google-site-verification=2EI6VIJYNVb4r90mHXWwqiadhuzqdjNcpTYdqURIxbk

Meski Super Sibuk, Anak Agensi Harus Tetap Jaga Kesehatan



Apa yang muncul di benak kamu saat mendengar kata 'agensi'? Saya tebak, pasti kata-kata seperti keren, anak muda, dinamis, kerja enggak tahu waktu, dan lain sebagainya. Ya, enggak salah sih, karena memang itulah yang tergambarkan hehehe. 

Bidang agensi ada banyak sekali, bukan cuma periklanan tapi ada agensi pemasaran, agensi kreatif, agensi Public Relation, dan agensi digital. Masing-masing memiliki fokus yang berbeda.

Kerja di agensi tuh ada enak dan enggaknya. Enaknya, kerja sangat fleksibel (enggak terikat waktu bisa datang siang, tapi pulang bisa sampai malam juga sih), pakai baju bebas, bisa memperluas networking, duitnya lumayan, untuk beberapa agensi mengizinkan karyawannya kerja di mana saja, dan untuk bidang-bidang tertentu bisa nambah portofolio. 

Enggak enaknya? Juga banyak, karena jam kerjanya yang fleksibel kadang kerja sampai enggak tahu waktu, bahkan waktu rutinitas harian bisa jadi berantakan kalau enggak cermat mengatur waktu. Ketika sedang day off atau cuti masih saja diganggu pekerjaan. Bahkan terkadang kalau megajukan cuti, atasan sering bertanya "kamu cuti, tapi bawa laptop kan?" Aatau kalau lagi sakit dan tidak masuk kerja, tetap saja harus bekerja. Istilah kerennya working from home (WFH). Selain itu, stres jika banyak pekerjaan yang deadline-nya berdekatan atau KPI tidak tercapai. 


Kalau sudah stres, tentu bisa berpengaruh pada kesehatan kan? Saya suka mengamati teman-teman kantor saya. Rata-rata dalam 1 minggu ada saja yang tidak masuk kantor, sedikitnya 4 orang setiap hari dari 50 karyawan yang ada. Kebanyakan alasannya juga itu-itu lagi. Kebanyakan alasannya adalah radang tenggorokan, demam, sakit punggung, sakit maag, migrain, dan diare.

Bahkan ketika sudah berlebihan kerjanya ada beberapa kasus anak agensi yang meninggal akibat kelelahan bekerja. 

Sebenarnya sakit-sakit tersebut masih bisa dicegah agar tidak sering terjadi berulang. Kebanyakan teman-teman kantor saya dan saya sendiri memang memiliki beberapa kebiasaan kurang baik seperti sering lembur baik di weekedays maupun weekend, begadang, makan tidak terkontrol dan pola makan yang tidak teratur.

Salah satu teman saya, Syarif yang menjadi content writer juga lumayan sering datang terlambat ke kantor dan jarang sekali sarapan di rumah. Sehingga makan paginya digabung dengan makan siang, sehingga tak jarang mengonsumsi makanan yang cukup banyak sekali makan.

Akibat dari kebiasaan buruknya ini dia beberapa kali tidak masuk akibat pola makan yang tidak teratur sehingga sakit maag tidak bisa dihindari. Saya juga beberapa kali melihat dia mengonsumsi obat maag di kantor saat pekerjaannya sedang banyak dan ia kurang memperhatikan cara makannya. 

Teman-teman kantor saya juga sering jam 5 sore keluar kantor untuk istirahat sore sambil makan  atau merokok. Makanan yang dikonsumsi juga beragam, mulai dari mie ayam, ayam bakar, gorengan, somay, atau apa saja yang bisa mengganjal perut mereka. Apalagi jika mereka ingin lembur, sudah pasti jajan sore akan mereka lakukan.

Belum lagi tidak mencukupi kebutuhan cairan juga menjadi penyebab teman-teman saya sering mengalami sakit. Saya sempat bertanya pada beberapa teman saya di kantor bagaimana kebiasaan mereka mengonsumsi air putih setiap hari. 

Ada Syarif, seperti yang telah saya ceritakan sebelumnya, jika dia memiliki sakit maag yang sering kambuh dan terkadang kondisi tersebut sering membuatnya tidak masuk kantor namun tetap working from home (WFH) :)

Sering juga teman saya yang mengeluh sakit pinggang dan mencari koyo di saat sedang bekerja di kantor karena badan kaku kelamaan duduk dan kurang minum. 

Apa yang Bisa Dilakukan Anak Agensi agar Tubuh Senantiasa Fit di Tengah Pekerjaan yang Padat?

Memperbaiki Pola Makan 

Biasakan sarapan pagi sebelum berangkat ke kantor. Seperti yang diketahui kalau sarapan itu sangat penting agar mengembalikan energi yang hilang. Menu sarapan yang dipilih juga tidak boleh sembarangan.

Hindari makanan yang mengandung tinggi karbohidrat serta minyak, karena dianggap mudah membuat tubuh merasa lelah, mudah mengantuk, dan kadar gula darah menjadi tidak seimbang. Baiknya konsumsilah makanan yang mengandung banyak gizi seperti oatmeal, roti gandum, sayuran, buah-buahan, dan telur. 

Jika tidak memungkinkan untuk memasak sarapan, konsumsi saja roti gandum yang diisi telur dan selada. Bisa juga konsumsi tahu atau tempe. Jangan sampai lupa untuk cukupi asupan serat dengan mengonsumsi buah.

Saat makan siang jangan makan terlalu banyak dan terlalu sedikit. Jika makan terlalu banyak bisa membuat kamu merasa sangat kenyang dan ujung-ujungnya kamu malah jadi mengantuk. Sementara jika makan terlalu sedikit, yang ada malah membuat kamu mudah lapar dan bisa mengganggu konsentrasi.

Di kantor saya, disediakan makan siang yang biasanya terdiri dari nasi merah/putih, lauk, sayur, kerupuk, dan buah/jus. Biasanya makan siang disajikan prasmanan dan tersedia dari jam 12 hingga 2 siang. 

Meski Super Sibuk, Anak Agensi Harus Tetap Jaga Kesehatan
Salah satu teman saya sedang mengantri makan siang  (Dokpri)

Meski Super Sibuk, Anak Agensi Harus Tetap Jaga Kesehatan
Salah satu menu makan siang di kantor saya  (Dokpri)


Biasakan pula untuk makan tepat waktu baik sarapan, makan siang, dan makan malam untuk mencegah tubuh mengalami kegemukan, karena rasa lapar yang muncul cukup berlipat dan membuat kamu makan sangat banyak serta memungkin kamu ngemil secara berlebihan.

Untuk makan malam, perlu dilakukan dengan teratur agar saat tidur malam lebih nyenyak. Kalau sedang diet, makan malam tetap diperlukan. Hanya saja makanlah secukupnya dengan gizi yang seimbang.

Mengonsumsi Camilan Sehat 

Untuk mencegah kita jajan di jam kantor, baiknya sediakan camilan di meja kerja. Camilan di sini adalah camilan sehat dan dikonsumsi dalam jumlah kecil. Camilan sehat yang bisa dikonsumsi, yakni buah-buahan segar, jus yang tidak diberi tambahan gula, kacang-kacangan (kacang kenari dan kacang tanah), susu, atau yogurt. 

Hindari mengonsumsi asupan gula dan garam yang berlebihan dalam keseharian. Jangan mengonsumsi nasi yang terlalu banyak, snack yang mengandung gula tinggi maupun pemanis buatan, minuman kemasan atau bersoda. 

Jangan Lupakan Air Putih 

Sudah menjadi rahasia umum jika air putih menjadi cairan yang paling aman dikonsumsi oleh tubuh setiap hari. Namun, masih banyak orang yang lebih memilih mengonsumsi kopi dan teh dan dikonsumsi cukup banyak sepanjang hari. Perlu diketahui, jika asupan air putih harian masing-masing orang itu berbeda, karena disesuaikan dengan berat badan, jenis kelamin, usia, dan aktivitas yang dilakukan. 

Kalau saya sendiri, biasa menaruh botol minum di meja kantor dan saat tiba di ruangan saya akan mengisinya sampai penuh, agar tidak bolak-balik mengambil air. Kadang kan, kalau sedang sibuk bekerja, kita malah jadi malas mengambil air minum, sehingga jadi lupa untuk minum, dan dehidrasi tak bisa dihindari. 

Meski Super Sibuk, Anak Agensi Harus Tetap Jaga Kesehatan
Botol Minum Saya saat di Kantor (Dokpri)

Olahraga yang Teratur 


Untuk mendapatkan tubuh yang tidak mudah sakit, olahraga perlu dilakukan. Saya sangat bersyukur di kantor saya tersedia kelas-kelas olahraga yang memang difasilitasi oleh kantor. Jadi setiap minggu ada beberapa kelas olahraga yang diadakan dan karyawan bisa memilih kelas yang kami sukai. Biasanya tiap Senin ada kelas Yoga, Selasa ada kelas Cardio, Rabu ada kelas Muaythai, dan setiap Jumat ada kelas Futsal. 

Semua kelas olahraga tersebut diadakan sehabis jam kantor berakhir, yakni jam 18.30 dan diperuntukkan bagi perempuan maupun laki-laki dan kegiatan ini tidak dipungut biaya apa pun alias gratis. Saya sendiri suka mengikuti kelas Yoga dan sesekali kelas cardio. Badan jadi lebih sehat dan tentu tidak mudah lelah. 

Jangan Begadang dan Hindari Stres

Tuntutan dan tekanan pekerjaan yang cukup tinggi baik dari klien maupun atasan tidak jarang membuat saya dan teman-teman harus rela lembur dan kurang tidur, rela weekend atau hari liburnya dipakai untuk bekerja, harus berkorban perasaan jika di marahi klien atau atasan, dan lain-lain. 

Kalau kami tidak pintar-pintar mengatur waktu antara pekerjaan dan kepentingan pribadi, stres tidak bisa dihindari dan yang ada bisa membuat fisik dan pikiran juga drop dan pekerjaan jadi menumpuk.

Kalau saya sendiri untuk menjaga kewarasan, nonton ke bioskop bisa menjadi obat manjur buat melarikan diri dari kepenatan pekerjaan. Terkadang juga pergi bersama teman atau keluarga. Ya lakukanlah hal-hal yang kamu sukai. Leye-leye di kasur juga kadang saya lakukan kalau memang tidak ada rencana kemana pun. 

Nah, pola hidup sehat di atas sudah saya praktikkan. Alhamdulillah saya juga jarang sekali sakit, sehingga pekerjaan saya bisa lancar. Sebenarnya jika bekerja di agensi ada banyak keuntungan selain yang saya sebutkan di atas, salah satunya bisa memperkaya skill lain yang bisa kita pelajari dari divisi-divisi lain. 

Kalau kamu sendiri gimana mengatur pola hidup sehat dengan pekerjaan yang menumpuk? Yuk, bagi pengalaman kamu di kolom komentar, ya!

Baca juga: Catatan Seorang Freelancer


0 comments:

Posting Komentar