Source: https://numerologydailyreport.com


Di tulisan kali ini saya mau share soal zodiak Aquarius. Tapi jangan harap saya akan bahas soal percintaan ya (jangan kecewa ya, soalnya saya enggak berpengalaman bahas ginian hehehe). Tulisan yang mau saya bahas ini benar-benar secara umum soal zodiak Aquarius aja.

Sebagai orang yang lahir diawal bulan Februari, otomatis saya masuk dalam golongan zodiak Aquarius. Biasanya golongan Aquarius lahir ditanggal 20 Januari – 18 Februari (tapi ada juga yang menuliskan 21 Januari – 19 Februari). Sebagai zodiak dengan elemen udara, Aquarius termasuk sosok yang suka berpikir, tidak terburu-buru dalam bertindak, dan memastikan bahwa tindakan serta keputusannya tepat serta dapat dipertanggungjawabkan setelah dipikirkan matang.
Hmmm saya setuju dengan pendapat tersebut, karena saya pun demikian. Hehehe. Mau tahu apalagi karakter zodiak Aquarius, yang katanya misterius? Coba yuk cari tahu kebenarannya berikut ini.

Suka akan kedamaian

Poin ini bikin kesal orang enggak sih? Pastilah semua orang di dunia ini mau apapun itu zodiaknya suka sama yang namanya kedamaian. Tapi poin ini bukan asal saja lho. Lambang zodiak Aquarius adalah air. Nah, air itu identik sama kedamaian atau ketenangan. Begitupun karakter zodiak Aquarius. Kalau dari sumber yang saya baca, biasanya orang Aquarius itu tenang dalam mengambil keputusan, enggak suka grasak-grusuk.

Kalau dari saya sendiri sih, poin ini kadang ada benarnya. Biasanya dalam mengambil keputusan itu dipikirin matang-matang dulu, kalau masih buntu atau belum nemu jawaban, saya pasti akan minta pendapat orang-orang yang saya anggap bisa ngasih solusi (selain orangtua, pastinya). Terus saya pikirin benar-benar masukkan dari orangtua dan teman-teman saya, sampai saya yakin.

Misterius

Banyak orang yang bilang, jika sosok Aquarius pemikirannya sulit ditebak. Tapi Aquarian enggak akan segan-segan buat mengutarakan pemikirannya jika orang lain menanyakannya. Aquarian lebih suka ditanya terang-terangan daripada orang menebak-nebak atau membicarakannya di belakang. Jadi, mendingan kalau kamu penasaran sama Aquarius, langsung aja tanya sama dia. Tapi, ingat ya orang Aquarius itu paling malas sama orang yang suka nanyain masalahnya berkali-kali.

Selalu melihat sisi baik dari orang lain

Kebanyakan orang Aquarius selalu melihat segala hal positif yang dilakukan orang. Orangnya enggak bisa  membohongi diri sendiri ketika merasa curiga atau berpikir bahwa seseorang sedang berpura-pura atau memakai topeng. Tapi, Aquarius lebih berpikir bahwa setiap orang pasti punya alasannya sendiri mengapa melakukan hal tersebut.

Objektif

Aquarius orang yang cukup objektif dalam menilai sesuatu dengan mencoba melihat segala sisi sebelum memutuskan pihak mana yang menurutnya benar. Dia selalu menimbang-nimbang mana hal yang terbaik dilihat dari berbagai perspektif, sebelum akhirnya memutuskan sesuatu.

Orangnya tidak mudah terpengaruh sama orang lain

Misalnya, ada orang lain yang bilang si A itu bla bla bla. Biasanya, orang Aquarius itu enggak mudah percaya begitu saja sama perkataan orang. Tapi ia akan membuktikan sendiri apakah si A itu benar seperti apa yang diomongin sama orang lain atau tidak.

Sensitif tapi enggak peka

Mungkin istilahnya kalau sekarang itu, baper-an (bawa perasaan) kali ya. Tapi sebenarnya bukan maksudnya apa-apa dimasukkan ke hati. Biasanya orang Aquarius bakal jadi sensitif kalau udah menyangkut kelangsungan hidupnya. Karakter zodiak Aquarius juga biasanya enggak peka. Jadi, jangan main kode-kode-an sama Aquarius ya. Karena mereka enggak paham. Jadi mending  ngomong to the point aja hal yang mau dibicarakan. Hehehe.

Mandiri

Aquarian rata-rata orangnya mandiri. Katanya sih begitu. Kalau di saya sendiri ini berlaku. Kalau saya bisa melakukannya sendiri, biasanya saya enggan untuk meminta bantuan orang lain. Bukannya sombong, tapi enggak mau ngerepotin orang aja, hehehe. Ya, tapi enggak semua hal saya kerjain sendiri. Kalau saya perlu bantuan, pasti saya akan minta tolong sama orang yang saya anggap bisa.

Setia

Bukannya mau membanggakan diri sendiri, tapi yang saya rasakan memang demikian hehehe. Setia di sini  maksudnya bukan cuma sama pasangan ya, tapi juga sama teman. Sebagai Aquarian, saya orangnya cenderung menjaga komitmen. Karena saya percaya sama yang namanya hukum karma. Sesuai sama peribahasa, ‘apa yang kita tanam, itulah yang kita tuai’ (ingat ya, ini bukan melulu soal cinta sama pasangan, tapi hubungan kita dengan yang lainnya juga).

Adil dan bertanggung jawab

Orang Aquarius paling enggak suka kalau dibeda-bedain atau ada sesuatu yang enggak adil buat dia. Biasanya kalau saya ngerasain ketidakadilan, saya bakal langsung ngomong sih.  Aquarian juga orangnya cenderung bertanggung jawab terhadap apa yang sedang ia kerjakan.

Fleksibel

Kalau berbicara soal fleksibel, biasanya dikaitkan dengan mudah beradaptasi di mana saja. Menurut saya ini tidak berlaku pada semua Aquarius. Saya sama ayah saya sama-sama Aquarius, tapi kami berdua cenderung enggak mudah beradaptasi di lingkungan baru dan enggak gampang buat memulai perbicaraan lebih dulu. Bagi kami, butuh waktu buat nyaman sama suasana baru. Ya, mungkin salah satunya karena kami termasuk orang yang introvert juga kali yaa hehehe. Buat kami, enggak mudah buat membaur dan bersikap santai bila bertemu kenalan baru. Tapi, Aquarius suka bersikap tegas bila dihadapkan dengan pekerjaan dan bersikap patuh bila dihadapkan dengan keyakinan.

Pendengar yang Baik

Saya yang orangnya introvert merasa termasuk pendengar yang baik. Kenapa saya merasa demikian? Hal ini karena biasanya orang introvert termasuk orang yang suka atau lebih banyak mendengarkan daripada berbicara.

Teguh pendirian

Kalau diri Aquarius merasa yakin dengan pendapatnya atau dalam posisi yang benar, sampai kapanpun ia akan mempertahankan pendiriannya.  Meski begitu, Aquarius tetap bisa merasa gugup dalam menghadapi tingkah frontal orang-orang sekitarnya. Tapi, ia akan tetap tenang menghadapinya.

Memiliki imajinasi tinggi

Berkhayal rasanya sudah menjadi bagian sehari-hari Aquarian. Apalagi ketika sedang sendiri, banyak hal yang dipikirkannya baik itu rencana-rencana untuk hidupnya atau hanya untuk menyenangkan dirinya.

Suka menyendiri

Karakter zodiak Aquarius yang satu ini saya setuju banget. Karena biasanya orang berzodiak Aquarius lebih suka menyendiri dan enggan terlalu sering berada di tengah keramaian. Aquarian sangat menikmati kesendiriannya dan menganggap momen bersama diri sendiri menjadi bagian privilege yang harus dijaga. 

Gampang marah

Ini nih salah satu sifat jeleknya Aquarius. Ya, saya mengakui saya mudah marah orangnya hahaha. Tapi, tenang setelah mengeluarkan emosi, biasanya Aquarius tidak akan memikirkannya lagi. Aquarius cenderung gampang marah tapi mudah melupakan. Marahnya, Aquarius biasanya hanya reaksi ketika ia tidak nyaman. Tapi, bukan berarti ia tidak suka menyimpan amarah. Biasanya kalau ada sesuatu yang benar-benar membuat dia marah besar, ia tidak akan melupakannya.

Tidak suka terlalu diatur

Sebagai zodiak yang dinaungi planet Uranus, katanya  zodiak Aquarius termasuk yang kurang suka kalau diatur-atur hidupnya dan punya sifat pemberontak alami. Biasanya ini ditunjukkan bukan hanya dengan menolak, tapi terkadang melakukan hal sebaliknyauntuk membuat jengkel orang yang menyuruhnya. Sebenarnya sifat ini tidak bermaksud jahat, hanya saja si Aquarius ingin membuktikan jika sikap rebel-nya mampu membuat hidupnya jauh lebih baik dan benar. Di saya sendiri ini berlaku.

Saya bukan enggak suka sama aturan atau banyak dituntut. Tapi malas banget kalau apa-apa tuh diatur atau dituntut harus begini, harus begitu. Misalnya gini, saya itu anak tunggal, perempuan pula. Nah, orangtua saya tuh kadang suka banget ngatur-ngatur hal-hal yang sebenarnya saya bisa atau berhak putusin sendiri. (maafin ya Mama dan Papa hehehe)

Contohnya nih, saya itu enggak suka rambut panjang, tapi disuruh ibu saya manjangin rambut. Saya pikir, ini kan rambut saya ya, saya juga udah besar, tapi kenapa masalah rambut perlu diatur juga? Ya mungkin maksud ibu saya baik. Ibu saya bilang, kalau anak perempuan itu rambutnya harus panjang. Saya enggak sependapat sama beliau dan tetep kekeuh sama apa yang saya suka, yakni rambut pendek. Hehehehe.

Menghargai privasi

Ini masih bekaitan dengan poin yang tidak suka diatur. Biasanya orang Aquarius akan sangat menghargai orang lain yang tidak mengomentari diri  dan tidak menuntut Aquarian untuk seperti apa yang orang lain mau. Aquarian juga tidak akan memaksa atau kepo sama privasi orang lain, kalau orang tersebut enggak mau cerita sama dia.

Punya banyak kenalan tapi sedikit teman

Pemilik zodiak Aquarius bukanlah orang yang gampang mencari teman. Meskipun, memiliki banyak kenalan dan relasi, tapi kalau soal pertemanan apalagi sahabat, biasanya sedikit yang dimiliki. Emang sih, Aquarian itu cenderung orang yang ramah sama siapa aja, tapi ia cenderung tidak mudah terbuka dengan banyak orang.  

Takut akan kehilangan

Para Aquarian, mudah sekali merasa kesepian dalam hidup. Maka dari itu, ia takut kehilangan sesuatu bahkan seseorang dari hidupnya. Tidak jarang Aquarian berpikir jika lebih baik dia saja yang hilang ketimbang harus merasa sedih berlarut-larut karena kehilangan orang yang dicintainya. Uhuk, so sweet. 

Berprasangka buruk pada apa yang belum terjadi

Aquarian suka banget paranoid. Hal ini karena kami suka berpikir negatif terhadap sesuatu yang bahkan belum terjadi. Wkwkwkwkw. Udah suudzon J. Tapi, enggak selalu pikiran negatif itu buruk, lho. Karena dengan munculnya pikiran negatif bisa membuat si Aquarius ini jadi lebih berantisipasi dan membuat rencana-rencana lain.

Itu dia 20 hal yang berkaitan sama  Aquarius. Kalau artis atau public figure yang ber - zodiak Aquarius itu ada banyak banget, cuma yang benar-benar tanggal lahirnya persis kayak saya (5 Februari) di antaranya, Alexander Thian (@Amrazing ini saya enggak nyangka bisa samaan dengan Kokoh Alex dan senang banget wkwk), Ibu Fatmawati (ini juga enggak nyangka, wkwk), Christian Renaldo, dan Neymar.

Bagi kamu yang masuk ke zodiak Aquarius juga, ayo mana karakter Aquarius yang kamu banget? Kasih tahu di kolom komentar ya J



Ayo siapa di antara kamu yang masih suka membaca koran sampai sekarang? Kalau ada, sama dong kayak saya. Kamu mungkin bertanya, kenapa sih saya masih suka membaca koran dan tidak memanfaatkan gawai saya saja untuk mendapatkan informasi yang up to date

Alasannya sebenarnya sederhana saja. Saya kadang merasa kasihan sama mata saya yang harus dipakai buat melihat terus menerus smartphone dan laptop. Kamu pasti tahukan kalau didua benda itu di dalamnya ada yang namanya sinar biru? 

Kalau belum tahu, coba saya jelaskan. Berdasarkan penjelasan dari situs kesehatan Hello Sehat sinar biru atau blue light adalah sinar tampak dengan panjang gelombang pendek, sekitar 415 hingga 455 nm, dan tingkat energi yang tinggi.  Sinar ini mempunyai energi yang masih cukup kuat dan bisa merusak retina bila mata kita terkena secara terus menerus dalam waktu lama.Sumber alami dari sinar biru berasal dari matahari. Selain matahari, sinar biru juga berasal dari berbagai layar digital, seperti layar komputer, laptop, televisi, maupun smartphone dan peralatan elektronik lainnya untuk meningkatkan keterangan dan kejelasan layar.

Apa saja sih bahaya dari sinar biru? Setidaknya ada 3 nih efek negatifnya.

Menyebabkan kelelahan pada mata

Terlalu banyak melihat laptop/komputer, smartphone, dan televisi lama kelamaan bisa membuat mata menjadi lelah yang ditandai dengan mata iritasi dan kering, sakit kepala, leher, hingga punggung, pandangan yang kabur, dan susah fokus. Apa kamu merasakan tanda-tanda tersebut? Kalau iya, itu tandanya mata kamu lelah karena efek dari paparan sinar biru.

Merusak siklus tidur alami

Dampak dari sinar biru juga bisa memengaruhi siklus tidur kita lho. Hal ini dikarenakan sinar biru bisa mengganggu produksi melatonin--hormon yang membantu mengatur siklus tidur. Otak seseorang mulai memproduksi melatonin ketika tubuh siap tidur dan sinar biru dari smartphone bisa nih mengganggu proses produksi tersebut. Bila siklus tidur terganggu, bakal memengaruhi kesehatan mulai dari gangguan memori, obesitas, maupun gangguan genetik.

Kerusakan retina

Bila mata terpapar sinar biru terlalu sering menyebabkan retina menjadi rusak. Retina yang rusak disebabkan sinar biru, akan memicu hilangnya penglihatan sentral, yakni kemampuan untuk melihat apa yang ada di depan mata kamu.

Nah, sekarang udah tahukan soal sinar biru. Balik lagi ke topik utama dari tulisan saya ini. Kira-kira kenapa sih saya masih suka ‘menikmati’ koran dibandingkan media lain?

Lebih ‘ramah’ mata

Koran menjadi media informasi yang cukup ‘ramah’ mata. Indera penglihatan kita enggak dituntut untuk bekerja keras buat menghadapi sinar biru. Saya bekerja sebagai content writer sangat bergantung pada laptop. Kerja kurang lebih 8 jam di depan laptop dan diselingi sama main henpon pas jam istirahat, sore hari, dan malam hari. Enggak kebayang dong, banyak banget nih paparan sinar biru ke mata tiap hari. Makanya biar mata saya istirahat dari sinar biru, saya alihkan dengan salah satunya baca koran atau buku fisik. 

Lebih lengkap dan jelas

Kadang di pagi hari orang tua saya nonton TV sambil sarapan pagi. Nah, kadang saya juga ikutan ‘nimbrung’ nonton kalau tertarik sama berita yang lagi disampaikan. Dari situ kan saya jadi tahu berita terbaru. Sayangnya kalau di TV enggak bisa selengkap di koran, karena dibatasi sama yang namanya durasi. Dengan baca koran kita bisa tahu lebih jelas dan detil soal sebuah informasi. Karena biasanya berita di koran itu enggak cuma bersumber dari 1 narasumber saja, tapi bisa dua atau tiga narasumber yang makin melengkapi si berita yang ditulis oleh wartawan koran. Di aplikasi portal berita juga bisa sih dicari, tapi mereka cenderung enggak lengkap karena emang media online itu sebisa mungkin tulisan jangan terlalu panjang, karena bisa bikin pembacanya bosan dan matanya jadi cepat lelah. 

Menambah referensi kosakata

Kalau enggak salah, saya tahu ada kata ‘gawai’ itu gara-gara saya sering baca koran langganan kampus. (2015-2016 saya sempat kerja di kampus saya sendiri, yakni Universitas Mercu Buana sebagai staf humas). Nah, saat itu sesekali saya juga mengerjakan kegiatan media monitoring untuk memantau publikasi apa saja yang dimuat oleh media tentang Mercu Buana. Biasanya, saya melakukan media monitoring sehari setelah kampus menyelenggarakan acara besar. Dari situlah, saya sering baca koran. Dulu pas masih kerja di Mercu Buana, saya suka bawa buku kecil, buat mencatat istilah-istilah kata yang saya enggak tahu dan mencari artinya. Apalagi kalau baca bagian Politik dan Hukum, banyak istilah yang saya enggak paham.

Membangun kebiasaan membaca

Kebiasaan membaca bukan berarti kita harus baca buku saja. Tapi, bisa juga dengan membiasakan diri membaca koran. setelah saya resign dari kampus, saya sempat berhenti membaca koran dan beralih ke aplikasi berita. Saya sempat men-download beberapa aplikasi media online seperti Detik, Kompascom, CNN Indonesia, dan VOA Indonesia. Tapi saya pikir kalau banyak banget yang di-download menuh-menuhin memori henpon saya saja. 


Udah gitu, saya sendiri enggak mungkin baca satu-satu kan berita dari aplikasi yang satu dan yang lainnnya. Pastinya itu buang waktu banget. Pernah sih, saya mengakalinya dengan menggunakan dua aplikasi saja, yakni Detik sama Kompascom. Tapi ujung-ujungnya saya cuma baca rubrik-rubrik entertainment. Misalnya, nih kalau di Detik, saya paling suka buka rubrik Wollipop, di mana rubrik tersebut rubrik khusus wanita dan entertainment.

Saya orangnya enggak gila gosip kok, tapi saya itu demen banget ngikutin update-nya Royal Family alias Prince Willam-Kate Middleton dan Prince Harry-Meghan Markle. Hahahah. Keluarga mereka itu memang punya daya tarik banget buat diulas dan bikin banyak orang penasaran sama kehidupan mereka sebagai sosok yang dipuja-puja di seluruh dunia.

Tapi lama kelamaan saya sadar, enggak ada faedahnya saya update info tentang mereka. Toh saya juga enggak bisa seperti mereka. Infonya juga enggak berguna apa-apa buat saya di dunia kerja atau lagi ngumpul sama teman-teman saya. Karena teman-teman saya biasa aja tuh sama Royal Family, saya saja kayaknya yang terlalu ‘fanatik’ sama mereka. Hahahaha.

Untuk waktu baca koran sendiri saya biasanya luangin waktu 30-45 menit setelah selesai dandan di kantor. Jadi sebelum mulai kerja, saya baca koran dulu. Ada beberapa teman-teman saya yang nanya ke saya, kenapa masih suka baca koran. Saya biasanya akan jawab begini “gue kasian sama mata gue karena harus terus lihat laptop sama smartphone tiap hari. Lagian, gue enggak pantes kalau pake kacamata (yang alasan kedua ini becanda J).”

Itu dia alasan kenapa saya masih suka baca koran. Kalau kamu sendiri gimana, apa kamu masih suka membaca koran juga?