Hal-Hal yang Saya Pelajari dari Hong Kong


Saya baru sempat menuliskan pengalaman outing kantor tahun ini ke Hong Kong, padahal sudah berlangsung dari tanggal 4 April -7 April 2019 lalu. Ini merupakan perjalanan kedua saya ke luar negeri, setelah sebelumnya kantor saya mengadakan outing ke Bangkok, Thailand pada 2018 lalu. 


Awalnya saya tidak mengira jika kantor akhirnya memutuskan untuk melancong ke Hong Kong tahun ini. Karena perkiraan saya adalah, Singapore sebagai negara tujuan. 

Namun, Tuhan memang sangat baik, kami bisa pergi outing empat hari tiga malam ke negara yang sedikit jauh dari Indonesia. Dari Jakarta Menuju Hong Kong sendiri memakan waktu sekitar lima jam. Ada beberapa hal yang saya pelajari saat berkunjung ke negara bekas jajahan Inggris ini.

Sangat Tertib dalam Menggunakan Eskalator

Baik saat di Bandara Hong Kong, stasiun MTR (MRT di Hong Kong), atau tempat yang menyediakan eskalator masyarakatnya sangat tertib dalam menggunakan  fasilitas umum ini. Di Hong Kong, berlaku aturan tidak tertulis jika tidak ingin mendahului antri-lah di sebelah kanan. Sementara bagi orang yang sedang terburu-buru terutama dijam-jam sibuk seperti pergi dan pulang kerja bisa jalan atau mendahului di sebelah kiri. 

Dilarang Buang Sampah dan Meludah Sembarangan 

Di Hong Kong aturan ini bukan cuma wacana saja. Ini terbukti dari adanya aturan denda HK$1500 atau sebesar Rp2.790.000 jika ada yang ketahuan buang sampah sembarangan. Saat itu, 1 dollar Hong Kong bernilai Rp1.860. Jujur saja, saat saya tiba di Hong Kong dan melihat kondisi jalanan-nya, yang ada di pikiran saya, "Kok bisa ya Hong Kong sebersih ini?" Karena selain peraturan denda yang sangat menguras kantong tadi, saya rasa alasan utamanya adalah karena wilayah dan penduduk dari mayarakat Hong Kong sendiri tidak sebanyak Indonesia. Jadi ya tidak terlalu sulit juga untuk menerapkan peraturan tersebut. 

Selain itu, di tempat-tempat umum disediakan tempat sampah. Jadi siapa pun tidak akan kesulitan untuk membuang sampah dan ngga perlu sampai menyimpan sampah dalam tas atau saku segala.

Sementara kalau meludah sembarangan info yang saya peroleh dari berbagai sumber, pengunjung bisa terkena denda  HK $1500 atau sebesar Rp2.790.000-.  Peraturan ini didasarkan pada kasus wabah SARS di tahun 2003 lalu yang sempat menyebar. Ya iyalah kalau pada buang ludah sembarangan kan jadinya bisa mengganggu kesehatan dan mencemari lingkungan. Saya juga paling sebel kalau ada orang yang meludah sembarangan. Apalagi kalau kita lagi makan di pinggir jalan.

Sumber: https://phinemo.com

Merokok Bukan pada Tempatnya, Uang Melayang 

Yang bikin saya makin kagum dengan kota ini adalah masyarakatnya juga diajarkan tertib untuk tidak merokok sembarangan. Saya bukan perokok dan tentunya sangat senang dengan peraturan ini. Hehehe. Akan ada banyak tanda larangan merokok yang bisa kamu temui, baik di  angkutan umum, MTR, bandara,  pusat berbelanjaan, dan tempat makan.

Di jalan-jalan biasanya akan disediakan tempat untuk merokok, yakni di lokasi-lokasi di pinggir jalan yang terdapat tempat sampah dengan asbak besar di atasnya. Hong Kong juga memberlakukan denda bagi siapa saja yang ketahuan merokok bukan pada tempat yang disediakan. 

Denda yang dikenakan, yakni bisa mencapai HK $5.000 atau sekitar Rp9.300.000. Pelancong asing yang mau masuk ke Hong Kong juga hanya diperbolehkan membawa rokok 19 batang.

Adanya peraturan ini tentu sangat baik buat para perokok biar ngga sembarangan merokok dan tidak mengganggu orang lain.



Hati-hati Kalau Menyebrang

Jangan coba-coba untuk menyebrang sembarangan kalau kamu lagi ada di Hong Kong, karena bisa-bisa kamu 'ditodong' denda sebesar HK$600 atau sekitar Rp1.116.000. Kalau mau menyebrang, kamu harus menunggu sampai lampu rambu untuk pejalan kaki menyala warna hijau, itu baru boleh menyebrang. Tapi, meski jalanan di Hong Kong sedang lengang, jangan coba-coba melanggar, karena jika ada petugas yang melihat itu, siapkan uang sebesar yang saya sebutkan di atas.

Saat di Hong Kong saya jarang sekali merasakan kemacetan. Jalanannya begitu lengang dan tertib. Transportasi di sana juga sudah cukup baik dari segi fasilitas dan ketepatan waktu.





Jangan Harap Bisa Berkali-kali Menawar 

Ini sebagai tambahan. Sempat diberitahu oleh teman saya, kalau saat melakukan pembelian di pasar tradisional di Hong Kong seperti Ladies Market, jangan menawar sampai berkali-kali. Maksudnya begini, biasanya kan kalau di Indonesia kita suka menawar dari harga A, ke harga B, bahkan ke harga C.

Terus kalau misalnya ngga jadi beli yaudah paling dijutekin sama penjualnya. Di sini, jangan harap kamu bisa melakukannya. Kalau kamu sampai menawar berkali-kali dan ujung-ujungnya ngga jadi beli, penjualnya bisa marah. Intinya, kalau kita menawar, si penjual akan menganggap kita ingin dan harus beli barang tersebut.

Salah satu tipsnya adalah jika penjual buka harga terlalu tinggi, baiknya langsung pergi saja. Namun kalau ditawarkan mulai dari dua kali harga wajar, bisa ditawar, 1/3 dari harga awal atau setengah harga awal.
Berbelanja di Ladies Market, Hong Kong


Kalau sampai melanggar aturan-aturan di atas (kecuali yang terakhir), siap-siap bakal ditagih sama petugas Imigrasi Hong Kong jika ingin keluar wilayah tersebut. 

Kalau baca pengalaman saya ke Hong Kong di atas, jadi makin tertarik ngga sih buat mengunjungi  Hong Kong? Jangan lihat aturannya yang begitu banyak, ya. Coba deh kalau aturan-aturan di atas itu diterapkan di Indonesia? Betapa rapi-nya negara kita tercinta ini kan?

Ya buat kamu yang mau berkunjung ke salah satu negara yang masih kental budaya Tiongkok-nya, Hong Kong bisa jadi salah satu alternatifnya. Kira-kira tahun depan kantor saya bakal ajak karyawannya ke mana lagi, ya? 


5 komentar:

  1. Hongkong mah bagus ya rapih, moga aja indo kedepan nya bisa

    BalasHapus
  2. Bagus ya Hongkong, gak jauh beda dengan di Singapura banyak peraturan berdenda. Tapi bagus juga untuk kedisiplinan masyarakatnya maupun turis yang berkunjung. Semoga Indonesia bisa seperti itu suatu saat nanti :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin Mba hehehehehe. Saya belum pernah ke Singapore, tapi kalau baca-baca dan dengar cerita teman yang sudah pernah ke sana, mereka juga sangat tertib yaa

      Hapus


  3. Gak nyangka hongkong juga se tertib itu. Kota kota di indo kapan nih nyusul 😁

    BalasHapus