'Mencuri' Banyak Ilmu Soal Traveling di Safe Travel Fest 2019 dari Jenius



Saya tuh paling sedih kalau weekend harus kerja, meski di rumah. Sebagai content writer yang selalu diintilin sama deadline yang bisa datang kapan saja saya harus terima konsekuensi kalau harus kerja diwaktu libur. 

Tapi saya lagi suka nih beberapa minggu ini karena akhirnya weekend saya bisa lebih berfaedah dengan mengikuti beberapa talkshow yang pastinya bagus untuk menambah wawasan. Nah weekend tanggal 30 November dan 1 Desember kemarin saya datang ke acara dari Jenius bertempat di Food Society Kota Kasablanka. 

Tahu dong Jenius itu apa? itu loh tabungan digital punya bank BTPN. Meski namanya tabungan digital, tetap memiliki bentuk kartu fisik layaknya tabungan di bank konvensional lainnya.

Diacara tersebut, bekerjasama dengan aplikasi Safe Travel yang dibuat oleh Kementerian Luar Negeri Jenius menyelenggarakan acara yang membahas soal traveling yang dikemas dalam workshop dan traveling. 

Saya tuh paling semangat kalau bahas soal traveling. Yaiyalah siapa juga ya enggak? hahaha. Nah beberapa waktu lalu teman kantor saya ngasih tahu soal acara dari Jenius yang membahas soal traveling dengan mengundang pembicara yang keren-keren. Ada dua talkshow yang saya hadiri. 

Seperti biasa saya bakal kasih tahu nih yang sekiranya penting dari acara talkshow yang sayang banget kalau saya enggak tulis di blog

Tips Nyaman ke Luar Negeri Bagi Perempuan

Di talkshow dengan tema seperti yang tertera di atas ada dua narasumber kece yang saya kagumi, yakni Kadek Karini dan Windy Ariestanti. Gak perlulah ya saya jelaskan mereka itu siapa. Kalau kamu demen jalan-jalan pasti familiar sama dua orang ini. 

Yang menarik, Mba Windy bercerita pengalamannya pertama kali traveling sendiri itu kelas 5 SD dengan misi liburan ke Sumatera (Palembang) dari Blitar. Memang sudah kebiasaan dari kecil di keluarganya Mba Windy selalu berpindah-pindah tempat karena pekerjaan orang tua. Menggunakan bus ekonomi dua hari dua malam. 

Sementara Mba Kadek mencoba memberanikan diri saat libur kuliah untuk naik gunung bersama teman-temannya, padahal pernah dilarang ibunya untuk naik gunung karena takut ada binatang buas. Sampai akhirnya, Mba Kadek bisa naik gunung dan tidak terjadi hal-hal yang ditakutkan.

Terus saya jadi mikir, intinya gaes salah satu hal penting kalau mau traveling adalah berani dan yakin sama diri sendiri.  Ada beberapa pesan yang disampaikan oleh Mba Kadek dan Mba Windy. Kira-kira kalau saya rangkum jadinya begini:
1. Perjalanan bukan hanya sekadar berlibur, tapi juga kelas untuk belajar banyak hal. 
2. Perjalanan bagi Mba Windy jadi membuatnya untuk ingin tahu dan perasaan itu bisa mengalahkan rasa takut. Rasa takut itu baik untuk dipelihara dengan begitu kita bisa jadi lebih waspada. Rasa ingin tahu itulah yang harusnya mengalahkan rasa takut. 
3. Tips dari Mba Kadek kalau misalnya kita pergi sendiri ke tempat tujuan yang belum familiar, yakni dengan mencari tahu terlebih dahulu informasi terkait tempat yang ingin dituju. Jadi kita ada bekal sebelum ke tempat tersebut. Karena terkadang apa yang diceritakan di media dengan kenyataannya itu berbeda, karena media sendiri melakukan framing
4. Mba Windy bilang, sebenarnya semua tempat itu bisa menjadi tempat aman bagi siapa pun asal kita semua berkontribusi untuk membuat tempat itu aman dengan cara membaca baik-baik aturan yang berlaku di sana. Mba Windy bilang negara seperti Israel dan Yordania itu negara yang aman dan tidak semenakutkan seperti yang ada di media, selama kita mengikuti aturan yang sudah ditetapkan 
5. Mba Kadek juga memberikan referensi nih negara mana yang menurutnya aman dikunjungi oleh perempuan, di antaranya Australia, Jepang, Korea Selatan, dan New Zealand
Salah satu hal yang bisa memastikan keamanan diri kita dalam perjalanan  adalah dengan 
6. Lupakan gender. Terkadang bila terlalu memikirkan gender, itu  malah membuat kita membatasi diri kita. Hal yang perlu diingat, yang namanya aman dan nyaman itu diciptakan untuk semua manusia
 7. Saat dalam perjalanan ada orang yang memerlukan bantuan, bingung, dan ketakutan jangan lupa untuk memberikan bantuan. Itu akan membuat perjalanan jadi aman bagi siapa saja
8. Setiap perjalanan bukanlah kompetisi tapi ini menjadi waktu yang tepat untuk menikmati waktu yang telah diluangkan untuk meihat tempat baru
9. Pesan Mba Kadek yang membuat saya jadi berpikir "kalau misalnya kita takut terus dengan misalnya kendala bahasa, makanan, atau lainnya kapan kita mau jalan dan kita gak akan kemana-mana"

Traveling Aman dan Nyaman versi Kak Kadek 
Adalah dari sisi transportasi, tidak membawa uang terlalu banyak, melakukan riset terkait negara tujuan, berpakaian sesuai dengan kondisi atau budaya termpat atau negara tersebut, jangan keluar malam-malam,  dan saat keluar dari bandara jangan memasang muka bingung, panik, takut, percaya diri aja. 

Traveling Aman dan Nyaman versi Mba Windy


1. Mengenali batas kemampuan diri kita jadi tidak memaksakan diri
2. Bertemanlah bukan hanya dengan orang lokal maupun orang yang kita temui di perjalanan saja tapi juga termasuk dengan diri sendiri. Dengan berteman dengan diri sendiri kita jadi tahu batas kita sampai mana, kita jadi tahu apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan dan yang bisa dan tidak bisa kita lakukan. Sementara berteman dengan orang lokal kita bisa mendapatkan informasi yang tidak kita duga
3. Melindungi dirimu. Ini bukan hanya dengan asuransi dan uang yang cukup, tapi mengetahui hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan atau diucapkan terkait tempat tersebut (informasi lokal). Itu membuat ketika berinteraksi dengan orang lokal khususnya tidak salah. Kalau kita salah ngomong bisa jadi boomerang. Galilah orang-orang lokal punya isu apa yang sebaiknya tidak kita korek agar kita bisa nyaman di tempat tersebut 
4. Perlu juga tahu soal budaya setempat. Cobalah berpikir dari kacamata orang lokal
5. Di dalam perjalanan adalah kelas yang mengajarkan kita bahwa ada beberapa hal yang tidak bisa kontrol. Ingatlah bahwa setiap hal yang terjadi saat perjalanan itu menjadi seni dalam setiap perjalanan
6. Saya baru tahu kalau setiap negara itu ada polisi pariwisata yang bisa membantu para turis
7. Jika dalam imigrasi ada petugas yang menahan kita, saran dari Mba Windy adalah jawab pertanyaan sejujur-jujurnya, yakinkan mereka jika kita datang ke negara mereka itu dengan tujuan yang baik, tidak perlu berbohong, tidak perlu emosional dan memak-maki, jangan baperan. Karena pihak imigrasi adalah orang yang bertanggung jawab terhadap keamanan negara mereka terhadap orang asing, mereka hanya ingin melindungi negara mereka




Content Creation in Traveling


Nah di talkshow dengan tema Content Creation in Traveling ada beberapa ilmu yang menurut saya penting sekali untuk dibagikan dalam blog.Narasumbernya adalah Takdos dan Febrian. Dua-duanya juga traveler yang sudah banyak pengalaman mengunjungi berbagai tempat baik dalam maupun luar negeri.

Dua orang ini punya gaya traveling yang berbeda. Takdos lebih senang eksplore yang murah-murah kalo travelling . Dia pernah ke Jepang 10 hari hanya menghabiskan tiga juta rupiah itu sudah masuk tiket pesawat. Gimana gak murah, untuk menghemat dia lebih memilih tidur di kios ramen, taman kota, dan tempat terbuka lainnya.

Ini dikarenakanTakdos lebih suka mencari pengalaman yang berbeda saat traveling. Meskipun katanya kalau ke Jepang itu aman, kalau menurut saya sih, ini jangan ditiru ya hahaha, apalagi buat perempuan. Senekat-nekat dan sehemat-hematnya perjalanan, jangan sampai mengesampingkan soal keamanan ya. hehehe.

Sekarang Takdos juga punya usaha travel namanya @Whattravel.  Di mana dia meminta orang lokal yang ada di tempat daerah itu untuk membantu bisnisnya agar orang-orang yang memakai jasa travel-nya bisa jalan-jalan murah ke daerah tersebut. Di usaha travel-nya juga menyediakan destinasi wisata ke negara-negara yang tidak banyak disediakan travel lainnya, seperti Kutub Utara, Korea Utara, dan Ethiopia. Saat dia masih aktif menjadi travel blogger, Takdos biasanya membuat tulisan  lebih ke travel comedy.

Kalo Febrian bilang persiapan yang dia lakukan biasanya menyiapkan 
1. gear apakah untuk memakai kamera handphone, kamera DSLR, mirrorless, atau go pro. Tergantung dari tempat yang mau didatengin dan kamera apa yang mau dibawa
2. Banyakin referensi seperti Pinterest
3. Menghidupkan konten yang dibuat. Jangan sampai konten yang kita buat itu konten palsu. Misalnya jangan pura-pura bahagia, padahal sebenarnya dalam hati sedang bersedih. Beri personal touch di foto yang kita buat. Contohnya kita lagi jalan ke luar negeri, terus kita bisa foto belakang badan kita yang menandakan jika kita orangnya pendiam. Tapi kalau orangnya ekstrovert bisa bikin foto dengan gaya yang lebih ekspresif seperti menjulurkan lidah dan lain-lain.  Lalu dari caption, juga perlu diberikan personal touch. 

Kak Febrian mencontohkan jika dia bikin caption bikin berdasarkan mind mapping. Misalnya lagi liburan ke Bali, terus bisa bikin caption tentang apa ya yang berhubungan sama Bali seperti misalnya Bali itu juga dikenal dengan Pulau Dewata, menjadi melting point banyak turis dari seluruh dunia, dan lain-lain. Jangan lupa kasih informasi apa yang mau share, terus baru deh kasih personal touch. Menurut Kak Febrian itu bisa bikin konten jadi lebih menarik. 
Lensa terbaik adalah mata kita sendiri dan memori terbaik adalah otak kita

Hal-hal yang perlu diperhatikan saat Traveling 

1. Jangan traveling sendirian apalagi jika baru pertama kali pergi jauh, khususnya ke luar negeri. Karena itu bisa membuat anggaran traveling jadi membengkak. Kalau misalnya bareng sama teman juga sebaiknya 2-5 orang saja
2. Bawa uang pas 
3. Jangan malu bertanya. Percaya diri saja
4. Saat traveling itu apa yang kita dapatkan di sana cukup terima aja apa yang ada di depan mata kita, bersyukur aja. Kalau saat traveling kita mendapatkan hal yang buruk, selalu percaya aja kalau kita melakukan hal baik, kita dapatnya yang baik, tapi kalau melakukan hal buruk, kita dapatnya yang buruk.  

Gimana proses awalnya jadi content creator dan bisa dikenal banyak orang, apakah hanya karena konsisten bikin konten saja atau kah ada tips-tips lain?

Takdos jawab berdasarkan pengalamannya, jadilah yang berbeda, jadi lebih nyeleneh hingga menemukan market atau pembacanya sendiri. 

Kalau Febrian, bilang awalnya dari minta pendapat orang soal tulisannya dia, terus melakukan research kebanyakan orang itu sukanya konten seperti apa. Jangan pernah lupa untuk memasukkan personal touch dan keontektikan dari karya yang kita buat, perbanyak referensi, dan saat menyampaikan konten jangan hanya informatif saja tapi juga sertakan pengalaman atau apa yang kita rasakan selama traveling di sana.


0 comments:

Posting Komentar