Icip Soto Betawi Afung dan Jajanan Halal Lain Di Glodok



Glodok buat saya menjadi salah satu daerah yang menarik untuk dikunjungi beberapa kali. Tempat yang satu ini bukan cuma kaya akan budaya Tionghoa tapi juga surga kuliner. hmmmmmm. Saya sendiri sudah dua kali ke sini berkat ajakan dari teman kuliner dan kantor saya, namanya Vice. Kalau kamu sering baca tulisan postingan-postingan saya sebelumnya, pasti sudah familiar dengan namanya, kan? hehehe.

Memang kalau kamu mendengar kata Glodok, pasti yang ada di kepala bukan cuma "wilayah Cina saja yang jadi khas, tapi juga terkenal makanan tidak halal-nya. Eiitts, jangan salah, di sini ada juga lho makanan halal-nya. 

Sabtu (2 /11/2019) saya dan Vice datang ke Glodok untuk mencoba beberapa makanan yang halal pastinya, salah satunya adalah Soto Betawi Afung. Hmmm jika mendengar namanya jadi ingat sama bakso Afung ya hehehe. 

Saat pertama kali ke Glodok tahun lalu saya memang sudah penasaran sama makanan yang satu ini. Nah, saat ada kesempatan ke Glodok lagi, tentu ini tidak boleh terlewat. 

Soto Betawi Afung 




Soto Betawi Afung Glodok ini ada di Gang Gloria yang memang sudah terkenal menjadi tempat yang menjual banyak makanan. Tempat soto betawi Afung ini cukup sederhana, tapi tidak sepi pembeli. Bahkan saat saya ke sana ada lho dua perempuan yang sedang membuat vlog. hehehe

Ternyata benar apa yang disampaikan di blog-blog maupun vlog jika soto betawi Afung ini memang maknyus. Saya pesan soto betawi Afung campur yang isinya ada daging, babat, kikil, paru, urat,  emping, bawang goreng, kentang, tomat, daun bawang, kuah santan yang tidak terlalu kental berwarna putih agak kecokelatan. 

Saya pikir kuah soto-nya akan terasa berat, ternyata saat diicip tidak sama sekali. Saya juga menyangka, kuah yang dihasilkan ada campuran susu, ternyata saya salah. Usut punya usut ternyata kuahnya berasal dari  rebusan sumsum tulang sapi namun tetap memakai santan. Pantas saja, rasa kuahnya begitu nendang di lidah saya :)  

Saat menghirup aromanya, alamak sedap kaliiii. Dari segi rasa kuahnya sangat gurih, manis dan asinnya pas. Daging dan jeroannya juga empuk, bener-bener mudah dikunyah. Selain itu isinya juga ngga pelit. Kalau kata Vice jika ditambah jeruk limau justru rasanya kurang sedap. Tapi karena saya juga kurang suka kalau makan soto pakai jeruk limau, jadi dari awal tidak saya pakai.

Semua perpaduan rasa di atas sangat masuk ke lidah saya. Benar-benar suka sama soto betawi Afung ini. Harga soto betawi Afung Rp45.000 (tanpa nasi). Meski sedikit lebih mahal, tapi menurut saya tetap worth it. Kamu tidak perlu khawatir, semua menu yang ada di Soto Betawi Afung ini halal dan bahan utamanya terbuat dari daging sapi, jeroan sapi, serta daging ayam. 

Oh iya ingin menambahkan, ternyata soto Afung Glodok ini dibuat oleh orang asli China Betawi. dan Soto betawi Afung Glodok ini sudah berdiri sejak 1982. Lokasi tempat makan ini bukan cuma Soto Betawi Nyonya Afung Glodok saja. Kamu juga bisa menemui Soto Betawi Nyonya Afung di Cabang Puri Kembangan, Soto Betawi Nyonya Afung pasar MOI Kelapa Gading, dan Soto Betawi Nyonya Afung Pesanggrahan. 

Tempat makan yang satu ini bukan cuma menjual soto betawi saja, tapi juga soto mie juga yang katanya juga ngga kalah nikmat. 

Kopi Tak Kie 



Nah, kalau yang ini siapa sih, yang ngga tahu? Ini juga salah satu legenda di Gang Gloria Glodok. Saat pertama kali ke Glodok tahun lalu, Kopi Tak Kie sudah menjadi list saya. Tapi sayang saat saya ke sana, sudah tutup. 

Sejarah Kopi Tak Kie sudah ada sejak 1927. Arti dari nama Tak Kie, yakni "Tak" yang bermakna orang yang bijaksana dan sederhana. Kata "Kie" maknanya mudah diingat orang. jadi Kedai Kopi Tak Kie dimaknakan sebagai kedai kopi sederhana yang menyimpan kebijaksanaan dan mudah diingat orang.

Saya sendiri memesan es kopi susu. Aroma  harum kopi yang sangat kuat sangat menyeruak saat minuman ini dihidangkan di meja saya dan Vice. Rasanya masih ada sedikit rasa pahit namun tidak mengganggu sama sekali. Dan yang membuat saya suka dengan kopi ini, saya tidak merasakan mulas setelah menandaskan minuman ini sampai habis. 

Soalnya biasanya sehabis minum kopi susu saya sering merasakan mulas hehehe. Jadi luvvv deh sama es kopi susu Tak Kie ini. Harga yang dikenakan juga relatif murah, yakni Rp.22.000.  

Kue Tau Sa Pia





Kalau kata Vice, ini makanan yang serupa dengan bakpia. Bedanya ukurannya lebih besar. Tau sa pia memiliki isi yang beragam, yakni ada rasa coklat, durian, keju, kacang hijau, kacang merah, dan ubi ungu. Saat saya datang, sayangnya hanya rasa kacang hijau dan durian saja yang tersisa. 

Lalu saya pilih saja yang rasa kacang hijau karena saya tidak suka durian. Per buah tau sa pia kacang hijau dihargai Rp5 ribu. Sementara yang rasa durian dihargai Rp6 ribu per buah. 

Saya sudah pernah membeli rasa cokelat, keju, dan kacang hijau dikujungan saya ke Glodok sebelumnya. Yang saya suka dari tau sa pia ini rasanya sangat gurih, makin nikmat karena ada taburan biji wijen. Saat digigit juga renyah, dan untuk bagian dalamnya sangat lembut.

Cempedak Goreng Cik Lina 


Minyak banget sih, tapi rasanya maknyus hehehe

Kelihatan sedikitkan cempedaknya yang sedikit lumer

Saus gula, yang kata Cik Lina terbuat dari gula aren

Pernah dengar makanan Cempedak? Jujur saya baru tahu makanan ini dari Vice hahahaha. Ternyata sekilas bentuk buah cempedak mirip nangka. Hal yang membedakan antara namgka dan cempedak, yakni cempedak memiliki aroma yang lebih kuat daripada nangka.

Dari daging juga terdapat perbedaan, cempedak memiliki isi daging yang bertekstur lebih lumer atau lembut, seperti buah durian. Untuk nangka, tekstur dagingnya cenderung berserat dan lebih keras daripada cempedak.

Cempedak Cik Lina ini bukan seperti di tempat makan atau gerobak. Tapi ini dijual di depan rumahnya. Lokasinya sendiri ada di gang kecil di Glodok (Tidak terlalu jauh dari gang Gloria). Ternyata cempedak Cik Lina sudah lama ada, yakni sejak tahun 90an. Sebenarnya  sama seperti pisang goreng,  cara membuat buah cempedak Cik Lina, tinggal mencelupkan cempedak yang sudah matang (berwarna orange) ke dalam adonan tepung terigu lalu digoreng hingga garing. 

Rasanya? Perpaduan rasa legit, renyah krenyes-krenyes, dan manis sungguh nikmat. Lupa deh, kalau harus kontrol makanan manis wkwkwkwkwk. Dijamin ngga bisa nolak deh makan Cempedek Cik Lina. Kalau yang ingin lebih manis lagi bisa beri tambahan saus gula merah. Cempedak goreng Cik Lina dihargai Rp15 ribu perbuah. 

Gimana nih, dari 4 sajian makanan halal di Glodok di atas mana yang bikin kamu ngiler? Enaknya kalau mau eksplor makanan halal di Glodok jangan sendirian. Ajak aja keluarga, teman, atau si dia biar wisata kuliner di daerah pecinan ini makin seru. 

Kalau kamu punya rekomendasi makanan halal di Glodok yang ciamik juga, boleh lho dibagi di kolom komentar. Bisa juga nih share tulisan saya ini di sosmed kamu, kali aja ada yang belum tahu jajanan halal di atas hehehe. Saya tunggu ya!.

Baca juga: Jangan Ngaku Pencinta Bubur Ayam Kalau Belum Coba Bubur CapTiger

0 comments:

Posting Komentar