Pentingnya Menjaga Hidrasi Tubuh Bagi Anak Agensi


Pentingnya Menjaga Hidrasi Tubuh Bagi Anak Agensi


Siapa di antara kamu yang pengin banget kerja di agensi? Dan siapa yang sudah sering dengar soal kehidupan agensi yang 'kejam'? Nih ya, tak kasih tahu. Kerja di agensi tuh enggak melulu enak. Tapi enggak melulu kejam juga. 

Jam masuk kantor yang fleksibel, kerja santai, anaknya keren-keren, networking-nya luas, banyak duit, dan hidup hedon adalah beberapa kesan yang biasanya dilontarkan orang-orang ketika menilai anak agensi. 

Sebenarnya anggapan-anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar tapi juga tidak sepenuhnya salah. Semua itu balik lagi dari gaya hidup dan kebutuhan masing-masing orang. Dibalik semua kenikmatan dan embel-embel yang dilekatkan pada anak yang bekerja di agensi, kalian perlu tahu kalau kami bekerja cukup keras untuk menyenangi 'raja' kami, yakni klien dan pastinya bos kami. 

Meskipun jam kantor itu fleksibel, tapi saking fleksibelnya, kerja kadang sampai enggak tahu waktu. Masuk siang, kerja bisa sampai begadang, bahkan bisa sampai keesokan paginya. Saya tahu sih itu sudah risiko kerja. Tapi ya kalau kerja kayak gitu terus kan bisa berpengaruh pada kesehatan dan jiwa para pekerjanya, toh? 


Boro-boro mau makan teratur 3 kali sehari dengan menu sehat. Kadang minum air cukup saja sudah bersyukur. Saya sendiri untuk membiasakan diri minum air putih yang cukup, saya menyediakan botol minum yang berkisar 1500 ml di meja saya. Kenapa? Biar enggak lupa minum. 

Kamu pasti pernah deh lupa atau malas minum air putih kalau kerjaan lagi banyak. Apalagi kalau air minumnya jauh untuk dijangkau. Maksudnya kamu harus mengambil dulu di dispenser yang jaraknya dari bangku kamu bikin kamu malas berdiri dan berjalan ke tempat dispenser. 

Kalau sudah begini, ujung-ujungnya kamu baru bakal minum kalau sudah benar-benar haus bahkan sampai tenggorokan kering, pusing, dan sulit konsentrasi. Apalagi kalau bekerja di ruangan ber-AC yang pastinya nyaman, tidak berkeringat, dan tidak mudah memunculkan rasa haus sehingga jarang minum tidak bisa dihindari. 

Memang seberapa pentingnya sih minum air putih buat para pekerja agensi?  Gini, sebenarnya air putih itu bukan hanya penting bagi pekerja agensi tapi semua orang. Namun, seperti yang saya ceritakan diawal, jika bekerja di agensi itu bagai kuda yang tidak tahu waktu. Sama saja kayak orang yang bekerja di media yang katanya kerja dengan tenaga yang sangat diforsir. 

Saya kasih contoh, saya sendiri bekerja di digital agensi sebagai content writer. Itu kerjaannya lebih banyak duduk terus kurang gerak. Kalau tidak diimbangi dengan asupan cairan yang cukup, dampak ringannya bisa mengurangi konsentrasi. 
Bayangkan, saya itu kerjaannya bikin 3-4 artikel dalam sehari dan macam-macam tulisan yang saya buat mulai dari kesehatan, kecantikan, asuransi, makanan, dan lain-lain yang bakal di muat di website klien. Makanya saya harus menjaga konsentrasi agar kerjaan saya minim kesalahan. Bukan cuma itu, tentu lama kelamaan kalau kebiasaan kurang cairan dalam tubuh bisa membuat punggung pegal bahkan sakit. 

Informasi yang saya dapatkan dari postingan Mba Murtiyarini di Kompasiana yang diposting pada 6 Desember 2017 dengan judul Kantor Peduli Hidrasi, Karyawan Sehat dan Produktif kalau tubuh kekurangan air putih tentu memberikan dampak yang tidak baik, di antaranya cepat lelah, kurang fokus, kepala terasa pusing, memori jangka pendek berkurang, mengantuk, dan tenggorokan kering. Kondisi-kondisi tersebut berpengaruh pada produktivitas kerja.

Agar lebih jelas,  berikut sedikit infografis soal pentingnya minum air putih bagi tubuh.



Nah setelah tahu apa saja manfaat air putih untuk tubuh. Saya juga sempat menanyakan ke beberapa teman kantor saya kebiasaan mereka minum air putih.

Ibnu (SEO Senior Manager)

Ada Ibnu yang merupakan SEO Senior Manager yang sehari-harinya bekerja bukan hanya mencari keyword, tapi juga membuat report dan meeting bersama klien serta pitching. Saat sedang tidak terlalu sibuk, Ibnu biasanya minum 2,5 liter. 1 liter di kantor, 1.5 liternya di jalan dan di rumah. Ibnu biasanya memang minum saat merasa haus saja. Beberapa dampak yang dirasakan Ibnu bila kurang mengonsumsi air minum adalah merasa kurang fokus, bahkan hingga merasa pusing.

Kondisi ini tentu bisa membuat pekerjaannya bisa tidak terselesaikan dengan baik dan bisa terlambat men-deliver ke klien.

Makanya, untuk membiasakan diri mencukupi kebutuhan cairan biasanya, Ibnu selalu mengisi botol minumnya di rumah sebelum berangkat ke kantor dan sebelum pulang ke rumah mengisi botol minumnya atau beli minum di jalan.

Grace (Content Manager)

Grace, pekerjaannya sehari-hari adalah selain mengedit tulisan para content writer in house dan freelancer, ia juga membuat editorial plan,  menulis artikel, meeting dengan klien, dan mengatur strategi konten. Hal yang ia rasakan bila kurang minum adalah  kurang konsentrasi,  hingga membuat tulisan atau editannya mandek. Ketika ia buang air kecil juga jadi jarang dan warnanya bisa kuning sekali.

Herlina (Art Director)

Sementara ada lagi teman saya Herlina yang merupakan art director. Ia sehari-hari bekerja lebih banyak duduk karena kerja utamanya adalah  mendesain berbagai materi publikasi baik untuk kebutuhan klien maupun kantor.

Herlina mengaku jika ia kurang minum sering merasa cepat lelah. Makanya ia selalu letakkan botol minum/gelas dekat dengan dirinya agar tidak lupa minum air putih.

Nah, dari pemaparan teman-teman saya di atas, makin paham kan jika air putih yang cukup itu memang penting sekali dan terdapat dampak bagi produktivitas kerja?

Kebutuhan Hidrasi Manusia

Sekadar informasi, jika kebutuhan cairan tiap orang itu berbeda-beda. Berdasarkan informasi yang saya baca dari blog Kompasiana Mba Yayat yang berjudul "Memilih Air Minum, Kenapa Harus Air Mineral?" yang beliau posting pada Oktober 2018 dan sebagian informasinya ia peroleh Dr Diana Sunardi M.Gizi, Sp.GK, yang menjadi salah satu pemateri pada kelas Danone Blogger Academy 2018 lalu, ada beberapa faktor penentu kebutuhan air minum seseorang, yakni jenis kelamin dan usia, aktivitas, suhu dan kelembapan lingkungan, makanan yang dikonsumsi, dan kondisi kesehatan tubuh.

Menurut Dr Diana, untuk laki-laki dewasa, standar air minum yang perlu dicukupi adalah 2 liter per hari. Sementara untuk wanita dewasa, kebutuhan minumnya adalah 1,6 liter per hari. Untuk ibu hamil ada tambahan 300 ml per hari, dan ibu menyusui ada tambahan 700 ml per hari. Lain lagi bagi kamu yang pekerja ringan, baiknya penuhi 2,2 -- 3,5 liter per hari, pekerja sedang 3,6 liter -- 6,3 liter per hari.

Dipaparkan juga jika sebaiknya minum air putih jangan hanya ketika merasa haus saja, tapi saat berkeringat, minum sebelum-selama-setelah belajar, minum sebelum-selama-setelah bermain, minum sebelum dan setelah bangun tidur,  setelah makan, minum setiap 30-60 menit meskipun tidak  sedang merasa haus.

Dampak dari dehidrasi sendiri terbagi dua, yakni dehidrasi ringan yang ditandai dengan mulut dan kulit kering, urin yang keluar sedikit, mudah mengantuk dan lelah, mudah cemas dan tegang, konsentrasi menurun, dan daya ingat visual sesaat menurun. Sementara dampak dehidrasi jangka panjang bisa menyebabkan seseorang mengalami infeksi saluran kemih dan batu ginjal.

Apakah di kantor saya tersedia fasilitas air yang cukup memadai? Jawabannya, ya. Di kantor saya sendiri memang tersedia dispenser di pantry. Kalau dari meja saya sih untungnya tidak terlalu jauh. Ada beberapa dari teman-teman saya juga yang membawa botol minum sendiri dari rumah dan begitu sampai kantor diisi penuh agar tidak perlu mondar-mandir ambil air minum.



Kantor memang tidak menghimbau karyawannya untuk minum cukup air. Misalnya, di toilet tidak ada poster atau informasi soal warna urine. Yang ada hanya himbauan seperti ini:





Dulu di kantor saya yang lama, di tiap ruang meeting pasti tersedia air minum dalam kemasan untuk memudahkan peserta meeting yang hendak minum, jadi tidak perlu ke luar ruangan. Namun sejak saya pindah lokasi kantor, sekarang tiap di ruangan meeting tidak pernah ada Air Minum Dalam Kemasan (AMDK).

Jadi, bagaimana? Masih mau anggap remeh soal pentingnya minum air putih? 

19 komentar:

  1. Air putih pnting banget ya, apapun pekerjaan kita. Aku bayangin kok malah seneng ya, sehari bisa bikin baya tulisan, keren kak

    BalasHapus
  2. Saya baru tahu pentingnya air putih untuk tubuh kita ini setelah bekerja di Taiwan. Di sana rata rata bawa botol minum dan minimal satu liter. Itu habis dan bahkan diisi ulang apalagi kalau musim panas. Sekarang saya jadi kebiasaan. Banyak minum air putih dan selalu dijadikan bekal juga

    BalasHapus
  3. Saya banget tuh..masih sering lupa/males minum air putih. Tapi sekarang sedang membiasakan diri sebaliknya.. TFS ya

    BalasHapus
  4. makasih infonya yaa, waaa iya emang kalau kerja fleksibel justru jam kerjanya ga kerasa ya, tau2 udah duduk lama, dan butuh cairan supaya ttep sehat

    BalasHapus
  5. Haihaiii sesama Rahmawati :D
    Emang sih yaa, air mineral itu puentiiing buat kita semua.
    Aku kalo lagi banyak DL, sering mengabaikan air putih juga.
    Jadi artikel ini super mencerahkan dan jadi reminder banget buatku
    --bukanbocahbiasa(dot)com--

    BalasHapus
  6. Jadi inget dulu waktu saya masih ngantor. Sering diomelin teman karena paling malas minum air putih hehehe. Kalau sekarang, saya gak kuat kalau kurang minum. Bisa sakit kepala

    BalasHapus
  7. Kesan anak ahensi keren emang bener sih mbak, makanya banyak anak muda yang pengen menyandang status "anak ahensi".

    Nah untuk kerja fleksibel itu malah waktunya bisa ngalah-ngalahin yang kerja kantoran yak.

    Bener, air putih emang penting sekali untuk kita, soalnya air kan jadi bagian yangyang mendomi dalam tubuh kita. Harus minum yang cukup bahkan kalau bisa lebih, karena air yang bantu bawa semua zat yang kita makan.

    BalasHapus
  8. Yaaa,, bener banget ga melulu enak sih, enak kalau ada project gede tapi ya gitu meeting kadang sampai mall tutup dan akhirnya pindah ke kafe 24 jam,terus mau klien kadang berubah2 dadakan huhuhu.

    BalasHapus
  9. Iyaa...banget.
    Aku lagi terapi buat diriku sendiri niih..
    Setiap hari harus habis minum 1L minimal...soalnya kalo ga gitu, aku susah ke pipis euii..

    BalasHapus
  10. bukan hanya anak agensi yang perlu menjaga diri dari dehidras mba, tapi kita semuaaa. Aku di kantor selalu sedia tumbler dan gelas isi air..supaya bias mengira - ngira berapa asupan air putih yang sudah masuk ke tubuh

    BalasHapus
  11. Menjaga tubuh agar tetap terhidrasi itu penting buat siapa aja mba. Ya bayi, anak2, dewasa. Beberapa orang malah butuh asupan cairan yang lebih, misalnya ibu hamil, ibu menyusui, orang yg kerja di ruangan ber AC, dll.

    BalasHapus
  12. Air putih penting banget buatku, kalau hari ini kurang minum, besoknya pasti langsung sembelit dan pusing-pusing. Jadi setiap hari wajib minum 10 gelas biar urusan ke belakang tetap lancar :)

    BalasHapus
  13. aku pernah punya pengalaman gak enak soal dehidrasi ini, Pernah selama seminggu lebih banyak minum soft drink dan sadar banget kurang minum air mineral. dan, yang namanya hilang konsentrasi itu bener banget, lupa ini lupa itu, bahkan hape yang dipegang aja dicariin saking entah kenapa otak seperti gak sinkron, badan gak enak, pinggang sakit, sampe gak kuat berdiri. dan healingnya sampe 2 minggu untuk bisa kembali normal mba.

    BalasHapus
  14. Bener banget. Minum air putih itu penting banget buat tubuh, bahkan meski hidup di bawah ac.

    BalasHapus
  15. Seru deh pekerjaanmu. Dan emang oya sih pastinya butuh fokus dan kesehatan yg prima ya

    BalasHapus
  16. Ketampol ini sama postingan mba Eka wkwkwk
    aku masih jarang minum air putih mba, ampun.
    Padahal penting banget ya Kak. Makasih mba udah ngingetin lagi. Love

    BalasHapus
  17. Waduh, jangan sampai lupa minum walau sesibuk apapun. Kalau aku tu malah dibilang pak suami minumnya kayak onta hahaha.. soalnya aku termasuk tukang minum hehe...

    BalasHapus
  18. Bener banget, Mbak.. Kurang minum air bisa bikin nggak fokus. Bahkan katanya kalau pengen anak pinter, bekali dia dengan air putih yang cukup. Kasih tau anak-anak untuk banyak minum, biar di kelas nggak ngantuk. Hihi..

    BalasHapus
  19. Aku justru tidak naruh botol di meja biar jalan-jalan untuk ambil air di dispenser, pas ngantor dulu. Kerjaanya juga duduk melulu meski tidak di agensi ;)

    Nah, kudu dipaksa untuk bangkit dari kursi dengan ambil air minum tadi. Kadang-kadang ambil air putih, kadang-kadang menyeduh teh atau kopi untuk refreshing.

    BalasHapus