tes pada berbagai responden. 
  • Hypoallergenic: Klaim yang artinya merujuk untuk menyatakan bahwa kandungan pada produk tersebut tidak mudah menimbulkan  reaksi iritasi kulit atau alergi.
  • Teen & preggo friendly: Kandungan dalam produk tersebut aman untuk remaja dan ibu hamil.

Tekstur & Aroma Somethinc Ceramic Skin Saviour Moisturizer Gel 

Teksturnya sendiri gel dan sedikit cair berwarna putih susu. Dengan tekstur seperti ini menjadikannya mudah diratakan dan cepat terserap dengan baik ke kulit. Saat dioleskan ke kulit sedikit lengket, namun tidak menjadikan kita terganggu dengan lengketnya tersebut. 

Review Pelembap somethinc-ceramic-skin-saviour-moisturizer-gel



ceramic-skin-saviour-moisturizer-gel



review-somethinc-ceramic-skin-saviour-moisturizer-gel

Sedangkan untuk aromanya sendiri menurutku seperti air. Kalau kita tidak mencoba mendekatkan produknya ke hidung, aromanya tidak tercium kok. 

Cara Pakai Somethinc Ceramic Skin Saviour Moisturizer Gel 

Informasi yang aku dapatkan dari situs resmi Somthinc, urutan Cara Pemakaian pelembap Somethinc dengan seluruh rangkaian skincare yaitu:
1. Bersihkan wajah hingga bersih. 
2. Kemudian aplikasikan toner wajah. 
3. Tunggu hingga beberapa menit. Kemudian oleskan 5 - 10 tetes serum sesuai kondisi kulit ke telapak tangan. Tunggu hingga 1-3 menit sampai serum terserap dengan baik. 
4. Sambil menunggu, kamu bisa oleskan Game Changer Eye Gel. 
5. Selanjutnya oleskan Somethinc Ceramic Skin Moisturizer & Bakuchiol Skinpair Oil Serum secara bersamaan. 
6. Terakhir, don't forget use sunscreen yang sesuai dengan jenis kulitmu.
 
Bila ingin menggunakan Somethinc Ceramic Skin Moisturizer sebagai Layering:
Kamu dapat melakukan mencampur atau melayer Somethinc Ceramic Skin Saviour dengan Bakuchiol Skinpair Oil Serum. Cara ini dapat membantu memperbaiki tekstur kulit. 

Jika menggunakan AHA BHA PAHA Peeling Solution, sebaiknya perlu didiamkan selama 15-20 menit sebelum menggunakan Somethinc Ceramic Skin Saviour.

Setelah Pemakaian 3 Bulan 

Pelembap ini dapat dipakai untuk pagi maupun malam hari. Benar-benar praktis banget dan pastinya kita jadi lebih hemat biaya. So far selama  pakai di rumah tidak ada keluhan apapun dan aku merasakan sendiri manfaatnya. 

Seperti yang dikatakan oleh klaimnya, jika pelembap Somethinc Ceramic Skin Saviour Moisturizer Gel dapat membantu memberikan hidrasi pada kulit. Nah, semenjak aku menggunakan produk ini kulit wajah jadi jauh lebih lembap, kenyal, dan nyaman seharian.  Di kulit wajah aku sendiri, khususnya di daerah yang mudah berkeringat seperti daerah t-zone Somethinc Ceramic Skin Saviour Moisturizer Gel membantu mengontrol minyak.

Aku juga pernah beberapa kali ke luar rumah dan menggunakan Somethinc Ceramic Skin Saviour Moisturizer Gel ini sebelumnya. Kulit yang terasa kering tidak aku rasakan. Tetap terasa lembap seharian.  

Keawetan Produk dan Harga



Menurut aku pelembap Somethinc satu ini cukup awet. Varian 25ml bisa digunakan hampir dua bulan lho. Faktor tekstur gelnya yang mudah diratakan membuat aku tidak perlu mengambil terlalu banyak produk untuk sekali pemakaian. Oh ya, saat diaplikasikan ke kulit, ada sensasi sedikit dingin dan memberikan sedikit rasa segar di kulit.

Harga dari Somethinc Ceramic Skin Saviour Moisturizer Gel ukuran 25ml yaitu Rp169.000. Sedangkan untuk ukuran 50ml seharga Rp299.000. Kalau mau dapat harga yang lebih terjangkau, cobain deh beli saat ada diskon di waktu seperti gajian, tanggal dan bulan yang sama misal 9.9, 10.10, 11.11, 12.12,  hari besar (17an, lebaran, atau natal). Potongan harganya juga lumayan lho. 

Salah satu alasan aku suka dengan produk Somethinc yaitu mereka selalu menyediakan produk travel size-nya. Hal ini tentu sangat membantu orang yang ingin mencoba produknya terlebih dulu apakah cocok dengan kulit mereka tanpa harus sekaligus membeli produk dalam ukuran besar. Tentunya produk travel size juga membuat kita lebih berhemat. 

Somethinc Ceramic Skin Saviour Moisturizer Gel dijual dua ukuran, yaitu 25 dan 50 ml. Sedikit menggambarkan perbedaan keduanya dari kemasan. Untuk produk yang ukuran 25ml ditempatkan di dalam jar yang terbuat dari plastik dan dilengkapi dengan spatula kecil berwarna putih. Sayang, spatula punyaku hilang, jadi aku tidak bisa menunjukkannya. Sementara untuk ukuran 50ml dikemas dalam jar yang agak besar dan dilengkapi dengan pump.


Hal yang Perlu Diperhatikan saat Ingin Menggunakan Somethinc Ceramic Skin Saviour Moisturizer Gel

1. Penggunaannya TIDAK disarankan bagi orang yang memiliki alergi ikan. Namun, bila mau tetap mencoba, sangat disarankan terlebih dulu untuk melakukan patch test di area telinga.

2. Meski diklaim sudah disebutkan jika produk ini aman untuk ibu hamil, alangkah baiknya jika kamu sedang hamil, sebaiknya tanyakan dulu pada dokter kandungan. Alasannya, ada sebagian ibu hamil  yang mengalami perubahan hormonal atau memiliki alergi terhadap hal-hal tertentu.

Kesimpulan dari Pemakaian Somethinc Ceramic Skin Saviour Moisturizer Gel

Memang efek mencerahkannya belum terlihat di wajah, tapi aku akan tetap menggunakan produk ini hingga beberapa bulan kedepan, karena hasil melembapkannya yang juara. Selain itu, aku pun juga tidak merasakan efek negatif dari produk ini. 

Oh ya untuk urusan harga, jujur aku merasa sedikit mahal sih untuk sebuah pelembap.  Namun, jangan berkecil hati ya. Somethinc suka kok mengadakan diskon untuk tiap produknya, khsusunya di waktu tertentu seperti tanggal gajian, hari-hari besar, atau hari yang tanggal dan bulan yang sama. Kalau kamu lagi mau coba produk Somethinc Ceramic Skin Saviour Moisturizer Gel, coba aja cek e-commerce langganan kamu di waktu-waktu tersebut. Siapa tahu Somethinc lagi ngadain diskon yang lumayan banget!


  • 15 Comments

sampah-bantar-gebang
Sumber foto: Kompas.com

“Tadi jalan ke warung sama beli es kelapa di depan, Ya Allah panas banget!”

“Mana tadi lupa pake sunscreen lagi.”

“Perasaan ini uda Oktober deh. Harusnya musim hujan.”

Begitu Ninik, sepupuku, ngoceh tiada henti saat main ke rumah.

“Parah si ini panasnya. Aku udah masang kipas angin sampai speed ketiga kayak cuman angin sepoy-sepoy doang?!”

"Mama juga tadi bilang semalam dia enggak bisa tidur karena gerah padahal udah pake kipas angin full speed.” 

Aku menanggapi Ninik setelah ngomong tanpa jeda.

“Suhu 34 derajat, Nik! Tadi ngecek hape, pantes kayak di sauna.“

***

Apakah kalian juga merasakan hal yang sama dengan aku dan sepupuku tadi?

Nah, karena kejadian ini aku jadi teringat dengan apa yang ada di film dokumenter David Attenborough: A Life on Our Planet.

“Suhu rata-rata global saat ini lebih hangat satu derajat celcius akibat perubahan iklim yang terjadi,” begitu petikan film yang tayang di Netflix itu.

Di film ini juga memberikan gambaran jika tiap beberapa tahun hutan di dunia terus berkurang akibat penebangan liar, es di kutub utara maupun selatan terus mencair, gas efek rumah kaca meningkat, dan banyak populasi hewan yang terus mengalami kelangkaan. 

Di waktu sekarang saja, suhu panas bisa mencapai 34 derajat celcius. Aku tidak bisa membayangkan akan menjadi seperti apa  jika bumi semakin panas. 

“Oiya, aku suka lihat postingan di IG story Mba soal zero waste lifestyle. Itu maksudnya kita enggak nyampah sama sekali gitu Mba? Emang bisa?” tanya Ninik. 

“Gaya hidup zero waste tuh bukan berarti kita enggak menghasilkan sampah sama sekali. Tapi lebih ke mengurangi jumlah sampah yang terbuang ke TPA. Zero waste lifestyle ini jadi salah satu upaya untuk membantu mengurangi dampak negatif dari perubahan iklim.” 

Seberapa Urgensinya Sampah di Indonesia?

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Dr. Jenna Jambeck (dosen & peneliti dari Universitas Georgia, Amerika Serikat)  yang dipublikasikan pada Jurnal Science (www.sciencemag.org) pada 2015, Indonesia sendiri menduduki posisi kedua teratas penyumbang sampah plastik ke laut dari 192 negara. 

Sampah plastik juga baru bisa terurai puluhan bahkan ratusan tahun.  Belum lagi jika sampah plastik tersebut berada di air, akan lebih sulit lagi terurai. Sampah plastik yang tak terurai dapat membahayakan kehidupan dan ekosistem banyak makhluk hidup bukan hanya manusia, tapi juga hewan dan tanaman.

Selain itu, data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI pada siaran persnya tahun 2020 dikatakan jika sampah di Indonesia yang masih menumpuk setiap tahunnya ada sekitar 67,8 juta ton.

Untuk sampah plastik sendiri, menurut data dari The National Plastic Action Partnership (NPAP), di Indonesia ada sekitar 4,8 juta ton sampah plastik per tahun yang tidak terkelola dengan baik, misalnya sebanyak 9% mencemari saluran air dan laut, 13% tidak dikelola secara layak di tempat pembuangan sampah resmi, dan 48% dibakar di ruang terbuka.

Belum lagi kondisi pandemi sekarang ini juga berimbas pada sampah plastik yang cenderung meningkat akibat dari kebiasaan masyarakat yang banyak melakukan belanja online dan hampir semua pengemasannya menggunakan plastik. 

Ditambah pula dengan pembelian makanan lewat layanan jasa antar makanan yang packaging-nya juga menggunakan plastik. Sampah organik berupa sisa makanan atau sisa memasak juga meningkat dua kali lipat selama pandemi.


Kalau Sampah Enggak Dikelola dengan Baik, Emang Dampaknya Apa?

“Wah banyak juga ya jumlah sampahnya. Tapi apalagi sih dampak dari sampah yang tidak terkelola dengan baik selain banjir dan bikin cuaca jadi enggak menentu?”

“Kalau enggak ada pengendalian sampah plastik, misalnya dari regulasi dan juga kesadaran masyarakat, di tahun 2050 sampah plastik bisa meningkat dua kali lipat. Pastinya hal itu bakal menimbulkan banyak masalah kayak lingkungan jadi tercemar dan jadi memunculkan penyakit, merusak ekosistem laut, polusi udara yang sampai mengganggu pernapasan, cuaca panas yang semakin meningkat, dan merusak sanitasi.”

"Kok bisa ya plastik sekali pakai memberikan efek yang buruk banget?" 

"Salah satu alasannya sih karena dari proses produksi, pemakaian, sampai akhirnya dibuang plastik sekali pakai menghasilkan emisi karbon yang tinggi. Akibatnya bikin gas rumah kaca yang ada di bumi tuh juga ikutan meningkat."

Langkahku untuk Menciptakan Lingkungan yang Sehat dan Bersih 

Mengirim Kemasan Produk yang Sudah Tidak Terpakai ke Bank Sampah dan Mengurangi Penggunaan Plastik

“Terus apa yang bisa dilakukan Mba buat bantu mengubah keadaan?”

“Ubah habit kita. Misalnya dengan mengurangi sampah plastik di kehidupan sehari-hari.”

“Kayak bawa tas belanja atau bawa wadah sendiri kalau mau beli makanan ya, kayak yang kamu suka share di insta story ya Mba?”

“Iya. Itu salah satu langkah kecil yang aku lakukan untuk kurangin sampah plastik. Aku juga mengirimkan kemasan produk yang masih bisa diolah lagi ke bank sampah tiap bulan.


langkahku-mengurangi-sampah-plastik


Baca juga: Memulai Hidup Zero Waste, Karena Sampahku Tanggung Jawabku


Mengganti Pembalut Sekali Pakai ke Pembalut Kain

“Terus, sejak satu tahun terakhir aku udah mengganti pembalut sekali pakai ke pembalut kain.”

“Oh iya, aku lihat tuh video di channel YouTube kamu Rahmawatieka05 soal pengalaman Mba pake reusable menstrual pad. Tapi risih enggak sih Mba pakainya?”

“Ya, bisa karena terbiasa Nik.”


pengalaman-menggunakan-menstrual-pad

Menghindari Produk Sekali Pakai untuk Pemakaian Skincare

reusable-cotton-pad



"Mba ada tisu enggak?" Ninik ingin membersihkan tetesan es kelapa yang sedikit tumpah.
 
"Wah enggak ada Nik, udah lama aku enggak pakai tisu lagi. Kapas juga udah enggak pakai."

"Lah terus kamu kalau mau ngolesin skincare gimana Mba kalau enggak pakai  kapas? Pakai tangan?"

" Sekarang pakai reusable cotton pad sama handuk kecil. Udah lama tahu aku enggak pakai tisu sama kapas. Bahkan aku aja udah enggak pakai sheet mask lagi. Lumayan jadi bikin aku hemat pengeluaran."

Baca juga: Caraku Ciptakan Rutinitas Perawatan Kulit yang Ramah Lingkungan

Kebiasaan Lain 

Sambil menyeruput es kelapa, Ninik bertanya lagi “Terus apa lagi Mba yang bisa dilakuin?”

 “Bisa juga dari kebiasaan sehari-hari kayak misalnya menghabiskan makanan yang dikonsumsi, beli produk sesuai kebutuhan dan menghindari produk sekali pakai, efisien menggunakan air dan listrik. Itu dulu aja dilakuin secara konsisten. Kalau udah terbiasa, nanti pasti kamu bakal mau ngelakuin hal yang lebih lagi.”

Ninik manggut-manggut.

 “Ya emang sih kebiasaan-kebiasaan tadi efeknya enggak bisa dirasakan secara cepat, tapi kalau banyak orang yang mulai mencoba menerapkan gaya hidup minim sampah atau hidup ramah lingkungan, pasti alam bakal jadi jauh lebih baik sama manusia. Soalnya kan manusia dan alam itu saling bergantung sama lain.”


Mengelola Akun Instagram yang Fokus dengan Sampah Makanan

zero-waste-culinary


Langkah lain yang juga aku lakukan yaitu dengan mengelola sebuah akun Instagram yang khusus membahas sampah makanan bernama @zerowaste.culinary. Akun ini sebenarnya dibuat oleh temanku yang juga sesama blogger yaitu Kak Dewi. Dia mengajak aku membantunya membuat konten di sana. 

Alasan aku mau ikut bikin konten di akun @zerowaste.culinary sederhana, yaitu ingin mencoba menyebarkan value positif dan tips bemanfaat ke orang lain agar mulai bergerak untuk mencoba mengurangi sampah dari makanan yang dikonsumsi maupun kemasan, dan peralatan makanannya. 

Untuk mengurangi sampah makanan juga sebenarnya dimulai dari hal sederhana, misal ambil makanan seperlunya, menghabiskan makanan yang dikonsumsi, dan mengirimkan kembali kemasan makanan yang masih bisa diolah lagi ke bank sampah.

Selain itu, ada juga anggapan yang berkembang jika ingin memulai gaya hidup minim sampah yang terkait makanan itu ribet dan perlu mengeluarkan banyak biaya karena dianggap harus membeli peralatan khusus seperti tempat makan khusus, sedotan stainless, dan lainnya. Padahal anggapan tersebut tidaklah benar. 

Untuk memulai gaya hidup minim sampah sangat bisa kok dilakukan dengan menggunakan peralatan yang ada di rumah seperti tempat makan, sendok makan, sapu tangan, dan lainnya. 

Pesan-pesan tersebutlah yang mau disampaikan di akun Instagram @zerowaste.culinary.

Alasan Meyakini Gaya Hidup Minim Sampah Layak untuk Dijalani

 “Apa sih Mba yang men-trigger kamu mau merubah kebiasaan lamamu ke gaya hidup minim sampah?”

“Kamu inget kan, kejadian banjir di JABODETABEK 1 Januari 2020 tahun lalu? Banjir di daerah rumah aku ini sampai lutut orang dewasa. Belum lagi perabotan rumah dari kayu punya Mama banyak yang rusak. Mama aja sampai harus mengeluarkan duit tabungan 20 juta buat bikin lemari dapur sama lemari pakaian dengan yang baru. Itu banjir terparah yang pernah aku alamin seumur hidup sih.”


Tanggapan Orang-orang Terdekat 

“Bude sama Pakde juga udah mulai kurangin sampah Mba? Mereka suka nanya-nanya enggak?”

“Mereka belum action sih. Cuma mungkin udah aware aja. Tapi memang di awal aku mulai tahun lalu, mereka bingung dan suka protes kenapa aku mau meribetkan diri sendiri dengan mengumpulkan sampah. Mereka juga takut kalau sampah tersebut bikin penyakit.”

“Terus jelasinnya gimana ke mereka?”

“Aku bilang kalau sebelum dikirim ke bank sampah, sampah kemasannya dibersihkan dan dikeringkan dulu. Terus sebisa mungkin kurangi penggunaan plastik sekali pakai. Tapi, lama kelamaan mereka enggak lagi komen dan bahkan Mama sekarang suka ngingetin aku kalau beli makan di luar bawa wadah sendiri.” 

“Banyak yang nanya-nanya enggak sih Mba sama kamu soal kebiasaan ini?” 

“Yang banyak justru yang pada bilang aku anaknya ribet, sok-sok-an mau menolong dunia dan lain-lain. Kalau ada yang komen begitu, ya aku coba kasih tahu aja kalau aku ngelakuin ini bukan buat siapa-siapa kok. Ya buat diri sendiri.”

“Buat diri sendiri? Maksudnya gimana Mba?”

 “Aku enggak mau cuaca makin panas, aku enggak mau ngerasain banjir lagi, aku enggak mau insecure pas lagi makan seafood karena takut jangan-jangan di dalam tubuh mereka ada microplastik yang bisa membahayakan tubuh aku, aku enggak mau anak aku nanti enggak bisa melihat hewan dan tumbuhan yang dimiliki Indonesia karena kebanyakan dari mereka udah pada punah.”

Sembari Ninik mau membuang kemasan bungkus es kelapa ke tempat sampah ia berkata “Iya sih ya, mulai dari diri sendiri dulu aja. Terus enggak usah tanggapin komentar orang selama kita tahu apa tujuan kita ngelakuinnya ya.” 

“Eh bentar. Bungkus plastiknya jangan dibuang di situ. Itu masih bisa diolah lagi. Cuci aja sampe bersih, terus dikeringin di luar. Nanti aku setorin ke bank sampah.” 

“Oh iya, okeh Mba.”

Pesanku kepada teman-teman yang baru mencari tahu atau udah memulai menerapkan gaya hidup berkesedaran seperti zero waste: 

  1. Cari tahu sebanyak mungkin informasi soal gaya hidup ini agar kita bisa konsisten menjalankannya. 
  2. Jangan memulai gaya hidup ini hanya karena ingin mengikuti tren atau orang lain saja. Gali motifnya dari dirimu sendiri.
  3. Hindari memaksa orang lain untuk mengikuti cara kita. Karena yang namanya kebiasaan itu harus dimulai dari diri sendiri.
  4. Pasti disaat menjalaninya sesekali kita akan lupa atau malas. Enggak apa-apa itu manusiawi. Jangan jadikan kebiasaan baru ini sebagai beban. Namun, jangan lama-lama, ingat lagi pada komitmen di awal kenapa kita mau melakukannya. 
  5. Jangan ambil pusing dengan perkataan orang lain yang menganggap kita ingin menjadi pahlawan dunia atau bilang kita ribet. Biarkan saja mereka. Tapi coba sampaikan alasan kenapa kamu mau melakukan gaya hidup ini. 
  6. Lakukan perlahan saja. Hidup ini bukan perlombaan. Harapannya gaya hidup ini bisa kita terapkan jangka panjang atau bahkan bisa diturunkan untuk anak-cucu kita, jadi memang perlu adaptasi terus setiap harinya. 
  7. Terakhir, semangat!

Sampai di sini, aku kembali mengingat film David Attentborough: A Life on Our Planet. 

 “Jika kita menjaga alam, maka alam akan menjaga kita.”

Lalu, “Yang kita butuhkan hanya kemauan untuk melakukannya.” 



Sumber:

  • https://dietkantongplastik.info/urgensi-pengelolaan-sampah/
  • http://ppid.menlhk.go.id/siaran_pers/browse/2329
  • https://fin.co.id/2021/06/24/ngeri-sampah-plastik-di-indonesia-capai-48-juta-ton-per-tahun/
  • https://tirto.id/menilik-tren-gas-rumah-kaca-ambisi-pemulihan-hijau-indonesia-gilZ
  • https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2021/02/16/10-negara-penyumbang-emisi-gas-rumah-kaca-terbesar
  • https://zerowaste.id/knowledge/bagaimana-plastik-berpengaruh-pada-perubahan-iklim/
  • https://www.liputan6.com/bisnis/read/4454386/lipi-jumlah-sampah-plastik-melonjak-selama-pandemi-covid-19

 







 

  • 12 Comments
rutinitas-perawatan-kulit-yang-ramah-lingkungan
Sumber: Unsplash.com


Aku sudah satu tahun lebih mencoba menerapkan gaya hidup minim sampah. Hal-hal yang aku lakukan juga terbilang masih aksi sederhana seperti selalu menggunakan tote bag saat sedang berbelanja, membawa tumblr saat berpergian, dan menggunakan wadah sendiri saat ingin membeli makanan di luar. 

Namun, seiring berjalannya waktu aku juga mencoba beberapa hal untuk mengurangi sampah sekali pakai. Misalnya saja, sejak September 2020 aku sudah tidak menggunakan pembalut sekali pakai sama sekali dan beralih ke pembalut kain. 

Aku pun juga berusaha untuk menerapkan kebiasaan minim sampah di bidang perskincare-an. Coba yuk ikuti cerita aku berikut ini. Siapa tahu bisa menginspirasi kamu untuk juga untuk melakukannya. 

Baca juga: Memulai Hidup Zero Waste, Karena Sampahku Tanggung Jawabku

Mengganti Kapas Sekali Pakai ke Reusable Cotton Pad dan Tisu ke Handuk yang Berbahan Lembut

reusable-cotton-pad-dan-handuk



Buat yang suka menggunakan skincare yang teksturnya cair, kapas menjadi benda yang biasanya sering dipakai untuk mengaplikasikan ke wajah. Memang sih menggunakan kapas sekali pakai akan membuat kita jadi lebih mudah meratakan skincare. 

Namun, dibalik keuntungan yang diberikan oleh kapas, ada hal yang perlu kamu ketahui. Jadi, berdasarkan informasi yang aku dapatkan dari Sustanation.id di sana dituliskan jika berdasarkan dari keterangan World Wide Fund (WWF) bahan pembuatan kapas itu terdiri dari air di mana jumlah air yang dimanfaatkan untuk membuat satu kilogram kapas saja, sebenarnya bisa membantu memenuhi kebutuhan air minum satu orang selama 3 tahun lho.  Kebayang nggak ada berapa banyak air yang harus terbuang untuk membuat kapas? 

Sebagai alternatifnya sekarang aku menggunakan  reusable cotton pad. Seperti namanya kapas yang terbuat dari kain ini bisa digunakan dicuci dan digunakan berulang kali. Aku sendiri membelinya di zerowaste.id. Ada banyak varian warna dan motif. yang dapat dipilih. 

Untuk mencucinya pun juga sangat mudah. Biasanya aku mencucinya dengan menggunakan sabun batang saja. Setelah dicuci tinggal dijemur. Selain ramah lingkungan, aku pun jadi lebih hemat karena tidak  perlu membeli kapas lagi.

Untuk mengeringkan wajah setelah cuci muka, mungkin ada sebagian dari kita yang suka membasuhnya atau mengeringkannya dengan menggunakan tisu wajah. Dulu aku punya kebiasaan begitu. Tapi sekarang tidak lagi. Aku sekarang lebih memilih dengan membasuh atau mengeringkannya dengan handuk kecil yang berbahan lembut. 

Tidak Lagi Membeli Sheet Mask

masker-wash-off



Rutinitas aku yang juga berubah yaitu tidak lagi membeli produk sheet mask. Sekarang aku lebih memilih umtuk menggunakan masker bilas atau wash off mask. Alasannya tentu saja aku tidak mau menambah sampah lagi dengan membuang bekas sheet mask yang aku gunakan. 

Gunakan Produk yang Ramah Lingkungan 

skincare-ramah-lingkungan



Ada banyak produk skincare di pasaran. Apalagi sekarang skincare lokal juga cukup banyak yang bermunculan dan kualitasnya tidak bisa dianggap sebelah mata. Namun, dari banyaknya produk skincare, sebisa mungkin pilih yang memang ramah lingkungan baik dari sisi komposisinya, proses pembuatannya, atau packaging-nya. 

Jika kamu ingin beralih ke produk perawatan kulit yang ramah lingkungan, coba perhatikan baik-baik beberapa istilah berikut ini: 
  • Cruelty Free atau No Animal Tested: Istilah yang artinya jika skincare atau kosmetik tersebut pada proses pembuatanya, baik komposisi maupun produk akhirnya, tidak melakukan uji coba pada binatang.
  • Organic. Artinya di dalamnya tidak menggunakan bahan tertentu seperti pupuk kimia, herbisida, dan pestisida serta tidak mengalami rekayasa genetis. 
  • Natural. Yang dimaksud dengan istilah natural adalah produk yang tidak memiliki kandungan  bahan tambahan sintetis apapun seperti zat pewarna, pemutih, atau pewangi. 
  • Vegetarian. Istilah di mana produk tersebut tidak memiliki kandungan binatang di dalamnya tetapi masih mengandung produk turunan dari hewan seperti telur, madu, susu, dan lainnya.
  • Vegan. Artinya skincare atau kosmetik tersebut sama sekai tidak mengandung material hewani maupun turunannya.
  • Sustainable dan Eco-Friendly. Dimaksudkan untuk produk skincare atau kosmetik yang memanfaatkan material, proses produksi, dan juga kemasan yang ramah lingkungan dan dapat diperbaharui. 

Mengirimkan Produk Kemasan Skincare ke Bank Sampah

mengirim-sampah-kemasan-skincare-ke-bank-sampah



Tiap satu bulan sekali aku mengirimkan sampah kemasan skincare ke bank sampah langganan aku.   Jadi, biasanya, aku kumpulkan dulu produk kemasan skincare yang sudah habis, lalu aku cuci bersih dan dikeringkan. Setelah itu aku kirimkan ke bank sampah agar bisa diolah kembali menjadi produk yang punya nilai jual. 

Aku juga sangat mengapresiasi brand skincare lokal yang memproduksi kemasan ramah lingkungan atau yang memberlakukan kebijakan mengembalikan wadah produk tersebut ke brand yang bersangkutan. 

Beberapa produk skincare lokal yang aku tahu memberlakukan pengembalian kemasan yaitu Sensatia Botanicals, Love Beauty and Planets, dan Somethinc. 

Sebenarnya masih banyak hal yang bisa kita lakukan untuk menciptakan rutinitas perawatan kulit yang lebih ramah lingkungan. Namun, menurutku jika 4 langkah di atas sudah kita terapkan secara konsisten, tentu akan sangat membantu alam kita. 

Apakah ada dari kamu yang sudah menerapkan 4 cara di atas? atau kamu punya rutinitas perawatan kulit ramah lingkungan yang lain? Coba dong share juga!

 
  • 40 Comments
BloggerHub Indonesia

About me

Eka-Rahmawati


Eka Rahmawati

"Behind Every Successful Woman, It's Her Self — Unknown


Follow Us

  • instagram
  • Twitter
  • facebook
  • Linkedin
  • YouTube
  • Kompasiana

Banner spot

Blogger Perempuan

recent posts

Labels

Belajar Bareng Buku & Film Cooking digital agency Healthy Kecantikan Kelas Penyiar Indonesia Lomba blog Makan Melancong Produk Lokal Review

Popular Posts

  • Kenalan dengan InShot, Aplikasi Edit Video untuk Pemula yang Mudah Digunakan
  • Senangnya Jadi Narablog di Era Digital
  • 7 Langkah Perawatan Wajah yang Wajib Dilakukan Perempuan

My Portfolio

  • SEO Content Writing 1
  • SEO Content Writing 2

Blog Archive

Eka Rahmawati. Powered by Blogger.

Pageviews

instagram

Created By ThemeXpose | Distributed By Blogger

Back to top