Source: Pexels.com

Siapa sih perempuan yang enggak mau punya wajah bersih dan sehat? Untuk mendapatkannya, berbagai cara bisa dilakukan salah satunya menggunakan masker wajah. Pasti dari kamu, sudah pernah merasakan memakai masker wajah, bukan? Ternyata masker wajah terkenal baik untuk kesehatan kulit apalagi kalau dilakukan secara rutin. Di pasaran saat ini juga sudah banyak banget jenis masker wajah yang bisa dipilih berdasarkan berbagai manfaatnya. Nah, apa saja ya alasan menggunakan masker wajah? Yuk disimak penjelasannya!

Membersihkan Wajah Secara Keseluruhan

Meskipun sudah membersihkan wajah untuk menyingirkan debu, minyak, dan makeup setiap hari, ternyata itu belum cukup, lho untuk membuat kulit wajah menjadi tetap sehat. Perlu juga diimbangi dengan perawatan dari dalam. Jadi, masker wajah itu mampu menembus lapisan kulit untuk menarik semua kotoran yang ada di dalam. Alasan itulah yang tidak bisa kamu dapatkan kalau hanya menggunakan pembersih wajah saja.

Melembapkan Kulit Wajah

Alasan menggunakan masker wajah karena mampu membantu melembapkan kulit wajah. Apalagi bila kamu yang memiliki jenis kulit kering, masker wajah perlu banget dilakukan secara rutin agar kulit terhidrasi.

Menghilangkan Racun di dalam Kulit

Mau aktivitas di dalam ruangan atau luar terkadang membuat kulit menjadi terpapar banyak faktor negatif, misalnya debu atau asap kendaraan, rokok, dan sebagainya. Menggunakan masker wajah secara rutin bisa mendetoksifikasi racun dalam kulit, sehingga bisa meminimalisir masalah pada kulit yang bisa muncul akibat dari kotoran-kotoran tersebut. 

Mencegah Komedo dan Jerawat

Alasan menggunakan masker wajah juga karena aktivitas yang satu ini mampu mengangkat sel-sel kulit mati dan menyerap minyak yang berlebih. Coba bayangkan, bila sel-sel kulit mati menumpuk dan minyak berlebih pada wajah, tentu bisa menyumbat pori-pori dan akan membuat bakteri jadi mudah merusak wajah kamu.  Jadi, saat kamu memakai masker wajah, kamu bisa mencegah terjadinya komedo dan jerawat di wajah.

Melancarkan Peredaran Darah di Sekitar Wajah

Jujur saya baru tahu, lho ternyata salah satu alasan menggunakan masker wajah bisa juga untuk meningkatkan stimulasi peredaraan darah.  Tujuan dari penggunaan masker karena bisa mengeringkan dan mengeraskan kulit kamu dalam membantu melancarkan peredaan darah di wajah. Sehingga, saat menggunakan masker bisa memberi kulit wajah nutrisi yang lebih. Bila peredaran darah di sekitar wajah lancar, bisa membuat kulit terlihat lembut, halus, dan memperbaiki warna kulit wajah.

Mencegah Penuaan Dini

Semakin bertambahnya usia, tidak bisa dipungkiri tanda-tanda penuaan seperti pori-pori yang membesar, munculnya garis halus, kulit yang keriput, dan flek hitam pasti muncul di kulit wajah. Untuk mencegah dan mengatasinya, bisa dengan rutin menggunakan masker wajah. Alasan menggunakan masker wajah lainnya adalah untuk meningkatkan produksi kolagen pada kulit dan juga menangkal radikal bebas penyebab penuaan dini.

Mengencangkan Kulit Wajah yang Kendur

Mengencangkan kulit wajah yang kendur, juga menjadi alasan menggunakan masker wajah. Kamu bisa pilih berbagai masker wajah yang ada di pasaran, mana masker yang berguna untuk mengencangkan kulit wajah.

Membuat Wajah Lebih Cerah

Di pasaran juga ada masker wajah yang memang khusus mencerahkan kulit. Tapi ingat ya, manfaat ini hanya bisa diperoleh kalau kita rutin menggunakannya.

Membantu Proses Penyerapan Skin Care agar Lebih Maksimal

Masker wajah juga mampu membantu produk skin care berkerja dengan baik. Sebab, bila rutin memakai masker maka kulit wajah kita menjadi lebih baik dan mampu menyerap produk perawatan lain dengan mudah.

Wajah dan Tubuh Menjadi Lebih Rileks

Ngerasa enggak sih, saat menggunakan masker wajah, bukan cuma membuat kulit jadi lebih bersih, tapi bisa juga membuat kita menjadi santai dan nyaman saat memakainya? Kalau saya sih begitu ya. Saat menunggu masker terserap dengan baik di kulit, kita bisa menenangkan pikiran dan menghilangkan sejenak masalah yang ada.

Dengan mengetahui 10 alasan menggunakan masker wajah tadi, jangan malas ya melakukan perawatan wajah yang satu ini. Perlu diingat ya, semua alasan di atas akan kamu rasakan sendiri pada wajah apabila dilakukan secara rutin. Jika masih bingung memilih masker wajah apa yang sebaiknya digunakan, pakai saja masker wajah dari Klei & Clay.

Produk skin care lokal yang bahan utamanya terbuat dari bahan natural ini memiliki beberapa jenis masker wajah, yakni Bye Acne Green Clay Mask yang mengandung French Green Clay dan minyak pohon teh yang mampu membantu menghilangkan jerawat dan komedo. Kandungan shea butter juga bisa membuat kulit terasa lembap. Ada juga kandungan minyak peppermint yang mampu mengendurkan otot wajah yang tegang.

Ada lagi Sweet Oats Brightening Clay Mask yang di dalamnya ada kandungan pepaya dan oat yang membantu mencerahkan kulit. Masker ini juga mampu membersihkan kulit secara mendalam dan mengecilkan pori-pori. Kandungan shea butter dan vanilla secara alami memberikan kelembapan, dan relaksasi.

Dua masker ini memliki cara penggunaan yang sama, cukup oleskan tipis-tipis dan biarkan selama 5-8 menit. Bilas dengan air hangat. Gunakan 2–3 kali per minggu untuk hasil terbaik. Jangan lupa untuk menggunakan SPF pada hari berikutnya.

Kalau masih penasaran dengan produk maskerwajah maupun produk lainnya yang dimiliki Klei & Clay, bisa langsung cek situs resminya di http://www.kleiandclay.com/ atau Instagramnya di @kleiandclay ya.

Sumber referensi:


https://thread.zalora.co.id/7-alasan-kenapa-harus-rutin-memakai-masker-wajah-21b2abeec3b1


Senangnya jadi blogger tuh kalau ada orang yang terpengaruh sama apa yang kita tulis. Jadi, saya punya pengalaman, salah satu junior di kampus namanya Nurul tiba-tiba DM saya beberapa bulan lalu, karena dia melihat postingan saya Enggak Ada Alasan Buat Malas Baca Buku. Karena Ada 6 Cara Atur Waktu yang Bisa Kamu Pilih yang saya posting di Insta Story. Dia bilang begini, 

“ Kak Eka, aku baca tulisan kakak. Terus apa yang Kak Eka alamin sama kayak aku, saking sibuknya sama kerjaan aku jadi enggak punya waktu buat baca buku. Aku mau gitu juga deh bawa buku kemana-mana, biar kalau ada waktu senggang bisa baca buku, meskipun lagi di toilet hehe.”

Wah saya yang baca, senang banget dong karena ada yang aware dan terpengaruh sama tulisan saya. Itulah yang saya suka dari ngeblog. Selain itu, ada lagi nih pendapat dari teman kantor saya.

“Lo mah enak bisa nulis punya blog, bisa kerja di mana aja terus sekarang job-job nulis banyak. Lah gue, akuntan harus kerja di kantoran. Enggak bisa tuh kalo akuntan jadi freelancer gitu.”

Kata-kata yang disampaikan oleh teman kantor saya ketika menemani dia jajan di sekitaran Blok M itu masih saya ingat betul. Sebenarnya bersyukur juga punya skill menulis dan blog, karena menurut saya kemampuan ini bisa bertahan seumur hidup. Kalau ada yang tanya ke saya, kenapa saya suka menulis dan membuat blog? Singkatnya begini. 

Sekitar SMA kelas X atau kelas satu tepatnya 2009, saya ikut-ikutan anak remaja lainnya dengan menyukai Raditya Dika. Siapa sih yang enggak kenal dia? Buku pertamanya sukses membuat saya terpingkal-pingkal dengan curhatannya yang sangat jujur dan ngena banget di hati dan membuat saya mencari tahu lebih banyak soal pria berzodiak Capricorn ini.

Usut punya usut, ternyata si Radit mengembangkan dunia tulisannya melalui blog. Saya yang totalitas menjadi fan-nya nyari tahu, apa sih blog sebenarnya.

Terus saya coba bikin blog di blogger.com (saya lupa namanya apa) di tahun 2011 akhir tapi saya jarang nulis di blog karena kalau mau pakai internet harus pergi ke warnet. Di tahun 2013 saya coba pakai Wordpress dengan nama rahmawatieka.wordpress.com sampai Maret 2018. Bulan April 2018, saya memutuskan untuk mendaftarkan blog saya menjadi Top Level Domain (TLD) dengan nama rahmawatieka.com, karena melihat salah satu teman kantor saya, Ardan yang ternyata doyan nulis juga dan dia lebih lama ngeblog dari saya. Kalau ditanya, kenapa saya masih betah ngeblog sampai sekarang? Ada beberapa alasannya.

Lebih personal

Dengan menulis blog, saya bisa nulis hal-hal yang saya sukai atau rasakan. Setiap orang tentu punya pendapat yang berbeda tentang satu hal. Jadi tulisan sangat terasa orisinalitasnya. Selain itu, saya yang cenderung introvert lebih mudah mengutarakan isi pikiran dan perasaan saya lewat tulisan dibandingkan diomongin langsung ke orang.

Menulis sesuai passion

Masih ada hubungannya dengan poin pertama. Ibaratnya blog itu rumah karya kita. Berarti suka-suka kita dong mau nulis apa, bahkan blog tersebut bisa dibuat ber-niche atau memiliki spesialisasinya. Jadi kita bisa menyalurkan minat kita akan suatu hal. Kalau kamu nanya niche saya apa? Saya bakal bilang, blog saya ini isinya campur-campur atau istilah kerennya, lifestyle blogSaya kadang nulis soal pengalaman traveling, buku yang saya baca, atau kadang film, dan hal-hal random yang menurut saya bisa bermanfaat. Semoga.

Memacu untuk terus belajar

Sebagai narablog (orang yang mengelola blog sendiri) tentu kita dituntut terus belajar. Misalnya, kita harus selalu up to date akan isu-isu yang berkembang di media. Menulis blog, juga membuat kita lebih jeli dalam melakukan riset untuk topik yang ingin ditulis agar tulisan kita bisa dipahami secara jelas oleh pembaca.

Menjalin pertemanan dengan bloger

Jujur aja, menjadi bloger membuat saya berkenalan dengan orang-orang baru baik yang sudah bertemu langsung atau melalui cara blogwalking dan Whatsapp Group (WAG). Sekarang sudah banyak juga komunitas online yang bisa menjadi wadah untuk mengasah kemampuan ngeblog. Bahkan ada komunitas yang terbagi atas gender, hobi, dan wilayah serta rajin membuat event atau acara kopdar.

Warisan buat anak saya

Jangan ketawa ya baca poin ini, hehehe. Meskipun saya belum menikah dan punya anak, tapi saya pengin ada sesuatu yang bisa saya pamerin ke dia kalau sudah besar dan dia bisa tertarik juga sama nulis, hehehe. Selain itu, biar saya dan anak saya bisa sama-sama tahu dan mengingat (buat saya) jika dulu saya pernah memiliki pengalaman apa, buku apa yang dibaca, dan lain sebagainya.

Hal-hal yang membanggakan dan diperoleh selama menjadi narablog

Selama kurang lebih 8 tahun menjadi narablog, tentu ada berbagai hal yang saya peroleh, di antaranya:

Punya karya sendiri

Memang karya yang saya maksud di sini bukan sesuatu yang berprestasi atau memperoleh hadiah jutaan atau piala. Tapi, kalau ditanya apa yang membuat saya bangga menjadi narablog adalah setidaknya saya punya karya yang bisa saya tunjukkan ke anak-anak saya nanti.

Pekerjaan sampingan

Hingga saat ini Alhamdulillah saya masih suka nerima job sampingan selain dari pekerjaan saya sebagai content writer, dari blog juga sesekali ada. Kadang job review atau artikenl blog post.

Memang sampai detik ini saya belum punya prestasi blog yang membanggakan dan bisa dihitung dengan jari kompetisi blog yang saya ikuti di tahun 2018. Salah satunya, saya ikut lomba blog yang membahas tentang aplikasi tempat penyewaan coworking space, meeting, event, dan lain-lain. Itu lomba blog pertama saya. Pas cek pengumuman pemenangnya, eh ternyata bang Nodi yang jadi juara pertama. Nah, ini awal “perkenalan saya” dengan blog Bang Nodi. 

Pasti buat orang-orang yang tidak menang akan langsung cek blog para juara. Terus cari tahu apa sih keunggulan tulisan mereka. Lah ternyata pas dicek, ya gimana enggak menang, Bang Nodi bikinnya pakai ada infografis lengkap bahkan sampai mesen ruangan beneran di aplikasi tesebut lagi. Ya pokoknya komplit bangetlah hehehe.  Tapi meski saya enggak jadi juara (emang enggak ngarep-ngarep banget sih. Soalnya baru pertama ikut lomba juga) saya dapat hadiah hiburan berupa flashdisk yang kapasitasnya lumayan besar 15 Giga. Hehehe. Lumayan banget. 

Saya jadi 30 pendaftar terpilih di lomba tersebut. Dapat hadiah flashdisk rasanya senang banget. Dipikiran saya pas nerima hadiah itu, “Oh gini ya rasanya tulisan kita diapresiasi sama orang lain.” 

Hadiah flashdisk yang saya dapatkan
Dengan hadiah tersebut, saya berpikir “Kalau saya serius buat konten atau nulis blog kemungkinan saya bisa menang bisa terbuka lebar.” Saya tahu kalau sesuatu itu sudah diniatkan untuk hadiah atau mendapatkan uang, ya jadinya karyanya enggak maksimal. Namun, dengan ikut lomba blog juga bisa memotivasi buat bikin konten maksimal, iya kan? Makanya banyak orang yang bilang, kalau ikut lomba itu nothing to lose aja, yang penting melakukan yang terbaik. Saya sepakat!

Menjadi seorang narablog pasti ada tantangannya, di tengah era digital saat ini. Apalagi dengan kemudahannya mengakses informasi membuat siapa saja bisa menjadi dan menyebut dirinya narablog. Menurut saya sekiranya ada 4 tantangan seorang narablog. 



Kalau menengok di tahun 2018 kemarin, Alhamdulillah sebagian besar resolusi saya soal blog terwujud semua. Tahun itu, saya cuma punya 2 resolusi untuk blog, pertama saya mau mendaftarkan blog saya menjadi TLD dan mau rajin nulis. Semenjak blog udah TLD, saya lumayan rajin nulis. Memang belum tentu seminggu sekali atau 1 hari 1 tulisan, tapi seenggaknya tiap bulan saya ada 1 tulisan. 

Nah, kalau ngomongin soal resolusi saya tentang blog di tahun 2019 saya mau belajar lagi memperkaya blog saya dengan konten yang lebih menarik. Secara, sekarang ada banyak banget bloger yang lebih bagus dari sisi konten dan tampilan blognya. Di tahun Babi Tanah ini ada 4 resolusi 2019 saya terkait blog.



Apakah resolusi blog tahun 2019 saya muluk-muluk? Semoga saja tidak ya. 

Sampai Kapan Mau Ngeblog

Kalau ditanya mau sampai kapan saya bekerja sebagai content writer di Agensi? Saya akan jawab mungkin, maksimalnya 3-4 tahun. Sementara lain lagi, kalau ada yang tanya, mau sampai kapan jadi narablog? Saya bakal jawab dengan lantang, SEUMUR HIDUP! Bahkan sampai nanti saya punya anak pun saya pasti bakal share soal tema motherhood dan parenting. Intinya jangan pernah berhenti belajar untuk memperdalam dunia blog, karena di dunia digital ini sangat dinamis dan banyak sekali perubahan. 

Sumber referensi: